Tampilkan postingan dengan label Ipad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ipad. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juli 2019

Peneliti Project Zero Google Temukan Bug Di IMessage Yang Bisa Merusak IPhone

Tak selamanya aplikasi yang tersedia di playstore aman oleh bug ataupun malware dan sejenisnya.
Pasalnya peneliti Project Zero Google, Natalie Silvanovich baru-baru ini menemukan bug IMessage yang berpotensi dapat merusak IPhone. Ini menyebabkan User Interface (UI) tidak bisa ditampilkan dan ponsel berhenti merespon input.
Kondisi ini menyebabkan ponsel menjadi tidak dapat digunakan segera setelah tidak terkunci. Satu-satunya cara untuk memperbaiki ponsel adalah dengan reboot ke mode pemulihan dan melakukan pengembalian. Tentu hal ini akan menyebabkan hilangnya data pada perangkat.
Melansir Ubergizmo, Selasa (9/7), kabar baiknya adalah dilaporkan bahwa masalah ini telah ditambal di IOS 12.3. Artinya selama pengguna memperbaharui IPhone ke versi IOS 12.3 atau lebih baru, maka perangkat akan terlindungi.
Pengguna yang belum meperbaharui perangkat iOS sangat dianjurkan untuk memastikan bahwa IPhone-nya menjalankan setidaknya sistem operasi IOS 12.3.
Sementara itu, ini bukan pertama kalinya bug IMessage ditemukan. Pada tahun 2015 lalu, bug serupa dengan masalah yang sama menyerang IPhone.
Ada juga bug lainnya yang ditemukan pada tahun lalu, di mana ketika pengguna mengirim karakter aneh melalui IMessage menyebabkan IPhone berhenti beroperasi.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 25 Juni 2019

IOS 13 Versi Beta Telah Di Rilis Apple, Apakah Aman?

Sebagian besar pengguna smartphone di dunia adalah pengguna produk Apple, entah itu IPhone ataupun IPad.
Kabarnya Apple baru saja meluncurkan versi beta dari IOS 13 dan IPad OS 13 pertamanya ke publik. Jadi, tidak diperlukan akun pengembang untuk bisa mengunduhnya.
Sekarang, pengguna IPhone atau IPad yang kompatibel dapat mencoba semua fitur dari sistem operasi terbaru yang sedang dikerjakan Apple. Perlu diingat bahwa ini masih versi beta, di mana sangat memungkinkan pengguna mengalami beberapa masalah atau bug.
Melansir Ubergizmo, Selasa (25/6) Apple akan terus merilis versi beta setiap beberapa minggu sebelum meningkatkannya dan dirilis secara final ke publik. Apple belum memberikan tanggal rilis pasti untuk IOS 13 dan IPad OS 13.
Kemungkinan besar peluncuran dilakukan pada bulan September tahun ini. Sementara itu, program beta publik ini akan menjadi proses pengumpulan data dan pengujian untuk melakulan perbaikan serta peningkatan pada perangkat lunak sebelum benar-benar dirilis ke semua pengguna.
Sistem operasi terbaru besutan Apple itu sendiri hadir dengan perubahan dan peningkatan besar. Contohnya, IOS 13 akan memperkenalkan sistem manajemen baterai baru. Diharapkan dapat membantu memperlambat penuaan pada baterai IPhone.
Ada lagi kemampuan dukungan multi-cam, membuat pengguna dapat merekam video lewat ponsel dari bagian depan belakang secara bersamaan. Selain itu, pembaruan IOS 13 mendatang memungkinkan pengguna untuk saling berbagi audio, dan masih banyak lainnya.
Sayangnya tak semua model IPhone bakal bisa menikmati perubahan besar IOS 13. Rumornya, semua perangkat iOS yang dirilis sebelum 2016 tidak akan menerima IOS 13. Artinya, hanya IPhone 7, IPhone 7 Plus, dan seri lebih baru yang akan mendukung pembaruan tersebut.

Sumber: Akurat.co

Jumat, 10 Mei 2019

Diam-diam Apple Beli Perusahaan Baru Setiap 2 Minggu

Perusahaan Apple.Inc adalah perusahaan teknologi multinasional yang merancang, mengembangkan, dan menjual barang elektronik konsumen, perangkat lunak komputer dan layanan daring.
Siapa yang sangka, ternyata Apple punya kebiasaan diam-diam ketika mengakuisisi perusahaan lain. Tanpa banyak orang tahu, Apple kerap membeli perusahaan rintisan dalam tempo yang tidak masuk akal.
CEO Tim Cook mengatakan bahwa Apple membeli perusahaan baru rata-rata setiap dua minggu hingga tiga minggu. Dalam enam bulan terakhir saja, Apple sudah membeli puluhan perusahaan.
“Setengah tahun, Apple membeli 20 perusahaan sampai 25 perusahaan. Frekuensinya sesering saya membeli kebutuhan pokok di toko,” ujarnya seperti melansir Telset.
Untuk membeli perusahaan sebanyak itu, Apple hanya mengeluarkan uang sebesar 225,4 miliar dolar AS. Jumlah tersebut terbilang kecil untuk proses akuisisi perusahaan.
Tahun lalu, Apple mengalami perlambatan penjualan iPhone selama empat bulan terakhir. Akibatnya, pendapatan perusahaan pun turun sebesar 15 persen ketimbang tahun sebelumnya.
Menurut laporan pendapatan Apple, iPhone yang digunakan secara aktif saat ini berjumlah lebih dari 900 juta perangkat. Apple Watch, iPad, iPod, dan Mac juga masih dipakai oleh banyak konsumen.
Sampai awal 2019, total perangkat buatan Apple yang digunakan oleh konsumen mencapai 1,4 miliar unit. Sayang, Apple tidak menjelaskan detail terkait angka pengguna masing-masing produk.
Apple mengonfirmasi bahwa jumlah total penggunanya bertumbuh sebanyak lebih dari 100 juta dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Angka itu meningkat sebesar 40 persen dibanding 2016.


Sumber: Akurat.co