Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2019

Dianggap Sebagai Pionir, Inilah 7 Perusahaan Teknologi Yang Mengubah Cara Dunia Bekerja

Bisnis didunia teknologi memang sangat banyak saat ini, berbagai startup bermunculan, inovasi dari setiap startup memanaskan persaingan didunia teknologi.
Ada beberapa startup yang dianggap sebagai pionir dan mengubah cara dunia bekerja, apa saja startup tersebut?
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai startup yang dianggap mengubah dunia.
1. Uber
Pesan taksi tak lagi harus datang ke agen-agen travel atau melalui resepsionis hotel. Melalui ponsel pintar, taksi tidak hanya bisa dipesan, tetapi bisa datang sesuai jadwal yang diinginkan. Uber adalah teknologi di balik itu. Didirikan pada Maret 2009 oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp, Uber telah beroperasi di 290 kota di 58 negara.
2. AirBnB
Merupakan situs pencarian hotel yang tidak lagi menyewakan hotel. AirBnB adalah pionir dalam menyewakan properti pribadi untuk para wisatawan. Melalui perusahaan yang didirikan 10 tahun silam ini, rumah, motel, bahkan ruangan pribadi bisa disewakan. Saat ini, startup yang didirkan oleh Joe Gebbia dan kedua rekannya, Brian Chesky dan Nathan Blecharczyk ini telah beroperasi di 34 ribu kota di 190 negara.
Salah satu media sosial pendobrak sejarah dunia adalah Facebook. Perusahaan ciptaan Mark Zuckenberg ini tidak hanya berhasil merajai ponsel pintar yang ada di seluruh dunia, tetapi juga teknologi digital yang ada di dunia. Hingga saat ini, perusahaan yang telah didirikan sejak 15 tahun lalu ini telah ada dalam 37 bahasa yang berbeda. Selain itu, Facebook diklaim telah memiliki 2,3 miliar pengguna di seluruh penjuru dunia.
4. Google
Google telah membuat manusia menjadi satu langkah lebih mudah dalam menggali berbagai informasi. Tidak hanya itu, saat ini Google juga berkembang ke berabgai bidang lain seperti membuat peta dunia. Mendigitalkan berbagi buku di dunia, hingga membuat orang dengan berbagai bahasa mudah berkomunikasi dengan Google Translate, adalah sumbangsih yang diberikan perusahaan multinasional yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada september 1998 atau 20 tahun silam ini.
5. Amazon
Jika Google mengubah dunia dalam mendapatkan dan memproduksi informasi, Amazon mengubah dunia dalam berbisnis. Perusahaan multinasional yang didirikan lebih dari 25 tahun silam ini telah merajai bidang retail di seluruh dunia. Bahkan saat ini, perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos pada Juli 1994 ini menjadi perusahaan teknologi terkaya di dunia.
6. Microsoft
Barangkali lebih dari separuh orang di seluruh dunia akan memulai setiap paginya dengan membuka aplikasi Office, Excel, Power Point, atau Word. Itulah beberapa produk perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen ini, yang juga memberikan pengaruh besar terhadap kinerja penduduk dunia. Perusahaan yang berdiri sejak April 1975 ini juga menghadirkan sistem operasi yang memudahkan komputer untuk digunakan oleh semua orang.
7. Nokia
Jika tidak ada teknologi GSM yang diciptakan oleh Nokia, maka saat ini gadget juga kemungkinan besar tidak ada di genggaman tangan kita. Perusahaan asal Finlandia yang sudah ada di dunia selama lebih dari 150 tahun ini adalah sebuah representasi dari inovasi teknologi komunikasi.
Itulah berbagai perusahaan yang memiliki inovasi hingga akhirnya mengubah cara kerja dunia.


