Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2019

Inilah 5 Tanda Produktivitas Kerja Telah Menurun

Dunia kerja memang sangat menyita banyak waktu, akibatnya kita sering merasakan stress berlebihan dan tak jarang mood akan menjadi berantakan.
Dampaknya, produktivitas terganggu dan bisa saja mendapatkan penilaian buruk dari rekan kerja dan atasan.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan beberapa hal yang menjadi tanda ketika kinerjamu mulai menurun.
1. Mudah marah
Kalau kamu bereaksi secara berlebihan dalam menanggapi sebuah tugas atau pekerjaan, maka mood-mu sedang tidak baik. Jika keadaan ini kamu biarkan, bisa-bisa produktivitas kerjamu semakin menurun. Dampaknya, deadline tidak lagi terkejar, penilaian dari atasanmu pun juga memburuk.
2. Meja kantor tidak lagi nyaman
Meja kantor atau kubikel di kantor adalah tempat di mana kamu bisa beraktivitas sehari-harinya. Jika kamu sudah merasa meja kantor tidak lagi nyaman dan merasa selalu ingin cepat pergi dari kantor, maka kamu sudah tidak lagi nyaman beraktivitas di lingkungan kerjamu.
3. Hilang fokus
Tanda lain kalau kamu sedang mengalami penurunan produktivitas kerja adalah susahnya berkonsentrasi mengerjakan tugas kantor. Padahal, biasanya kamu sanggup mengerjakan tugas dengan sangat tepat waktu. Bahkan, untuk beberapa pekerjaan yang dianggap mudah pun, kamu memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya.
4. Suka terlambat
Produktivitas kerja menurun tandanya bisa dilihat sejak kamu bangun tidur. Di pagi hari, kamu merasa malas berangkat ke kantor yang mengakibatkan kamu ogah-ogahan dan akhirnya terlambat masuk ke kantor. Bahkan, beberapa waktu kamu sengaja tidak masuk kantor dengan alasan yang kamu buat-buat.
5. Susah berkomunikasi
Bekerja di kantor adalah bekerja secara tim atau bekerja dengan orang lain. Kamu akan selalu berkomunikasi dengan rekan kerjamu meski tugas kantor dikerjakan secara individu. Jika kamu sudah merasa komunikasi tidak lagi penting, bahkan jika harus rapat bulanan kamu hanya berbicara seperlunya saja, maka kinerjamu sedang menurun.
Tanda-tanda ini tidak hanya berguna bagi para karyawan tetapi juga para atasan untuk segera memperbaiki pola kerjanya. 


Sumber: Akurat.co

Selasa, 23 Juli 2019

Inilah 5 Tanda Lingkungan Kerja "Toxic" Yang Bisa Membuat Kita Depresi

Bekerja kantoran dengan tim yang saling support satu sama lain memang menjadi keinginan setiap orang, dengan tim yang kompak kita akan bisa menyelesaikan setiap masalah yang ada dikerjaan kita.
Lingkungan kerja memang menjadi salah satu hal yang paling signifikan terhadap kondisi kejiwaaan bahkan kepribadian seseorang. Pasalnya, hampir sebagian besar waktu harian dihabiskan dalam lingkungan kerja. Seorang karyawan bisa saja sangat bahagia atau nyaman dan bisa saja stres atau mudah marah ketika berada di kantor.
Maka dari itu, mengetahui ciri-ciri lingkungan kerja yang “toxic” sangat membantumu untuk tidak terjerumus ke kondisi kejiwaan yang kurang baik.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai tanda atau ciri lingkungan kerja yang kurang sehat.
1. Saling menjatuhkan, saling menyalahkan
Berbagai pendapat atau berdiskusi dalam sebuah lingkungan kerja memang menjadi hal yang lumrah. Bahkan, hal tersbeut harus ada dalam sebuah lingkungan kerja. Tetapi jika yang kamu temukan adalah lingkungan yang saling menyalahkan ketika diskusi dan bahkan banyak pihak yang saling menjatuhkan, maka lingkungan tersebut sudah tidak lagi kondusif. Bahkan, kamu bisa saja terseret ke dalam lingkaran yang kurang sehat tersebut.
2. Kritikan maksimal, pujian minimal
Kritik adalah satu hal yang paling penting dalam bekerja atau berkarya. Selain untuk meningkatkan kapasitas diri, kritik juga dapat meningkatkan kesadaran akan diri sendiri karena lebih sering melakukan refleksi diri. Tetapi jika kritikan hanya bersifat menjatuhkan atau bahkan tidak sesuai dengan kapasitas, maka dapat membuat kinerja memburuk. Bahkan, jika kritikan tersebut tidak disertai pujian yang seimbang. Padahal pujian dapat meningkatkan produktivitas serta mood kerja. Bahkan, dengan jarangnya dipuji tetapi malah terlalu banyak dikritik, rasa stres para pekerja dapat meningkat.
3. Pendapat disepelekan
Setiap lingkungan kerja selalu akan mengadakan rapat bulanan atau rapat harian atau mingguan. Di setiap waktunya pasti akan ada ide dari masing-masing karyawan. Dan setiap ide patutlah dihargai. Jika kamu tidak mendapati ini di lingkungan kerjamu, maka segeralah berpikir ulang untuk meneruskan pekerjaanmu di tempat tersebut. Walaupun tidak seluruh ide dari setiap orang diterima, tetapi paling tidak jika ada koreksi atau pertimbangan agar perusahaan lebih baik lagi, maka karyawan tidak akan merasa kecil hati atau kecewa.
4. Manajemen yang tidak jelas
Manejemen dalam sebuah perusahaan atau startup adalah roh. Bahkan, manajemen atau pengelolaan adalah cermin dari lembaga atau institusi tersebut. Jika manajemen ini kurang baik, maka susah untuk menjamin perusahaan tersebut dapat membuat para pekerjanya nyaman. Jika kamu mendapati pergantian jabatan yang tidak berpola atau sering mendadak, kebijakan atau aturan yang sering berubah tanpa ada komunikasi, atau tidak adanya komunikasi yang baik antar divisi dalam kantormu, maka siap-siap memulai perjalanan di tempat lain.
5. Kerja tanpa mengenal waktu
Manajemen perusahaan juga sangat berpengaruh kepada pembagian kerja. Jika pembagian kerja tidak merata, maka pekerjaan bisa saja tertunda. Selain itu, seorang pekerja bisa saja bekerja over time dan over work yang akhirnya membuatnya memilih untuk resign. Jika kamu mendapati perusahaan yang memiliki arus pergantian karyawan yang cepat maka bisa dipastikan manajemennya kurang baik. Karyawan akan merasa cepat tertekan oleh berbagai jobdesk yang ada.
Itulah beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika berada dalam lingkungan kerja. Pastikan hal tersebut tidak terjadi di tempat kerjamu agar tidak mudah tertekan dan depresi.


