Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juli 2019

Inilah Spesifikasi AMD Radeon RX 5700 Khusus Gaming


Industri elektronik memang terus berkembang, bahkan perkembangannya bisa dibilang sangat cepat, salah satu contohnya ada pada elektronik-elektronik bertema gaming.
Baru-baru ini AMD resmi mengumumkan platfrom PC gaming terbarunya, yaitu Radeon RX 5700 di Jakarta, Senin (29/7). Kartu grafis Radeon RX 5700 series yang merupakan kartu grafis bagi gamer pada resolusi 1440p.
Kartu grafis AMD Radeon RX 5700 series memanfaatkan asitektur gaming RDNA yang dirancang khusus untuk performa, skalabikitas dan efesiensi daya. Kartu grafis Radeon RX 5700 juga menawarkan fitur-fitur untuk meningkatkan gaming1440p. Untuk mengetahui lebih detail, berikut ulasan dari fitur baru Radeon RX 5700 series.
Radeon Image Sharpening
Memunculkan visual in-game yang bertekstur dan realistis yang telah dihaluskan oleh efek paska pemrosesan DirectX 9, 12,. Selain itu, Radeon Image Sharpening dalam AMD Radeon RX 5700 memiliki visual tajam dan frame rate yang lancar karena telah dikombinasikan dengan peningkatan GPU Radeon.
FildelityFx
Menawarkan pengguna game toolkit open source dengan efek paska produksi yang dapat memabantu mereka menciptakan tampilan yang indah melalui visual dan performa. FildelityFx yang disematkan pada AMD Radeon RX 5700juga memiliki contrast adaptive sharpening yang merupakan sebuah filtur yang dapat memunculkan detail pada area low contrast adaptive.
Radeon Anti Lag
Terakhir, fitur yang tak kalah menariknya, AMD Radeon RX 5700 dioptimalkan untuk eSport yang bisa meningkatkan kompetisi dengan mengurangi waktu respon input to display hingga 31 persen.


Sumber: Akurat.co

Lewat Grab SoftBank Investasi 2 Miliar Dolar US Untuk Kembangkan Infrastruktur Digital di Indonesia

Baru-baru ini, SoftBank dikabarkan telah melakukan investasi sebesar 2 miliar dolar US kepada Grab untuk digunakan di Indonesia. Hal tersebut dilakukan guna mendorong pembangunan Infrastruktur digital dan transformasi layanan penting di Tanah Air.
Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, menjelaskan, pihaknya bersama SoftBank berupaya menciptakan jaringan transportasi generasi terbaru dengan membangun ekosistem kendaraan elektrik yang ramah lingkungan.
Perusahaan penyedia layanan on-demand itu mengklaim akan mengembangkan solusi geo-mapping untuk mendorong adopsi teknologi masa depan. Selain itu, Grab juga akan meluncurkan layanan kesehatan digital untuk meningkatkan aksesnya ke seluruh masyarakat Indonesia.
Chairman and CEO SoftBank Group, Masayoshi Son, mengatakan sektor teknologi di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Dia pun sangat senang karena bisa berinvestasi bagi masa depan tanah air melalui Grab Indonesia.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan Indonesia memiliki iklim investasi yang baik. Untuk itu seluruh pihak berupaya mendukung kemudahan investasi di Tanah Air.
Pihaknya pun, kata Luhut, menantikan kerjasama dengan dua perusahaan tersebut guna memberdayakan UMKM, meningkatkan pariwisata, dan sektor kesehatan.
Ridzki menyatakan, sebagai perusahaan teknologi yang menyandang status decacorn, Grab meyakini berada pada posisi yang tepat guna mendukung terwujudnya lebih banyak perusahaan berbasis high technology dan Infrastruktur dari indonesia.

Sumber: Akurat.co

Inilah Ide Gila dan Nyelenah Dari Samsung Untuk Proyek Smartphonenya

Pada era ini, perusahaan-perusahaan teknologi terus mengembangkan teknologinya, tak jarang banyak ide-ide gila dan nyeleneh dalam hal berinovasinya.
Baru-baru ini, Samsung memiliki ide nyeleneh untuk memaksimalkan layar dari perangkat kecil seperti ponsel. Bukan lagi modifikasi layar lipat seperti yang sudah Samsung rilis beberapa waktu lalu. Ya, Samsung berencana merilis Smartphone Tiga Layar ke pasar global. Satu di atas yang lain dan itu terbuka seperti kipas.