Sumber: Akurat.co

Senin, 15 Juli 2019

Facebook dan Instagram Jadi Aplikasi Media Sosial Yang Sering Error

Tak bisa dipungkiri kalau Error dan website diinternet ataupun aplikasinya memang tidak bisa dipisahkan, Error pada media sosial juga kerap kita rasakan belakangan ini.
Seperti media sosial Facebook dan Instagram yang acap kali mengalami Error. Tercatat, hingga Juli 2019, sudah lebih dari 2 kali kedua media sosial tersebut mengalami Error.
Melansir Business Insider, Senin (15/7), menurut situs layanan onlinedown detectorFacebook dan Instagram sering mengalami Error ketimbang tahun lalu.
Layanan online tersebut juga mencatat, pada 6 bulan pertama tahun 2019, waktu Error Instagram naik sebanyak sebesar 90%, lebih tinggi dari tahun lalu. Sementara facebook, tercatat mengalami 281% waktu Error, lebih parah ketimbang Instagram.
Downdedector tidak mencatat seberapa banyak total waktu tumbang kedua media sosial tersebut. Namun Downdedectormemiliki data dari Business Insider yang menyatakan Facebook dan Instagram aplikasi yang sering Error, ketimbang media sosial lainnya seperti Snapchat dan Twitter.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 11 Juli 2019

Merasa Di Diskriminasi, AS Akan Selidiki Rencana Prancis untuk Perusahaan Teknologi Pajak

Amerika Serikat memang dikenal aware dengan teknologinya terlebih lagi soal perusahaan teknologi asal negara mereka, jadi tak heran jika Amerika Serikat melindungi privasi sampai pajak perusahaan teknologi di negara lain sekalipun.
Administrasi Trump mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki apakah pajak yang direncanakan Prancis pada perusahaan teknologi sama dengan praktik perdagangan yang tidak adil dengan mendiskriminasi perusahaan AS. Beberapa perusahaan yang dapat terpengaruh termasuk Apple, Facebook, dan Google.  
Penyelidikan, yang akan dilakukan oleh perwakilan perdagangan AS, datang setelah Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengusulkan pajak 3 persen pada pendapatan tertentuyang dapat diperoleh perusahaan teknologi besar menyediakan layanan digital kepada pengguna di Prancis.Investigasi 301jenis penyelidikan yang sama yang menyebabkan tarif pada Cina tahun lalumeningkatkan kemungkinan AS memberlakukan tarif baru.
"Amerika Serikat sangat khawatir bahwa pajak layanan digital yang diperkirakan akan melewati Senat Prancis besok secara tidak adil menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika," kata Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer seperti mengutip Cnet.
Robert menambahkan, presiden telah mengarahkan agar menyelidiki dampak undang-undang ini dan menentukan apakah itu diskriminatif atau tidak masuk akal dan membebani atau membatasi perdagangan Amerika Serikat.
Proposal, yang hampir melewati kedua majelis parlemen Perancis, akan mempengaruhi perusahaan dengan setidaknya 750 juta euro (845 juta dolar AS) dalam pendapatan di seluruh dunia dan penjualan digital total 25 juta euro di Perancis. Anggota parlemen Prancis menyebut proposal itu sebagai Les GAFA, singkatan untuk Google,Amazon, Facebook dan perusahaan Apple yang dituduh Perancis tidak membayar ongkos pajak pendapatan.
Apple dilaporkan mencapai kesepakatan tahun lalu dengan otoritas Prancis untuk membayar kembali pajak 500 juta euro (571 juta dolar AS). Le Maire memperingatkan pada bulan Desember bahwa negaranya akan mulai mengenakan pajak atas raksasa teknologi di tingkat nasional jika negara-negara Uni Eropa tidak dapat menyetujui pajak gabungan  atas pendapatan digital. 
Kelompok perdagangan Asosiasi Internet, yang mewakili Google, Facebook, Amazon, Microsoft dan perusahaan teknologi besar lainnya, memuji penyelidikan.
"Langkah hari ini oleh USTR adalah langkah penting dalam menjalankan kepemimpinan Amerika untuk membendung gelombang pajak diskriminatif baru di Eropa," jelas Jordan Haas, Direktur Kebijakan Perdagangan untuk Asosiasi Internet.


