Tampilkan postingan dengan label Google Play Store. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google Play Store. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juni 2019

Menurut Penelitian, Google Play Store Ternyata Menjadi Rumah Bagi Ribuan Aplikasi Palsu Berbahaya

Sepertinya, hampir semua pengguna Android mengunduh aplikasi melalui platform Google Play Store, sangat jarang dari para pengguna Android mendownload aplikasi yang diinginkan melalui browser mereka yang tidak jelas sumbernya darimana.
Meski Google berusaha memposisikan diri sebagai penyalur aplikasi resmi lewat Play Store-nya, hasil penelitian mengungkapkan bahwa platform Google Play Store telah menjadi rumah bagi ribuan aplikasi palsu berbahaya.
Dilansir dari Times Now, Selasa (25/6), hasil penelitian tersebut dilakukan oleh pihak ketiga selama dua tahun. Para peneliti dari University Of Sydney dan Commonwealth Scientific And Industrial Research Organisation (CSIRO) telah menganalisis lebih dari satu juta aplikasi.
Hasilnya menunjukkan bahwa sejumlah aplikasi yang mengkhawatirkan, di mana beberapa diantaranya adalah aplikasi sangat populer yang ternyata berpotensi berbahaya untuk diunduh.
Berdasarkan penelitian tersebut, sebanyak 2.040 aplikasi palsu yang berpotensi mengandung malware ditemukan di Google Play Store. Hal ini tentu membahayakan pengguna smartphone berbasis Android di seluruh dunia.
Aplikasi palsu yang beredar di platform resmi jelas merupakan masalah, tetapi masalah lebih besar adalahnya banyaknya aplikasi populer yang dipalsukan. Aplikasi seperti Temple Run, Free Flow, dan Hill Climb Racing ternyata memiliki kerentanan terhadap serangan siber.
Menurut para peneliti, aplikasi palsu dapat ditemukan dengan menggunakan alat yang dapat mengidentifikasi aplikasi dengan ikon serupa yang telah dirancang untuk menipu pengguna. Selama penelitian, para peneliti menggunakan metode ini untuk menemukan satu juta aplikasi yang mencurigakan.
Aplikasi-aplikasi ini kemudian dikategorikan ke aplikasi mana yang seharusnya mereka salin.  Proses ini kemudian mempersempit jumlah aplikasi yang berpotensi palsu menjadi 49.608 aplikasi.
Kemudian para peneliti memeriksa malware secara terpisah, dan mengungkapkan lebih dari dua ribu aplikasi benar-benar menimbulkan ancaman serius. Google sendiri telah melalukan antisipasi, mereka telah menurunkan ribuan aplikasi yang teridentifikasi membahayakan.

Sumber: Akurat.co

Senin, 29 April 2019

Google Sudah Blokir 6 Aplikasi dari Cina

Google memang dikenal selektif dan selalu mensortir aplikasi-aplikasi yang ada di Google playstore.
Google juga tak segan untuk memblokir aplikasi-aplikasi yang sekiranya bisa disalah gunakan.
Baru-baru ini Google memblokir pengembang Cina populer di Google Play Store, dan secara sistematis menghapus puluhan aplikasinya setelah BuzzFeed dan peneliti keamanan menemukan bahwa pengembang itu melakukan penipuan iklan dan menyalahgunakan izin pengguna.
DO Global, yang sebagian dimiliki Baidu, ditemukan telah memproduksi klik iklan palsu untuk mendapatkan penghasilan, di antara praktik penipuan lainnya.
Dilansir dari The Verge, Sabtu (27/4) bahwa Google mengatakan pemblokiran itu sebagai tanggung jawabnya untuk melindungi pengguna dan pengiklan. Google sudah berinvestasi dalam alat dan sumber daya untuk memerangi penipuan dan penyalahgunaan global.
"Kami secara aktif menyelidiki perilaku jahat, dan ketika kami menemukan pelanggaran, kami mengambil tindakan, termasuk penghapusan kemampuan pengembang untuk memonetisasi aplikasi mereka dengan AdMob atau menerbitkan di Play," kata Google dalam sebuah pernyataan.
Setidaknya enam aplikasi ditemukan oleh para peneliti berisi kode untuk mengklik iklan palsu yang berjalan di latar belakang, bahkan ketika pengguna tetap menutup aplikasi.
DO Global sebelumnya memiliki sekitar 100 aplikasi di PlayStore yang banyak di antaranya terdaftar di bawah nama pengembang lain, seperti Pic Tools Group. BuzzFeed melaporkan bahwa 46 aplikasi di antaranya sudah dihapus dari PlayStore oleh Google.

Sumber: Akurat.co