Jumat, 02 Agustus 2019

Tiongkok Akan Segera Bangun Pelabuhan Untuk Meluncurkan Roket dari Laut

Soal teknologi, Tiongkok memang salah satu yang paling berkembang di benua Asia, bahkan perkembangan teknologi di Tiongkok bisa disejajarkan dengan Negara-negara di Eropa maupun Amerika Serikat.
Baru-baru ini, Badan Teknologi dan Antariksa Tiongkok (CASC) berencana untuk memulai pembangunan pelabuhan induk untuk peluncuran roket laut di Yantai, Provinsi Shandong, Tiongkok Timur pada tahun ini. Proyek ini bertujuan untuk membuat peluncuran roket seaborne.
Mengandalkan lokasi geografis yang menguntungkan dan kondisi Yantai, proyek ini akan mencakup pembangunan R&D dan pusat-pusat manufaktur untuk roket, muatan satelit dan platform peluncuran lepas pantai. Proyek juga untuk mengembangkan aplikasi data satelit dan pusat pengembangan.
Proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pengembangan manufaktur cerdas, logistik, bahan kedirgantaraan baru, dan pariwisata bertema kedirgantaraan.
Melansir Xinhua, Kamis (1/8/2019), roket nantinya akan diangkut ke lokasi peluncuran dari Haiyang Port di Yantai. Meluncurkan roket pengangkut dari platform berbasis laut sendiri memiliki banyak keunggulan dibandingkan peluncuran di darat.
Misalnya, situs peluncurannya fleksibel dan roket yang jatuh tidak terlalu berbahaya. Para ahli juga berpendapat menggunakan kapal-kapal sipil untuk meluncurkan roket di laut juga akan menurunkan biaya peluncuran dan memberikan keunggulan komersial.
Dalam pertemuan baru-baru ini dengan Ketua Dewan CASC, Wu Yansheng, Wakil Gubernur Provinsi Shandong, Ling Wen menyatakan harapan untuk memperdalam kerja sama antara kedua belah pihak dalam menyederhanakan prosedur peluncuran lepas pantai demi menurunkan biaya dan mempromosikan pengembangan industri luar angkasa.
Sebelumnya, Tiongkok sendiri berhasil meluncurkan roket Long March-11 dari platform peluncuran seluler di Laut Kuning di lepas Provinsi Shandong pada 5 Juni lalu. Itu adalah peluncuran luar angkasa pertama Tiongkok dari platform berbasis laut.


Sumber: Akurat.co

Jual-Beli Data Kependudukan Dilakukan Oleh Sindikat Teroganisir

Baru-baru ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan viralnya isu jual-beli data pribadi masyarakat di jejaring sosial.
Isu jual-beli data kependudukan menjadi viral di jejaring sosial Twitter karena akun bernama @Hendralm membuat utas (thread) perihal adanya praktik perdagangan tersebut dalam grup Facebook. South East Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mengatakan hal itu tampaknya dilakukan secara bersindikat.
"Kalo lihat bagaimana kumpulkan data, pasti tidak mungkin satu orang kumpulkan berjuta-juta lembar data (Kependudukan). Jadi pasti ada sebuah organisasi," ujar Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto kepada wartawan, Kamis (1/8/2019), di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
Saat ini masyarakat dihantui oleh sindikat kejahatan yang memanfaatkan celah kelemahan privasi untuk mengumpulkan data pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), E-KTP hingga Kartu Keluarga.
Damar mengatakan apa yang disampaikannya hanya bersifat pengamatan. Pasalnya dalam isu jual-beli data kependudukan pemilik akun Twitter @Hendralm lah yang melihat dan bisa menyimpulkannya.
"Karena dia masuk sampai ke kantong (Grup Facebook Market Dream Official) tempat putaran data diperjualbelikan," jelasnya.
Namun apa yang disampaikan oleh Hendra mengarah pada aktivitas yang tidak mungkin dikerjakan oleh satu sampai dua orang. Melainkan dalam sebuah kelompok yang terorganisir, baik secara offline maupun online. 
"Namanya apa saya gatau," tegas Damar. "Kita berharap penyelidikan kepolisian bareskrim polri tindak pidana siber akan menjelaskan, sebetulnya orang yang terlibat berapa orang sih. Bagaimana cara kerjanya," imbuhnya.
Ditemui secara terpisah, Dirjen Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan pihaknya telah melaporkan adanya jual-beli data kependudukan kepada Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Kendati demikian dia menegaskan tidak mempolisikan Hendra selaku orang yang menguak dan memviralkan praktik ilegal tersebut.
"Tidak melaporkan Mas Hendra. Tidak melaporkan pihak lain, nanti polisi yang akan mendalami," ungkapnya Kamis (1/8/2019), di Gedung Pusdiklat Kepemimpinan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Jakarta Pusat.
Hendra, kata dia, justru menjadi orang yang berjasa dalam kasus ini karena memberitahukannya ke Dukcapil dan juga publik. Sementara yang dicari oleh Kemendagri adalah pelaku yang melakukan penambangan dan menjual belikan data kependudukan.