Sumber: Akurat.co

Selasa, 09 Juli 2019

Sidekick, Aplikasi Yang Akan Menghubungkan Anda Ke Penduduk Setempat Yang Berbahasa Inggris

Travelling keluar negeri memang menjadi impian setiap orang. Namun, akan menjadi sangat merepotkan jika negara yang akan anda kunjungi warganya tidak bisa menggunakan bahasa Inggris. Tentu lebih banyak waktu dihabiskan untuk mencari tahu bagaimana mencapai tujuan Anda atau mencoba membuat orang lokal memahami Anda.
Tetapi jangan khawatir karena aplikasi Sidekick adalah layanan baru yang akan menghubungkan Anda ke penduduk setempat yang berbahasa Inggris selama perjalanan Anda.
Dibuat oleh Scott Barrow dan Jungwon Yan, aplikasi  ini akan memungkinkan Anda untuk bertanya apa pun kepada penduduk setempat dari arah ke restoran, kebutuhan terjemahan, dan bahkan saran rencana perjalanan.
Jelas, ada sedikit biaya yang harus dibayar pengguna. Satu hari berlalu akan dikenakan biaya 20 dolar AS dan naik secara bertahap selama 3 hari dan 5 hari berlalu.
Setelah Anda melakukan pembayaran, perusahaan akan mengirimi Anda email yang menanyakan lebih banyak tentang perjalanan dan rencana Anda. Dari sana, itu akan menghubungkan Anda ke pemandu lokal yang bisa berbahasa Inggris.
Saat ini, layanan ini mendukung sebagian besar aplikasi chatting terkenal seperti Facebook Messenger, WhatsApp, WeChat, dan LINE.
Wisatawan dapat menghabiskan lebih banyak waktu mencari hal-hal di ponsel mereka daripada menikmati perjalanan waktu mereka, dan masih kehilangan pengalaman paling otentik, lokal dan personal.
"Di sinilah Sidekick masuk. Kami melakukan pencarian tanpa akhir dan ketidakpastian dari hari seorang musafir dengan bantuan khusus dan rekomendasi secara real-time. Anggap kami sebagai penjaga pintu di saku Anda," jelas Barrow seperti mengutip Mashable. 
Saat ini, layanan ini hanya tersedia di Korea, tetapi keduanya berencana untuk membawanya ke Jepang dan negara-negara lain segera setelah itu.


Sumber: Akurat.co

Terkena Phising? Begini Cara Kenali Taktik Si Penipu!

Salah satu musuh saat kita menggunakan internet adalah Phising, lalu apakah Phising itu sendiri?
Phising adalah suatu metode untuk melakukan penipuan dengan mengelabui target dengan maksud untuk mencuri akun target. Merupakan salah satu cara lama dari serangan siber.
Hal ini masih menjadi ancaman nyata seiring dengan teknik yang digunakan semakin canggih. Penipuan dan berita bohong yang berkembang semakin meyakinkan serta terus ada di perbincangan dan interaksi kita di dunia maya.
Ada banyak bentuk phishing, seperti pesan teks, email, profil media sosial, dan situs web palsu. Biasanya, penipu akan mengirimkan pesan yang seolah-olah berasal dari perusahaan ternama atau berpura-pura menjadi seseorang yang Anda kenal.
Kepada AKURAT.CO, Facebook Indonesia pada hari Senin, (8/7), memberikan informasi tentang bagimana cara mengetahui jika seseorang terkena phising.
Taktik phishing yang paling umum digunakan biasanya menargetkan sisi emosional orang dengan tujuan untuk mengelabui, diantaranya seperti berikut ini:
1. Harga rendah dalam waktu yang terbatas
Menawarkan diskon menarik untuk merek yang Anda sukai. Informasi tersebut mungkin mengandung tautan ke peritel online palsu dan membuat Anda melakukan pembelian.
Ketika Anda mengkliknya, Anda diarahkan ke situs web palsu atau dibuat mengunduh malware yang mencuri informasi. Seringkali pesan phishing ini meminta Anda untuk melakukan tindakan segera atau memberikan data pribadi, seperti kata sandi atau nomor kartu kredit.
2. Saya sangat membutuhkan pertolongan Anda
Seseorang mengaku sebagai salah satu kerabat atau teman Anda mengirimkan pesan bahwa ia sedang dalam masalah dan membutuhkan dana.
Ketika Anda membalas pesan tersebut, penipu akan memanfaatkan kebaikan Anda dan memancing Anda untuk mengirimkan uang atau memberikan data pribadi.
3. Anda sangat menawan
Seseorang mengirimkan Anda pesan romantis dengan harapan untuk mendapatkan kepercayaan Anda. Waspadalah, akhir dari taktik ini adalah untuk membuat Anda mengirimkan mereka uang.
4. Selamat, Anda menang!
Pesan seperti ini mengklaim bahwa Anda telah memenangkan lotre, namun itu hanyalah pancingan dan untuk mendapatkan 'hadiah' tersebut Anda harus membayar biaya keanggotaan atau membagikan data pribadi.
Pesan ini biasanya mengandung kesalahan kata dan tata bahasa, jika diperhatikan lebih jauh, pesan ini juga memiliki tautan palsu. Mirip tautan web yang mengandung nama perusahaan atau brand, namun terdapat kesalahan dalam pengejaan.
5. Akun Anda telah diretas, namun kami bisa membantu.
Taktik ini mengklaim bahwa salah satu akun online Anda telah disusupi atau dihapus. Kabar baiknya, pengirim pesan dapat membantu Anda dengan syarat Anda harus memberikan data pribadi.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 02 Juli 2019