Di kantor paten Korea, pada Agustus 2018, Samsung mengajukan desain Smartphone Tiga Layar berikut sistem kerjanya. Tetapi tidak disetujui sampai awal 2019. Layar yang terdiri dari tiga panel dan berporos pada satu sumbu itu terus dipelajari oleh kantor hak paten Korea, baik dari segi kelayakan maupun keunikannya.

Sayangnya, paten itu sendiri tidak memasukkan terlalu banyak teks yang menerangkan secara spesifik bagaimana Smartphone Tiga Layar itu bekerja. Masih ada kerancuan apakah itu termasuk dalam golongan smartphone, tablet atau terminal multimedia.
Lupakan sejenak soal upaya Samsung yang berjuang untuk mendaftarkan inovasinya. Ada bagian menarik dari Smartphone Tiga Layar ini. Ketika perangkat dilipat, hanya layar bagian atas yang dapat diakses. Dua layar lainnya, yang terletak berlapis-lapis di bawahnya, berputar pada sumbu untuk membuka seperti kipas.
Meskipun ini Smartphone Tiga Layar bisa sangat berguna untuk multitasking, banyak yang menilai itu cara yang aneh. Mengapa? Kenyataannya sulit untuk menyesuaikan aplikasi yang disertakan. Bahkan, para pembuat aplikasi akan bekerja keras untuk beradaptasi dengan sistem tiga layar yang tentu saja memiliki ukuran tampilan berbeda dari biasanya.
Masalah lain pada Smartphone Tiga Layar adalah kesulitan untuk memasukkan komponen ponsel -baterai, kamera dan sebagainya-, terutama ketiga tubuh dibagi menjadi tiga. 
Ide Samsung membuat Smartphone Tiga Layar ini hampir sama gilanya dengan Oppo yang pernah mendaftarkan satu layar yang lebih kecil keluar dari layar lainnya.

Sumber: Akurat.co

Senin, 29 Juli 2019

Huawei Maksimalkan Penggunaan Chipset Kirin Untuk Hadapi Perang Dagang

Perusahaan Teknologi asal TiongkokHuawei saat ini sepak terjangnya didunia teknologi memang harus di acungi jempol, pasalnya banyak sekali inovasi-inovasi terbaru yang hadir dari perusahaan asal Tiongkok itu.
Terkait soal chipset, sama halnya dengan Samsung dan Apple, perusahaan telekomunikasi asal TiongkokHuawei dikabarkan akan memaksimalkan penggunaan chipset sendiri milik mereka untuk produk dimasa depan, meskipun sampai saat ini perusahaan masih menggunakan beberapa chipset dari Qualcomm.
Melansir dari Ubergizmo, pada Minggu (28/7). Chipset Huawei untuk produksi mereka dimasa depan yakni bernama Chipset Kirin.Hal tersebut dilakukan perusahaan guna mengurangi ketergantungan mereka dalam penggunaan chipsetdari perusahaan lain yakni Qualcomm dan MediaTek.
Menurut beberapa laporan, pada paruh kedua tahun lalu penggunaan chipset kirin untuk produk huawei kurang dari 40%, dan mereka mengalami peningkatan 5% penggunaan chipset kirin pada paruh pertama tahun 2019 lalu yakni menjadi 45%.
Kendati demikian, Huawei masih mengharapkan adanya pengingkatan kembali untuk penggunaan chipset kirin tersebut di paruh kedua tahun ini, mereka menargetkan penggunaan chipset kirin mencapai 60%.
Dengan begitu Huawei harus dapat memaksimalkan secara baik penggunaan chipset milik perusahaan sendiri, terlebih Qualcomm yang merupakan perusahaan asal AS masih sangat dibatasi produksinya untuk keperluan Huawei.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 25 Juli 2019