Sumber: Akurat.co

Inilah 5 Modus Pelaku, Soal Jual-Beli Data Diri

Baru-baru ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan viralnya isu jual-beli data pribadi masyarakat di jejaring sosial.
Pemilik akun @Hendralm, yang bernama asli Hendra Hendrawan bertemu dengan pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menjelaskan perihal isu jual-beli data kependudukan yang diviralkannya di jejaring sosial Twitter.
Dia pun menjelaskan beberapa modus yang dilakukan para penjual untuk mendapatkan data masyarakat untuk diperdagangkan.
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, menjelaskan berdasarkan informasi yang didapatkannya dari Hendra terdapat empat sampai lima modus penambangan untuk mengumpulkan data kependudukan.
Hendra menjelaskan, ketika dia membuat postingan mengenai isu jual-beli data kependudukan, banyak warganet yang mengirimkannya Direct Message (DM) dan menceritakan modus-modus pelaku penambangan data.
Cara pertama yang dilakukan penjual untuk mendapatkan data ialah membuat akun palsu di situs jual-beli online OLX dan Carousell dan menyamar sebagai pembeli. Nantinya, mereka akan meminta penjual untuk melakukan selfie, foto KTP dengan alasan bahwa penjual tersebut tidak menipu.
"Meminta data diri kita karena dia tuh kayak nggak percaya kita tuh penjualnya, jadi dia minta KTP dan selfie (memegang) KTP," ungkapnya.
Cara lain yang dilakukan pelaku yakni membuka lowongan pekerjaan fiktif dan mem-posting di OLX. Cara kerjanya sama dengan modus pertama, yakni data pelamar yang masuk akan dihimpun dan diperdagangkan.
Selain itu, ada pula pelaku yang mengembangkan aplikasi Google bernama CekKTP. Aplikasi tersebut menyamar sebagai layanan cek data penduduk yang mengharuskan pengguna mengunggah foto KTPnya.
"Ada aplikasi di Play Store dengan dalih cek KTP. Padahal itu bukan official dari pemerintah, itu scam mengambil data pribadi penggunanya," kata Hendra.
Menurut Hendra, penambangan data juga biasa dilakukan dengan menawarkan pinjaman dana melalui SMS atau pesan instan. Peminjam diiming-imingi pinjaman tanpa jaminan dan hanya mensyaratkan KTP dan data diri.
Modus lain yang diketahuinya adalah terdapat oknum yang datang ke kampung-kampung dan membagikan sembako kepada masyarakat. Syaratnya, warga harus mau difoto bersama KTPnya, dan mengirimkan data NIK dan KK-nya.
Untuk itu, dia pun mengingatkan agar masyarakat bisa lebih sadar pentingnya data pribadi, seperti tidak sembarang membagikannya di jejaring sosial.
"Sekarang banyak anak-anak yang baru punya KTP kemudian di-posting di media sosial dan tanpa sensor. Gunakanlah media sosial untuk melakukan sosialisasi," pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