Belanja Online Melalui Media Sosial Dinilai Berbahaya Oleh Kominfo

Tak bisa dipungkiri, media sosial memang sering juga digunakan untuk berjualan online oleh beberapa orang yang melihat peluang bisnis disektor tersebut,
Namun berjualan secara online dinilai kurang aman bagi konsumen karena tidak adanya jaminan keamanan.
Ditjen Aptika Kementerian Komunifo Semuel Abrijani Pangerepan menjelaskan jejaring sosial bukanlah tempat untuk melakukan transaksi jual beli. Pasalnya platform yang digunakan tidak bisa menjamin keamanan ketika melakukan transaksi.
"Media sosial bukan tempat untuk berdagang. Bagaimana kita bisa mendapat jaminan dari transaksi itu? Itu bahaya. Sekarang kalo ada kejadian lapor ke mana," kata Semuel kepada wartawan, Senin (1/7/2019), di Jakarta.
Semuel menerangkan jejaring sosial akan lebih tepat digunakan sebagai layanan komunikasi agar bisa terhubung dengan pengguna lainnya.
"Medsos itu untuk jejaring sebenarnya. WhatsApp itu untuk komunikasi private, kalau mau ngomong sama dunia pakai Twitter," tegasnya.
Kendati banyak yang pelaku usaha yang menjual barangnya melalui jejaring sosial, Semuel menyarankan agar masyarakat untuk lebih memilih marketplace atau e-commerce ketika melakukan aktivitas belanja online.
Menurutnya, jika terjadi masalah ketika transaksi konsumen bisa mengetahui di mana mereka harus melapor.
"Kalau media sosial, belum tentu penjualnya aja pake nama asli,” paparnya.

Sumber: Akurat.co

Pendiri Wikipedia, Larry Sanger Serukan Aksi Mogok Gunakan Media Sosial

Mungkin sebagian orang asing dengan nama Larry Sanger, yap ia adalah salah satu dari pendiri Wikipedia.
Salah satu pendiri ensiklopedi online WikipediaLarry Sanger menyerukan aksi mogok dalam menggunakan media sosial (medsos). Hal itu sebagai upaya menekan para pengelola medsos agar mengembalikan kewenangan atas kontrol data pribadi kepada pengguna.
Larry mengimbau para pengguna untuk berhenti menggunakan medsos dalam 48 jam dari tanggal 4 - 5 Juli. Seruan mogok telah banyak beredar di Reddit, Twitter dan beberapa jaringan lainnya.
Larry juga telah meminta para pendukung untuk menyebarkan berita di Facebook. Ia menilai semakin banyak yang bergabung dalam aksi mogok, akan menunjukkan adanya keluhan serius pada medsos dan bahwa pengguna tidak puas dengan situasi saat ini.
"Kami akan melenturkan otot kolektif kami dan menuntut perusahaan raksasa yang manipulatif memberi kami kendali kembali atas data, privasi dan pengalaman pengguna," ujar Larry dilansir dari BBC, Senin (1/7/2019).
Mereka yang mogok juga diminta untuk menandatangani 'Deklarasi Kemerdekaan Digital' yang dirancangnya. Deklarasi tersebut menyerukan agar medsos didesentralisasi dan diubah menjadi sistem yang menghargai hak kebebasan berbicara, privasi, dan keamanan.
Larry berharap aksi mogok medsos dapat mendorong perubahan terkait kewenangan kontrol data pribadi pengguna, sehingga akan memberi orang lebih banyak kontrol atas data mereka. Dia juga berharap pengelola medsos dapat lebih terbuka.
"Begitulah seharusnya media sosial dikembangkan sejak awal, dan bukannya ditutup di jaringan yang terpisah dan bersaing," tandas Larry.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 26 Juni 2019

Mulai 1 Februari 2020, WhatsApp Tak Akan Dukung Perangkat Dengan OS Android 2.3.7 dan IOS 7


Seiring berjalanannya waktu, komunikasi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, salah satu aplikasi komunikasi yang kita gunakan saat ini adalah aplikasi WhatsApp.