Teknologi Dari Whistle Ini Bisa Pantau Kesehatan Hewan

Perkembangan zaman tak luput dari perusahaan-perusahaan teknologi, perusahaan teknologi terus juga berinovasi dengan terobosan-terobosan barunya, salah satu contohnya adalah Whistle
Whistle kembali luncurkan teknologi canggih untuk hewan, yakni Whistle Go dan Whistle Go Explore yang berguna memantau kesehatan hewan peliharaan.
Khusus untuk seri Whistle Go, alat ini bisa melacak perilaku hewan semisal tidur, menjilat, hingga menggaruk. Lewat perilaku ini, nantinya para pemilik hewan mengetahui terdapat perubahan kesehatan atau tidak terhadap hewan peliharaanya.
Mengutip Star Online, Kamis (25/7), perbedaan antara Whistle Go dan Whistle Go Explorer terdapat pada baterainya. Jika baterai Whistle Go dapat bertahan hingga 10 hari, baterai milik Whistle Go Explorer mampu bertahan hingga 20 hari.
Sebelumnya, Whistle juga pernah menciptakan teknologi canggih yang berfungsi mengirim informasi lokasi serta aktivitas hewan peliharaan lewat smartphone.


Sumber: Akurat.c

Rabu, 24 Juli 2019

Dianggap Sebagai Pionir, Inilah 7 Perusahaan Teknologi Yang Mengubah Cara Dunia Bekerja

Bisnis didunia teknologi memang sangat banyak saat ini, berbagai startup bermunculan, inovasi dari setiap startup memanaskan persaingan didunia teknologi.
Ada beberapa startup yang dianggap sebagai pionir dan mengubah cara dunia bekerja, apa saja startup tersebut?
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai startup yang dianggap mengubah dunia.
1. Uber
Pesan taksi tak lagi harus datang ke agen-agen travel atau melalui resepsionis hotel. Melalui ponsel pintar, taksi tidak hanya bisa dipesan, tetapi bisa datang sesuai jadwal yang diinginkan. Uber adalah teknologi di balik itu. Didirikan pada Maret 2009 oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp, Uber telah beroperasi di 290 kota di 58 negara.
2. AirBnB
Merupakan situs pencarian hotel yang tidak lagi menyewakan hotel. AirBnB adalah pionir dalam menyewakan properti pribadi untuk para wisatawan. Melalui perusahaan yang didirikan 10 tahun silam ini, rumah, motel, bahkan ruangan pribadi bisa disewakan. Saat ini, startup yang didirkan oleh Joe Gebbia dan kedua rekannya, Brian Chesky dan Nathan Blecharczyk ini telah beroperasi di 34 ribu kota di 190 negara.
Salah satu media sosial pendobrak sejarah dunia adalah Facebook. Perusahaan ciptaan Mark Zuckenberg ini tidak hanya berhasil merajai ponsel pintar yang ada di seluruh dunia, tetapi juga teknologi digital yang ada di dunia. Hingga saat ini, perusahaan yang telah didirikan sejak 15 tahun lalu ini telah ada dalam 37 bahasa yang berbeda. Selain itu, Facebook diklaim telah memiliki 2,3 miliar pengguna di seluruh penjuru dunia.
4. Google
Google telah membuat manusia menjadi satu langkah lebih mudah dalam menggali berbagai informasi. Tidak hanya itu, saat ini Google juga berkembang ke berabgai bidang lain seperti membuat peta dunia. Mendigitalkan berbagi buku di dunia, hingga membuat orang dengan berbagai bahasa mudah berkomunikasi dengan Google Translate, adalah sumbangsih yang diberikan perusahaan multinasional yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada september 1998 atau 20 tahun silam ini.
5. Amazon
Jika Google mengubah dunia dalam mendapatkan dan memproduksi informasi, Amazon mengubah dunia dalam berbisnis. Perusahaan multinasional yang didirikan lebih dari 25 tahun silam ini telah merajai bidang retail di seluruh dunia. Bahkan saat ini, perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos pada Juli 1994 ini menjadi perusahaan teknologi terkaya di dunia.
6. Microsoft
Barangkali lebih dari separuh orang di seluruh dunia akan memulai setiap paginya dengan membuka aplikasi Office, Excel, Power Point, atau Word. Itulah beberapa produk perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen ini, yang juga memberikan pengaruh besar terhadap kinerja penduduk dunia. Perusahaan yang berdiri sejak April 1975 ini juga menghadirkan sistem operasi yang memudahkan komputer untuk digunakan oleh semua orang.
7. Nokia
Jika tidak ada teknologi GSM yang diciptakan oleh Nokia, maka saat ini gadget juga kemungkinan besar tidak ada di genggaman tangan kita. Perusahaan asal Finlandia yang sudah ada di dunia selama lebih dari 150 tahun ini adalah sebuah representasi dari inovasi teknologi komunikasi.
Itulah berbagai perusahaan yang memiliki inovasi hingga akhirnya mengubah cara kerja dunia.