Heboh Isu Jual-Beli Data Dukcapil, Kemendagri Langsung Temui Pemilik Akun Twitter yang Memviralkan

Baru-baru ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan viralnya isu jual-beli data pribadi masyarakat di jejaring sosial.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan pertemuan dengan Samuel Christian H, sang pemilik akun @Hendralm yang memviralkan isu jual-beli data pribadi masyarakat. Sebagaimana diketahui, isu jual beli data e-KTP dan data kependudukan tersebut sempat viral di jejaring sosial Twitter dan diklaim melibatkan Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)
"Dialah yang berjasa membuka adanya masalah ini. Jadi Mas Hendra ini meng-upload adanya jual-beli data, nomor telepon, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan Kartu Keluarga (KK) data kependudukan," ujar Dirjen DukcapilKemendagri Zudan Arif Fakrulloh, ketika ditemui wartawan, Kamis (1/8/2019), di Gedung Pusdiklat Kepemimpinan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Jakarta Pusat.
Zuan menjelaskan pihaknya telah melaporkan Bareskrim Siber terkait adanya praktik jual-beli data kependudukan tersebut. Kendati demikian, pihaknya tidak mempolisikan pihak manapun, termasuk Hendra selaku orang yang memviralkan isu tersebut.
"Tidak melaporkan Mas Hendra. Tidak melaporkan pihak lain, nanti polisi yang akan mendalami," tegasnya.
Menurut Zudan, Hendra justru orang yang berjasa dalam kasus ini karena memberitahukannya ke Dukcapil dan juga publik. Sementara yang dicari oleh pihaknya adalah pelaku yang melakukan penambangan dan memperjual-belikan data kependudukan tersebut.
Pasalnya, pelaku yang mengumpulkan data kependudukan, mengedarkan, dan memanfaatkannya dengan tidak semestinya telah melawan hukum.
"Saya sudah dapat banyak informasi dari Mas Hendra, dia bisa menjelaskan bagaimana cara jual-beli data di dalam grup Facebook itu," ungkapnya.
Hendra menjelaskan data NIK, KTP, dan KK yang ada dalam grup di jejaring sosial itu bukan dijajakan oleh pemerintah, tetapi oleh akun penjual. Data tersebut pun tidak resmi dari Dukcapil, melainkan dicuri sendiri oleh para penjual dari berbagai sumber.
"Itu bukan akun official dari pemerintah," tegasnya.
Duduk Perkara 
Hendra menjelaskan, isu praktik jual-beli data pertama kali diketahuinya dari salah satu grup jejaring sosial Facebook bernama 'Dream Market Official'. Saat itu, dirinya tengah membantu teman Facebooknya yang tertipu ketika melakukan pembelian tiket pesawat secara online.
"Dia update katanya ketipu mau beli tiket pesawat, pas saya liat komentarnya, dia ketipu dari salah satu anggota grup tersebut," ungkap kepada wartawan, Kamis (1/8/2019), di Jakarta.
Setelah itu, Hendra mencoba bergabung ke dalam grup tersebut. Dia pun kemudian melihat adanya praktik jual-beli data, di mana terdapat anggota grup yang mem-posting sedang mencari NIK dan KK. 
"Saya liat komennya ada yang punya satu juta data, lima ribu data juga. Awalnya dari situ," tegasnya.
Mengetahui hal tersebut, dia pun kemudian membuat postingan soal adanya jual-beli data kependudukan tersebut di akun jejaring sosial Twitternya. Ternyata, informasi tersebut mendapat banyak respon dari warganet sehingga Hendra pun berinisiatif membuat sebuah thread.
"Padahal itu awalnya tweet biasa, karena ada yang nanya datanya buat apa, ya saya lanjutin aja terusin jadi thread," kat Hendra.

Sumber: Akurat.co

Menurut Para Ilmuwan, Kopi Juga Bisa Mengurangi Obesitas


Saat ini, rasanya tidak tepat jika kita sedang berkumpul tanpa kehadiran dari kopi. Yap, kopi saat ini memang jadi minuman yang harus disajikan saat kita sedang berkumpul.