Tapi tahukah kalian kalau layanan perpesanan WhatsApp mengumumkan bahwa platformnya tidak akan lagi mendukung perangkat dengan sistem operasi Android 2.3.7 dan IOS 7. Penghentian dukungan ini mulai berlaku pada 1 Februari 2020 mendatang.

Pengguna yang masih menggunakan perangkat dengan sistem operasi tersebut tidak bisa lagi membuat akun baru dan memverifikasi kembali akun yang ada setelah batas waktu.
Salah satu platform milik Facebook itu menjamin bahwa perubahan tersebut memiliki dampak terbatas. Pasalnya, hanya pengguna dengan perangkat lama atau sistem operasi berusia lebih dari enam tahun yang akan terpengaruh.
Selain itu, pengguna Android dan iOS sudah dipastikan paling terdampak. Sedangkan pengguna dengan sistem operasi Windows, memiliki efek yang lebih kecil karena penggunanya hanya sekitar 0,24 persen di seluruh dunia.
"Anda tidak lagi dapat menggunakan semua ponsel sistem operasi Windows setelah 31 Desember 2019. WhatsApp mungkin tidak tersedia di Microsoft Store setelah 1 Juli 2019," kata WhatsApp, dikutip dari Times Now, Rabu (26/6).
Angka 0,24 persen mencakup semua versi sistem operasi Windows, termasuk ponsel Windows 10 yang lebih baru, sehingga jumlah pengguna ponsel Windows saat ini tidak signifikan.
Bagi pengguna Android, WhatsApp menyarankan untuk memperbarui perangkat ke Android versi 4.0.3 atau yang lebih baru. Sementara pengguna iOS, disarankan beralih ke iOS 8 atau lebih baru.


Sumber: Akurat.co

Selasa, 11 Juni 2019

Masyarakat Indonesia Tak Lepas Dari Teknologi, Termasuk Pada Bulan Ramadhan Dan Lebaran

Ramadan memang sudah usai, tapi suasana Ramadan masih terasa hingga saat ini. Selama di bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri semakin banyak komunitas muslim yang mengadopsi teknologi sebagai penunjang aktivitasnya. Hal ini ditunjukan oleh hasil survei yang dilakukan Facebook untuk memahami bagaimana masyarakat merayakan momen tersebut.
Seorang juru bicara Facebook menjelaskan pihaknya menggandeng perusahaan riset Kantar untuk melakukan survei kuantitatif online di Indonesia, Turki, Amerika Serikat, Saudi Arabia, Mesir, Pakistan, Inggris, Prancis dan Nigeria.
Hasilnya menunjukan bahwa 83 persen responden setuju jika ponsel membantu mereka beribadah selama Ramadhan. Lebih lanjut 93 persen diantaranya sepakat bahwa perangkat tersebut membuat mereka tetap bisa terhubung dengan kerabat.
Di Indonesia sendiri, riset itu dilakukan pada April 2019 dengan melibat 951 responden. Survei tersebut mencatat 95 persen masyarakat Indonesia mengandalkan platform milik Facebook selama Ramadan.
“Inti dari momen Ramadhan adalah waktu untuk meningkatkan elemen spiritualitas dan banyak masyarakat Indonesia yang saling terhubung dengan teknologi," ujar juru bicara Facebook dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Selasa (11/6/2019).
Secara rinci 85 persen responden mengatakan pesan instan WhatsApp sebagai layanan favoritnya. Sementara Instagram digunakan oleh 68 persen dan Messenger 30 persen.
Hal tersebut tidak terlepas dari pengguna yang ingin terus terhubung dengan keluarganya sehingga mereka mengakses layanan Facebook selama Ramadhan dan Lebaran.
Selain itu masyarakat juga menggunakan WhatsApp dan Messenger untuk menunjang aktivitas ibadahnya. Seperti mencari konten religi seperti doa, kutipan islami hingga khotbah dan membagikannya melalui layanan tersebut.