Sumber: Akurat.co

Selasa, 23 Juli 2019

Petani Ini Sebut Youtube Lebih Menghasilkan Ketimbang Hasil Panen

Youtube saat ini memang sedang digandrungi oleh banyak orang karena menguntungkan dari segi penghasilannya.
Hal itu diungkapkan oleh seorang Petani jagung dan kedelai di Minnesota bernama Zach Johnson, yang mengaku penghasilannya lebih sering ia dapat dari Youtube ketimbang dari pekerjaan intinya.
Johnson memang dikenal sebagai Youtuber dengan konten "MN Millennial Farmer". Menurutnya, Youtube telah membantu perekonomian keluarganya lima kali lipat ketimbang dari hasil pertaninnya.
Johnson sudah menjadi Youtuber selama 3 tahun. Hingga kini, ia telah memiliki 300.000 pengikut dan 50 juta orang yang melihat Channel Youtube miliknya.
Dalam kontennya, ia menceritakan tentang bagaimana keadaan ekonomi di desanya dan memberi tahu para konsumen tentang bagaimana pembuatan makanan yang ada di desanya.
Selain itu, di dalam videonya, Johnson juga sering berpesan kepada para konsumen untuk menghargai kinerja para Petani.
"Mereka harus tau dari mana makanan mereka berasal, dan siapa orang yang menanam makanan mereka," ujarnya, seperti dikutip dari Star Online, Selasa (23/7).

Sumber: Akurat.co

Senin, 15 Juli 2019

Setelah HongMeng, Huawei Daftarkan OS Terbarunya yang Bernama 'Harmony'

Pemberitaan mengenai Huawei memang tak pernah habis dibidang teknologi ini, pasalnya beberapa waktu lalu Huawei sempat berselisih dengan perusahaan teknologi Amerika Serikat dan Pemerintah Amerika Serikat, selain pemberitaan mengenai perseteruannya, Pemberitaan mengenai OS yang dibuat oleh Huawei tak bisa dilewatkan.
Setelah memproduksi Hongmeng OS beberapa waktu lalu, kini, Huawei kembali akan mendaftarkan OS terbaru mereka bernama Harmony.
Melansir Letsgodigital pada Senin (15/7), Huawei Tecnologies dikabarkan telah mendaftarkan Harmony OS pada 12 Juli lalu di EUIPO (Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa), Spanyol.
Pihak Huawei mengatakan, aplikasi ini dikategorikan pada 'kelas 9', di mana nantinya Harmony OS bisa digunakan oleh perangkat mobile dan komputer yang dapat download.
Namun hingga saat ini, pihak Huawei belum menjelaskan kapan aplikasi ini akan dirilis dan di negara mana saja yang akan diluncurkan.

Sumber: Akurat.co

Angkatan Udara Amerika Serikat Siap Uji Coba Kendaraan Robot Lapis Baja

Kalau bicara soal teknologi, nampaknya Amerika Serikat memang sangat diunggulkan, pasalnya banyak sekali teknologi yang dikembangkan oleh negara paman sam tersebut.
Salah satunya adalah teknologi dari Angkatan Udara Amerika Serikat yang telah mengumumkan juga bahwa mereka siap melakukan tes Kendaraan Robot lapis baja pada tahun depan. Robotic Combat Vehicle, nama Robot tersebut, akan dipersiapkan dalam pertempuran untuk masa depan.
Nantinya, para prajurit dapat mengendalikan Robot tersebut melalui melalui alat yang dinamkan Mission Enabler Technologies Demonstrator, yang merupakan awal dari Brasley Fighting Vehicle yang sudah ditingkatkan mutunya.
Melansir Ubergizmo, Senin (15/7), rencananya, ujicoba pertama akan dimulai di Fort Carson di Colorado pada Maret 2020. Para prajurit Amerika akan menyertakan sepasang MET-D dan empat Kendaraan Robot. Masing-masing akan dikendalikan oleh pengemudi, penembak,  dan empat tentara.
Ujicoba kedua akan menguji unit infantri yang akan dilaksanakan di Eropa pada Mei 2020 dan ujicoba ketiga dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir 2021 di mana enam MET-D dan empat Kendaraan Robot akan dilibatkan bersamaan dengan empat Kendaraan Robot ringan.