Sumber: Akurat.co

Minggu, 05 Mei 2019

Haruskah CV Dilengkapi Foto Saat Melamar Pekerjaan?

Saat kita ingin melamar pekerjaan disebuah perusahaan, Curriculum Vittae atau CV adalah satu hal yang sangat penting dan tak bisa dilewatkan.
Curriculum Vittae atau CV menjadi kunci bagi perusahaan untuk mengetahui riwayat hidup pegawai baru. Dari CV, masa depan seseorang bisa saja ditentukan.
Ada hal menarik diungkapkan pendiri Adzuna, situs pencari kerja asal Inggris, Andrew Hunter. Dia menyarankan agar kandidat pelamar seharusnya tak perlu memasang foto di CV.
“Perusahaan tiak ingin dipengaruhi gender atau penampilan calon pekerjanya,” kata Hunter dilansir AkuratTren dari Daily Mail.
Penelitian terbaru yang dilakukan Adzuna menegaskan pentingnya soft skills berkaitan dengan komunikasi menjadi hal yang penting. 11 persen iklan lowongan pekerjaan selalu menyebutkan kemampuan tersebut, diikuti dengan kemampuan mengorganisasi dan merencanakan.
Nah, Andrew Hunter memberikan bagaimana kamu bisa menulis CV yang baik. Diharapkan dengan trip dan trik tersebut bisa membuka pelaung kamu bisa menemukan pekerjaan barumu.
Jadi yang terbaik: Akurat dan bebas
Kesan pertama di CV adalah seperti pertemuan tatap muka. Apakah CV menunjukkan petualanganmu dengan akurat.
Jika tidak, kamus seharusnya kamu merevisi CV-mu. Kamu harus menjamin langkah kariermu dan ambisimu. Selain itu, kamu juga harus menunjukkan bagaimana riwayat pekerjaan, pendidikan, dan kemampuan kunci yang kamu miliki.
Struktur CV itu kunci
Format CV tidak sama untuk semua orang dan setiap kondisi. Format itu sesuai dengan dirimu sendiri dan pengalaman yang dimiliki.
Setidaknya terdapat tiga struktur CV. Pertama, CV kronologis yang secara umum digunakan banyak orang. Itu dianggap muda karena sesuai dengan pengalaman kerja orang tersebut.
Kedua, CV skill dan fungsional. Itu lebih menekankan pada kemampuan dan keahlian. Itu digunakan untuk posisi senior.
Ketiga, hibrid atau kombinasi. Itu merupakan format populer karena mengombinasikan antara CV kronologi dan fungsional.
Gambarkan dengan sempurna
CV kamu adalah hal pertama perusahaan bisa melihat kamu, termasuk bagaimana kamu menggambarkan seperti apa dirimu. Buatlah kalimat pendek dan poin yang menunjukkan sisi keunikanmu.
Hindari CV yang mubazir
Kamu harus "menjahit" CV dengan baik. Sesuai dengan setiap perusahaan yang kamu daftar. Sesuaikan dengan pekerjaan yang hendak kamu lamar.


Sumber: Akurat.co