Minum kopi bukan hanya untuk menghangatkan obrolan di kafe saja. Minum kopi juga bisa bagi kamu yang ingin mengurangi berat badan. Kopi memang bisa mengikis lemak. Bahkan, mengonsumsi kopi juga bisa menghindari risiko terkena diabetes tipe dua karena mampu membakar kalori yang berlebih. 
Para ilmuwan mengungkapkan secangkir kopi panas bisa membakar lemak. Itu disebabkan kopi mengandung lemak coklat yang bisa membakar gula dan lemak yang dihasilkan dari makanan. 
Lemak coklat berbeda dengan lemak putih yang bisa menyebabkan lemak semakin menumpuk. Lemak putih itu disimpan di tubuh dan bisa digunakan ketika orang membutuhkan energi lebih banyak. Selain itu, kopi juga mengandung kafein yang dipercaya bisa mendukung pembakaran kalori.
Para peneliti dari Universitas Notttingham menguji teori mereka terhadap sembilan sukarelawan sehat. Mereka berusia rata-rata 27 tahun dan diminta tidak boleh berolahraga. Mereka juga diminta minum kopi.
“Hasil uji coba kita menunjukkan lemak coklat umumnya terletak di kawasan leher,” kata Profesor Michael Symonds, dilansir Daily Mail pada Selasa (25/6). 
Symonds juga menegaskan kalau kandungan kopi bisa mensitimulus aktivitas lemak coklat. Dia juga menambahkan, kafein juga bisa memicu pembakaran lemak jika diminum dalam jumlah yang tepat. 
“Ini merupakan penelitian pertama pada manusia yang menunjukkan secangkir kopi memiliki dampak terhadap fungsi lemak coklat,” katanya. 
Penelitian ini berimplikasi besar karena obesitas merupakan permasalahan utama kesehatan saat ini. Itu bisa memicu epidemic diabetes dan ternyata kopi menjadi solusinya.
“Kita akan terus meneliti manfaat kopi,” kata Symonds.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 01 Agustus 2019

Bank BNI Bekerjasama Dengan TNI AD, untuk Mengembangkan Pembayaran Gaji Nontunai Kepada Prajurit.

Bank BNI Bekerjasama Dengan TNI AD, untuk Mengembangkan Pembayaran Gaji Nontunai Kepada Prajurit.
Achmad BaiquniPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Telah bekerjasama dengan jajaran TNI (Tentara Nasional Indonesia), untuk mengembangkan system pembanyaran gaji dan tunjangan kinerja secara nontunai atau cashless.

 Menurut Achmad baiquni mengambil langkah ini untuk mendukung pogram pemerintah yaitu Cashless Society, agar masyarakat atau prajuritTNI lebih mengambil tindangan nontunai dalam kebutuhan sehari-hari.


Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, bahwa Bank BNI akan membantu pengelolaan keuanganpara prajurit sekaligus mengedukasi pengelolaan keuangan mereka untuk jangka panjang, salah satunya dalam bentuk tabungan.


BNI juga memberikan peluang lebih besar pada prajurit yang ingin berinvestasi dengan memanfaatkan tunkin,” ujar Baiquni di Jakarta, kemarin.


Menurut Achmad Baiquni, pembayaran tunjangan kinerja tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu syarat atau jaminan pada saat ingin memperoleh kredit investasi, misalnya kredit kepemilikan rumah atau keperluan lainnya pada masa bendatang.


“Sebagai lembaga keuangan yang berpengalaman, BNI memiliki berbagai produk dan layanan yang bisa mempermudah pengelolaan keuangan TNI sekaligus memfasilitasi kebutuhan jasa perbankan seluruh anggotaTNI dan PNS di lingkungan TNI,” katanya.


Selain itu, kata dia, anggota TNI yang mengikuti latihan gabungan militer seperti Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), juga mendapatkan fasilitas asuransi jiwa dari BNI Life yang dirancang khusus untuk anggotaTNI.