Sumber: Akurat.co

Kamis, 11 Juli 2019

Merasa Di Diskriminasi, AS Akan Selidiki Rencana Prancis untuk Perusahaan Teknologi Pajak

Amerika Serikat memang dikenal aware dengan teknologinya terlebih lagi soal perusahaan teknologi asal negara mereka, jadi tak heran jika Amerika Serikat melindungi privasi sampai pajak perusahaan teknologi di negara lain sekalipun.
Administrasi Trump mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki apakah pajak yang direncanakan Prancis pada perusahaan teknologi sama dengan praktik perdagangan yang tidak adil dengan mendiskriminasi perusahaan AS. Beberapa perusahaan yang dapat terpengaruh termasuk Apple, Facebook, dan Google.  
Penyelidikan, yang akan dilakukan oleh perwakilan perdagangan AS, datang setelah Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengusulkan pajak 3 persen pada pendapatan tertentuyang dapat diperoleh perusahaan teknologi besar menyediakan layanan digital kepada pengguna di Prancis.Investigasi 301jenis penyelidikan yang sama yang menyebabkan tarif pada Cina tahun lalumeningkatkan kemungkinan AS memberlakukan tarif baru.
"Amerika Serikat sangat khawatir bahwa pajak layanan digital yang diperkirakan akan melewati Senat Prancis besok secara tidak adil menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika," kata Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer seperti mengutip Cnet.
Robert menambahkan, presiden telah mengarahkan agar menyelidiki dampak undang-undang ini dan menentukan apakah itu diskriminatif atau tidak masuk akal dan membebani atau membatasi perdagangan Amerika Serikat.
Proposal, yang hampir melewati kedua majelis parlemen Perancis, akan mempengaruhi perusahaan dengan setidaknya 750 juta euro (845 juta dolar AS) dalam pendapatan di seluruh dunia dan penjualan digital total 25 juta euro di Perancis. Anggota parlemen Prancis menyebut proposal itu sebagai Les GAFA, singkatan untuk Google,Amazon, Facebook dan perusahaan Apple yang dituduh Perancis tidak membayar ongkos pajak pendapatan.
Apple dilaporkan mencapai kesepakatan tahun lalu dengan otoritas Prancis untuk membayar kembali pajak 500 juta euro (571 juta dolar AS). Le Maire memperingatkan pada bulan Desember bahwa negaranya akan mulai mengenakan pajak atas raksasa teknologi di tingkat nasional jika negara-negara Uni Eropa tidak dapat menyetujui pajak gabungan  atas pendapatan digital. 
Kelompok perdagangan Asosiasi Internet, yang mewakili Google, Facebook, Amazon, Microsoft dan perusahaan teknologi besar lainnya, memuji penyelidikan.
"Langkah hari ini oleh USTR adalah langkah penting dalam menjalankan kepemimpinan Amerika untuk membendung gelombang pajak diskriminatif baru di Eropa," jelas Jordan Haas, Direktur Kebijakan Perdagangan untuk Asosiasi Internet.