Sumber: Akurat.co

Minggu, 09 Juni 2019

Banyak Kasus Bunuh Diri Dikalangan Mahasiswa, Universitas Northumbria Pelajari Akun Media Sosial Mahasiswanya

Banyak sekali kasus-kasus bunuh diri maupun pembunuhan yang diupload di jejaring sosial, mulai dari video, hingga tulisan-tulisan depresi yang diupload disana.
Dilansir dari Ubergizmo, Minggu (9/6), guna membantu mencegah bunuh diri, Universitas Northumbria di Inggris telah mengumumkan sebuah inisiatif dengan mempelajari media sosial para mahasiswanya.
Disebut Early Alert Tool, alat ini akan mencari tanda-tanda dan memeriksa profil media sosial mahasiswanya. Ketika seorang mahasiswa terdeteksi sedang mengalami krisis mental, maka pihak universitas akan memberi bantuan yang dibutuhkan.
"Mengambil tindakan pencegahan untuk meningkatkan kesehatan mental yang baik adalah penting, seperti halnya mengambil pendekatan institusi secara keseluruhan dan melibatkan siswa dalam mengembangkan solusi," kata Nicola Dandridge, kepala eksekutif Kantor untuk mahasiswa.
Universitas Northumbria bukan satu-satunya dan yang pertama dalam memanfaatkan teknologi untuk membantu mengidentifikasi mahasiswa yang mengalami krisis kesehatan mental.
Beberapa tahun lalu, Facebook mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan alat AI. Mendeteksi orang-orang yang berniat bunuh diri, kemudian membantu melaporkannya untuk mencegah hal itu terjadi.

Sumber: Akurat.co

Senin, 27 Mei 2019

Sebanyak 2184 Akun dan Situs Diblokir Kominfo Selama Aksi 22 Mei

Saat kericuhan terjadi pada aksi 22 Mei, masyarakat Indonesia dibatasi akses media sosial dan pesan instan mereka.
Hal tersebut dikarenakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mewaspadai adanya hoaks yang memperkeruh suasana pada aksi 22 Mei tersebut.
Tak hanya membatasi akses saja, Kominfo juga memblokir 2184 akun dan situs demi meredam penyebaran konten hoaks, provokasi dan ujaran kebencian.
Secara rinci, Kominfo tercatat telah melakukan pemblokiran terhadap 551 akun jejaring sosial Facebook, dan 848 akun Twitter. Sementara untuk platform lain, Kominfo menutup 143 akun YouTube, satu akun LinkedIn dan satu url website.
Pemblokiran itu dilakukan sebelum dan sesudah pembatasan akses media sosial dan pesan instan oleh pemerintah yang dimulai Rabu (22/5/2019), hingga Sabtu (25/5/2019).
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, mengungkapkan pihaknya menempuh upaya kerja sama dengan penyedia platform digital, yakni WhatsApp guna menekan penyebaran konten negatif.
"Saya telah berkomunikasi dengan pimpinan WhatsApp, yang hanya dalam seminggu sebelum kerusuhan 22 Mei lalu telah menutup sekitar 61 ribu akun aplikasi WhatsApp yang melanggar aturan," ujar Rudiantara dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/5/2019).
Untuk itu, semua pihak harus sadar dan saling mengingatkan bahwa konten negatif perlu diminimalisir penyebarannya.
Sehingga bisa menghindari adanya konflik yang bisa disebabkan dari konten provokasi, hoaks dan ujaran kebencian di media sosial ataupun pesan instan.
"Jangan lelah untuk mengimbau agar masyarakat dan teman-teman di sekitar kita berhenti menyebarkan konten yang mengandung hoaks, fitnah maupun provokasi untuk melanggar hukum," ungkapnya.