Menurut Baiquni, anggota TNI juga dapat memanfaatkan fasilitas e-banking mulai dari SMS banking ,internet bankingATMmobile banking, serta phone banking untuk melakukan transaksi dengan mudah, seperti transaksi pembelian pulsa, listrik, tiket, dan lainnya. 


BNI juga memberikan solusi dalam pengelolaan anggaran belanja barang dan belanja modal TNI, yaitu melalui solusi pembiayaan Supply Chain Financing (SCF) dan Garansi Bank bagi para mitra vendor TNI dengan berbagai penawaran istimewa.

“Semua solusi tersebut kami berikan guna mendukung terciptanya pengelolaan keuangan di lingkungan TNIyang lebih transparan, efektif, efisien dan modern,” kata Baiquni.


Panglima TNIMarsekal Hadi Tjahjanto menambahkan, pihaknya pun ingin mendidik prajurit agar lebih bisa mengoptimalkan dukungan kesejahteraan dari pemerintah. Hal itu bertujuan agar bisa digunakan pada kegiatan lebih produktif, tidak semata hanya untuk konsumtif.



Sumber;Akurat.co

Inilah Fitur Canggih dan Harga Huawei FreeLace


Huawei Consumer Business Group (BG) Indonesia yang resmi meluncurkan Huawei FreeLaceearphone nirkabel terbaru besutannya pada hari ini, (31/7).
Mengusung desain yang trendi dan sporty, FreeLace, earphone nirkabel terbaru milik Huawei juga dilengkapi berbagai macam fitur andalan demi menunjang penampilan serta memberikan pengalaman premium bagi penggunanya.
Salah satu yang menjadi andalannya yakni konektivitas Bluetooth yang sangat baik. Jadi, bagi pengguna yang baru saja memiliki FreeLace diyakini tidak akan mengalami masalah yang rumit dalam hal menghubungkan FreeLace ke smartphone.
Kualitas audio yang dapat dikatakan istimewa memberikan fokus bagi pengguna dalam hal mendengarkan musik, menonton film, atau bermain gim.
Selain itu, FreeLace juga dapat dihubungkan ke port USB Type-C dari smartphone, tablet, hingga PC untuk mengisi daya dan pengisian daya dari FreeLace di-support dengan fast charger, jadi tidak memerlukan waktu lama untuk mengisi daya.
Bukan hanya memiliki sifat fast charging, baterai FreeLace juga tahan lama, pada pengisian full, FreeLace dapat digunakan hingga 18 jam.
Selain itu, Huawei FreeLace dapat membebaskan pengguna dari kabel yang kusut. Pengguna akan merasa bebas ketika memakai earphone Huawei FreeLace dalam segala aktivitas tanpa adanya gangguan kabel.
Pada masing-masing speaker, terdapat unit driver dinamis besar dengan diameter 9.2mm. Terdiri dari diafragma TPU ultra-tipis dan pelapisan titanium, driver memberikan bass yang kuat dan treble yang halus, mikrofon menggabungkan desain rongga ganda yang tidak seperti mikrofon di earphone tradisional, memiliki saluran tambahan untuk ventilasi udara, yang berfungsi mengurangi efek gangguan suara lain.
Selain mudah dalam penggunaannya, Huawei FreeLace hadir dengan serangkaian fitur yang membantu memberikan pengalaman pengguna terbaik. Magnetic Switch meningkatkan portabilitas earphone, sementara sensor Hall yang dapat membuat kontrol lebih intuitif dari sebelumnya.
Huawei FreeLace tersedia dalam dua pilihan warna yakni Graphite Black & Amber Sunrise. Huawei Freelace sudah dapat dipesan secara pre-order di Indonesia mulai 26 Juli hingga 8 Agustus.
Huawei FreeLace dibanderol senilai Rp.999 ribu per unit. Selama periode pre-order, pelanggan dapat membeli Huawei FreeLace hanya di Huawei Experience Shop, Erafone, dan JD.id.


Sumber: Akurat.co