Sumber: Akurat.co

Rabu, 10 Juli 2019

Sudah Menemui Titik Terang, Huawei dapat Beroperasi Kembali di AS

Huawei dan Pemerintah AS nampaknya sudah menemui titik terang, pasalnya Pemerintah Amerika Serikat akan mengeluarkan lisensi keamanan untuk setiap perusahaannya yang ingin menjual barang ke perusahaan Telekomunikasi Raksasa asal Cina, Huawei. Dengan begitu, dapat dikatakan Huawei sudah bisa beroperasi kembali di AS.
Seperti dilansir dari Reuters pada Rabu (9/7), Hal tersebut dilakukan guna membangun kembali pembicaraan mengenai pasar dagang antara AS dengan Cina.
Belum lama ini, Presiden Trump mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika akan diizinkan untuk menjual produknya ke Huawei dan kegiatan tersebut tidak akan mendapatkan ancaman dari pemerintah AS.
Sebelumnya, Huawei masuk dalam daftar hitam produk yang dilarang produksinya di Amerika karena dianggap tidak memiliki lisensi khusus. Sempat diberhentikan beroperasi oleh pemerintah AS.
Pengamat ekonomi Gedung Putih AS, Larry Kudlow, pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh CNBC mengatakan, pemberian lisensi dari Pemerintah AS kepada Huawei  dapat membantu produksi Huawei. Sayangnya, sifatnya terbatas.
Kudlow menjelaskan, akan ada beberapa komponen atau suku cadang yang tetap dilarang dalam transaksi di antara keduanya, salah satunya segala bentuk transaksi apapun yang berkaitan dengan jaringan 5G.
Itu berarti tetap adanya pembatasan perizinan dalam hal penjualan barang ke Huawei. Barang-barang tersebut yang umumnya tersedia di pasar global termasuk vendor dari Taiwan, Korea Selatan dan Vietnam.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 26 Juni 2019

Hasil Studi University of Cambridge Menunjukkan Bahwa Pemain Game Online Tidak Gampang Terkena Hoaks

Hampir semua game yang populer saat ini adalah game-game berbasis online, dimana saat kita bermain, kita akan terhubung oleh pemain lainnya yang berasal dari berbagai daerah maupun dari berbagai negara.
Sebuah studi dari University of Cambridge menemukan bahwa permainan gim online dapat menstimulus pengguna untuk tidak mudah percaya hoaks dan bisa mengurangi penyebaran berita palsu di Internet.
Hal tersebut dilakukan dengan meluncurkan sebuah gim online pada tahun lalu, yang memungkinkan pengguna menyebarkan bot Twitter, bukti hasil Photoshop, dan hasutan dengan teori konspirasi.
Hasilnya, dari 15 ribu pengguna gim online bernama Bad News itu menunjukan bahwa sangat mungkin melatih masyarakat agar lebih baik dalam melihat sebuah isu propaganda, kata Sander van der Linden, Direktur Lab Social Decision-Making Universitas Cambridge, mengutip Reuters, Rabu (26/6/2019).
Lebih lanjut, dalam sebuah jurnal yang dirilis Palgrave Communication pada Selasa (25/6/2019) menunjukan bahwa bermain Bad News selama 15 menit dapat membantu meningkatkan antibodi terhadap berita bohong.
Linden mengatakan studi itu mencatat bahwa para pemain lebih kecil kemungkinannya untuk mempercayai berita palsu dibanding ketika mereka belum memainkan Bad News.
Saat ini, tim peneliti telah menerjemahkan gim online itu ke dalam sembilan bahasa, antara lain Jerman, Serbia, Polandia dan Yunani. Linden menambahkan WhatsApp akan memasukan permainan tersebut untuk platform pengiriman pesannya.

Sumber: Akurat.co

Senin, 24 Juni 2019

Robot Bebek Buatan Insinyur Ini Bantu Petani Dari Gulma

Sejatinya, setiap teknologi diciptakan untuk mempermudah pekerjaan-pekerjaan manusia disemua bidang, termasuk pada bidang pertanian.
Gulma adalah kutukan’ bagi setiap tukang kebun dan petani. Selama di Asia, petani padi yang memilih tidak menggunakan pestisida untuk menyingkirkan gulma biasanya memilih bebek sebagai bantuan.
Hal ini karena bebek akan merobek gulma, mengudap serangga, dan bahkan kotoran mereka akan membantu menyuburkan ladangNamun, seorang insinyur yang bekerja di produsen mobil Jepang Nissan telah memutuskan untuk membantu mengguncang segalanya dengan menciptakan robot "bebek" yang akan membuat seluruh proses lebih efisien. 
Bagaimana bisa begitu? Ini karena bebek robot ini dapat digunakan untuk berpatroli di ladang dan dengan sikat karet di bagian bawah kakinya, itu akan membantu mengoksigenasi air dengan mengaduknya yang pada gilirannya akan mencegah gulma dari mengambil akar.
Beberapa langkah dan proses yang digunakan di alam dapat membantu membuat proses lebih efisien, terutama karena robot tidak lelah. Ini juga bisa berpotensi memecahkan beberapa masalah di Jepang, seperti populasinya yang menurun dan kekurangan pekerja.