Sumber: Akurat.co

Senin, 20 Mei 2019

Chtrbox Ungkap Ada Jutaan Data Pribadi Terekspos Di Instagram Termasuk Selebritis

Mempunyai Instagram pada saat ini memang sudah menjadi keharusan tersendiri, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, mulai dari sosialita sampai selebritis mempunyai akun di Instagram, Tapi apa jadinya jika data pribadi di Instagram bocor dan terekspos oleh publik?
Hasil penelusuran dari Chtrbox, sebuah perusahaan pemasaran media sosial yang berbasis di India menemukan ada jutaan data pribadi yang di antaranya milik selebritis dan influencer telah terekspos di Instagram.
Mengutip laporan dari TechCrunch, Selasa (21/5), sebanyak 49 juta basis data termasuk beberapa influencer dengan profil terverifikasi, blogger makanan terkemuka, hingga selebritis telah bocor secara online.
Menurut laporan tersebut, bio, gambar profil, jumlah pengikut yang mereka miliki, lokasi dan informasi kontak pribadi menjadi data-data yang bocor dan terekspos di Instagram. Namun, tidak disebutkan siapa saja selebritis dan influenceryang datanya bocor di Instagram.
Facebook, sebagai perusahaan yang menaungi platform Instagram mengatakan saat ini pihaknya sedang menyelidiki laporan bocornya data-data yang melibatkan para selebritis dan influencer berpengaruh.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 01 Mei 2019

Pengguna WhatsApp Akan Segera Bisa Belanja Langsung dari Aplikasi

F8 adalah festival yang menampilkan terobosan-terobosan baru dibidang teknologi, banyak sekali pengembang-pengembang aplikasi yang hadir dan tampil disana.
Pada ajang konferensi pengembang tahunan F8 Facebook, Mark Zuckerberg mengumumkan sejumlah rencana baru yang akan dihadirkan ke platform-platformnya, salah satunya WhatsApp.
Dilansir dari Times Now, Kamis (2/5), pengguna WhatsApp akan bisa melakukan pembelian suatu produk langsung dari aplikasi. Kemampuan ini kabarnya akan menjadi fitur dari WhatsApp Business yang sudah diluncurkan sebelumnya.
WhatsApp Business memungkinkan perusahaan untuk memiliki profilnya sendiri di platform dengan informasi kontak mereka. Nantinya, platform ini juga akan bisa menampilkan seluruh katalog produk dari pengguna WhatsApp Business. Katalog produk akan terlihat di profil di dalam aplikasi dan pelanggan dapat menjelajahinya.
Fitur WhatsApp yang akan datang ini diharapkan dapat membantu jutaan usaha kecil yang tidak memiliki situs web atau domain bernilai tinggi untuk mendapatkan jangkauan pasar yang lebih baik.
Layanan ini kabarnya telah diuji di India dan akan diperluas ke negara lainnya. Namun, Zuckerberg belum menetapkan rincian waktu untuk peluncuran fitur ini secara global. Hadirnya fitur ini sendiri diyakini bakal jadi pemasukan baru yang menghasilkan keuntungan besar bagi perusahaan Facebook.

Sumber: Akurat.co

Minggu, 28 April 2019

Selama Pemilu 2019, Ada 1.645 Konten Hoaks Yang Telah Dicata Kominfo

Pasca Pemilu kemarin, memang sangat banyak sekali hoaks-hoaks bertaburan di berbagai macam jejaring sosial.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menilai penyebaran informasi hoaks selama Pemilu Serentak 2019 meningkat tajam. Kominfo bahkan mencatat telah terdapat 1.645 konten hoaks sejak Agustus 2018 hingga 25 April 2019.
Hoaks yang kami identifikasi, kami klasifikasi dan validasi menangkal 1.645 hoaks dari bulan Agustus tahun lalu,” kata Menteri  Kominfo Rudiantara dikutip dari keterangan resminya, Jum’at (26/4).
Menteri Rudiantara memaparkan, jumlah hoaks setiap bulannya, khususnya yang berkaitan seputar pemilu 2019, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Pada bulan Agustus 2018, Kementerian Kominfo mengidentifikasi 25 hoaks, sementara di bulan Desember meningkat tiga kali lipat menjadi 75 hoaks, bulan Januari 2019 naik 175, Febuari 353, serta bulan Maret ditemukan 453, dan per tanggal 25 April 2019, ditemukan hoaks sebanyak 421. 
“Kalau hoaks bertambah banyak, berarti kan kita ini betul-betul hidup di era yang kurang etis, kurang beradab (hanya karena hoaks),” cetusnya. 
Sepanjang masa kampanye Capres-Cawapres sejak Agustus 2018, Kominfo juga telah mengais konten hoaks yang ditujukan kepada Calon Presiden (Capres) Joko Widodo maupun Prabowo Subianto. 
Pria yang akrab disapa Chief RA juga menjelaskan hoaks tentang kedua Capres, terhitung sejak masa kampanye awal di bulan Agustus 2018 sampai April 2019 ditemukan berjumlah 341 konten.
"Terakhir bulan April meningkat, padahal udah lewat capresnya itu (hari pencoblosan), tapi hoaks masih saja terjadi lebih kepada capresnya," katanya.
Menurut Menteri Rudiantara, motif hoaks yang dilakukan kepada kedua capres berbeda-beda. Bahkan, momentumnya lebih dikaitkan dengan jiwa kepemimpinan.  Sementara hoaks yang ditujukan kepada cawapres KH. Ma'ruf Amin maupun Sandiaga Uno, nyaris nihil. 
"Ya pokoknya dibikin hoaks lah, dibikin seolah-olah jelek bahwa tidak layak dipilih lah kurang lebih kayak begitu," ujarnya.
Jelang waktu penghitungan suara dan pengumuman secara resmi dari KPU, pada tanggal 22 Mei nanti, Menteri Rudiantara berharap masyarakat tidak lagi menyebarkan hoaks. 
“Saya berharap sebetulnya setelah Pilpres, jumlah hoaks menurun, tapi perkiraan saya justru bulan April ini lebih tinggi. Udahlah bulan April ini terakhir kita perang hoaks, kepada semua, siapapun. Karena gak bagus,” ucapnya usah menghadiri pameran foto Kilas Balik 2018 di Jakarta.


Sumber: Akurat.co

Rabu, 17 April 2019

Postingan Caleg Sepi Diinternet, Banyak Pemilih Kebingungan Untuk Mencoblos

Kemarin, tepat pada tanggal 17 April 2019, warga Indonesia melakukan yang namanya pemilihan pemimpin.
Tagar dukungan kemenangan untuk Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) ramai digunakan warganet dalam platform media sosial Twitter.
Kebalikannya, postingan baik tagar atau konten dukungan untuk Calon Anggota Legislatif (Caleg) jutstru sepi dari dicuitkan warganet.
Yang ramai hanya dukungan pada Capres dan Cawapres saja, tapi untuk pemimpin daerah atau Caleg? tidak begitu ramai. bahkan banyak yang kebingungan saat akan mencoblosnya, karena begitu banyak pilihan yang ada disana tanpa ada pemberitaan dari media-media seperti pada pemberitaan Capres dan Cawapres.
Padahal pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dilakukan secara serentak. Tak hanya memilih capres dan cawapres, tetapi juga memilih Caleg DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.
Banyak warganet menulis bahwa mereka tidak familiar dengan caleg pada pesta demokrasi kali ini. Bahkan beberapa mengklaim lebih mengenal publik figur di ranah hiburan dibanding para Caleg.
Antri>dipanggil>dikasih surat suara>masuk bilik

Waktu buka ss presiden "ah tinggal coblos"
Waktu buka ss dpr ri, dprd kota, dprd provinsi, dpd ri "anjing dah ini semuanya siapa, kagak ada yg tau. Ini sering nongol di tv tp gk suka"

Yg lama dari nyoblos cuma baca nama caleg😂😂
See Ahmad Farid's other Tweets
Ada juga warganet yang mengungkapkan 'asal coblos' pada kertas suara caleg karena hanya memahami pasangan capres dan cawapres.
Apa cuma aku, yang saking bingung nya milih caleg DPR tadi milih yang mukanya lucu ,ganteng atau cantik gitu ?:") drpd golput kan.
See kucing melingkar's other Tweets
Cerita nyoblos hari ini:
Selain presiden, calon yg lain* tdk ada yg sy kenali jadinya ya asal coblos aja yg penting surat suara tdk kosong dan tercoblos semua 😂😂
See Awalu Fitria's other Tweets
Saat ini, tagar yang merujuk pada pasangan capres cawapres nomor urut 01 yakni #JokoWinElection dan pasangan nomor urut 02 dengan #TheVictoryofPrabowo masih menjadi topik terpopuler di Twitter.


Sumber: Akurat.co