Sumber: Akurat

Dampak Dari Pemboikotan Huawaei, FedEx Tolak Pengiriman Paket Ponsel Huawei Ke Amerika Serikat

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Amerika Serikat serta beberapa perusahaan teknologi skala besar memboikot Huawei beserta produknya, boikot dari Amerika Serikat tersebut rupanya berdampak serius pada penjualan produk Huawei itu sendiri.
Sanksi perdagangan Amerika Serikat terhadap perusahaan Tiongkok berdampak luas di berbagai sektor. Selain dari penjualan produk, kini Perusahaan jasa pengiriman FedEx dikabarkan menolak untuk mengirimkan produk ponsel Huawei.
Dilansir dari The Verge, Minggu (23/6), majalah gadget ternama PC Magazine mencoba mengirimkan paket berisi ponsel Huawei P30 dari kantornya yang berbasis di London ke Amerika Serikat.
Namun paket tersebut dikembalikan beberapa hari kemudian dengan alasan adanya larangan pengiriman dari pemerintah AS.
Menurut laporan, pihak jasa pengiriman mengidentifikasi nomor IMEI dari ponsel tersebut dan mengetahui bahwa paket tersebut berisi perangkat Huawei.
Pihak PC Magazine mengungkapkan ponsel yang dikirimkan itu bukan untuk didagangkan, tetapi untuk kebutuhan kantor majalah yang bertempat di New York.
Huawei pun segera menanggapi kabar tersebut. Pihaknya mengungkapkan bahwa FedEx telah salah menafsirkan keputusan pemerintah dan juga daftar hitam Amerika Serikat.
Jenama asal Tiongkok itu mengatakan tidak ada alasan hukum bagi FedEx untuk tidak mengirimkan paket ponsel Huawei.
Terkait hal itu, FedEx merilis klarifikasi yang menyebut bahwa perusahaannya telah melakukan kesalahan.
"Paket tersebut keliru dikembalikan ke pengirim, dan kami mohon maaf atas kesalahan operasional ini," ungkap juru bicara FedEx.
FedEx mengklaim sebagai perusahaan global pihaknya hanya berupaya mematuhi semua aturan dan regulasi sekaligus meminimalkan dampak terhadap pelanggan, ketika perusahaan menyesuaikan peraturan di wilayah AS.
Kini perusahaan pengiriman tersebut telah menyatakan dapat menerima dan mengangkut semua produk Huawei.


Sumber: Akurat.co

Amazon Siap Kembangkan Teknologi Drone Untuk Jasa Pengawasan

Teknologi sejatinya dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia, selain dinilai lebih ekonomis dalam pembiayaan, teknologi juga biasa dikenal lebih efektif dalam masalah waktu.
Amazon adalah salah satu perusahaan perdagangan elektronik multinasional yang berada di Seattle, Amerika Serikat. Amazon dikabarkan sedang mengeksplorasi penggunaan teknologi pesawat nirawak untuk jasa pengawasan. Sebelumnya, perusahaan tersebut berupaya memanfaatkan teknologi tersebut untuk pengiriman paketnya ke konsumen.
Melansir Reuters, Minggu (23/6), jasa pengawasan Amazon dengan drone tersebut terungkap dari paten yang diberikan oleh kantor merek dagang Amerika Serikat.
Paten tersebut menjelaskan pesawat nirawak pengiriman Amazon dapat digunakan untuk merekam video terhadap properti atas izin pemiliknya.
Nantiya data yang didapat akan dikumpulkan dan dianalisis untuk memberi pengawasan jika ada jendela yang rusak, kebakaran atau garasi yang lupa ditutup.
Kendati demikian, fungsi pengawasan dari tersebut dapat dibatasi melalui Geo-Fencing, sebuah teknologi yang digunakan untuk memberikan batas virtual dari tampilan di sekitar properti yang diawasi.
Gambar atau data apapun yang terekam drone diluar batas virtual Geo-Fence akan diburamkan atau dihapus.
Adapun paten untuk drone tersebut telah diajukan rakasa e-commerce itu sejak pada 2015 dan telah diberikan pada 4 Juni 2019.
Pihaknya mengatakan pengiriman paket dengan pesawat nirawak akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang. Dengan memanfaatkan drone, Amazon mengklaim pengiriman paket ke pelanggan hanya akan memakan waktu sekitar 30 menit.

Sumber: Akurat.co