Tampilkan postingan dengan label Amazon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amazon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2019

Dianggap Sebagai Pionir, Inilah 7 Perusahaan Teknologi Yang Mengubah Cara Dunia Bekerja

Bisnis didunia teknologi memang sangat banyak saat ini, berbagai startup bermunculan, inovasi dari setiap startup memanaskan persaingan didunia teknologi.
Ada beberapa startup yang dianggap sebagai pionir dan mengubah cara dunia bekerja, apa saja startup tersebut?
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai startup yang dianggap mengubah dunia.
1. Uber
Pesan taksi tak lagi harus datang ke agen-agen travel atau melalui resepsionis hotel. Melalui ponsel pintar, taksi tidak hanya bisa dipesan, tetapi bisa datang sesuai jadwal yang diinginkan. Uber adalah teknologi di balik itu. Didirikan pada Maret 2009 oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp, Uber telah beroperasi di 290 kota di 58 negara.
2. AirBnB
Merupakan situs pencarian hotel yang tidak lagi menyewakan hotel. AirBnB adalah pionir dalam menyewakan properti pribadi untuk para wisatawan. Melalui perusahaan yang didirikan 10 tahun silam ini, rumah, motel, bahkan ruangan pribadi bisa disewakan. Saat ini, startup yang didirkan oleh Joe Gebbia dan kedua rekannya, Brian Chesky dan Nathan Blecharczyk ini telah beroperasi di 34 ribu kota di 190 negara.
Salah satu media sosial pendobrak sejarah dunia adalah Facebook. Perusahaan ciptaan Mark Zuckenberg ini tidak hanya berhasil merajai ponsel pintar yang ada di seluruh dunia, tetapi juga teknologi digital yang ada di dunia. Hingga saat ini, perusahaan yang telah didirikan sejak 15 tahun lalu ini telah ada dalam 37 bahasa yang berbeda. Selain itu, Facebook diklaim telah memiliki 2,3 miliar pengguna di seluruh penjuru dunia.
4. Google
Google telah membuat manusia menjadi satu langkah lebih mudah dalam menggali berbagai informasi. Tidak hanya itu, saat ini Google juga berkembang ke berabgai bidang lain seperti membuat peta dunia. Mendigitalkan berbagi buku di dunia, hingga membuat orang dengan berbagai bahasa mudah berkomunikasi dengan Google Translate, adalah sumbangsih yang diberikan perusahaan multinasional yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada september 1998 atau 20 tahun silam ini.
5. Amazon
Jika Google mengubah dunia dalam mendapatkan dan memproduksi informasi, Amazon mengubah dunia dalam berbisnis. Perusahaan multinasional yang didirikan lebih dari 25 tahun silam ini telah merajai bidang retail di seluruh dunia. Bahkan saat ini, perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos pada Juli 1994 ini menjadi perusahaan teknologi terkaya di dunia.
6. Microsoft
Barangkali lebih dari separuh orang di seluruh dunia akan memulai setiap paginya dengan membuka aplikasi Office, Excel, Power Point, atau Word. Itulah beberapa produk perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen ini, yang juga memberikan pengaruh besar terhadap kinerja penduduk dunia. Perusahaan yang berdiri sejak April 1975 ini juga menghadirkan sistem operasi yang memudahkan komputer untuk digunakan oleh semua orang.
7. Nokia
Jika tidak ada teknologi GSM yang diciptakan oleh Nokia, maka saat ini gadget juga kemungkinan besar tidak ada di genggaman tangan kita. Perusahaan asal Finlandia yang sudah ada di dunia selama lebih dari 150 tahun ini adalah sebuah representasi dari inovasi teknologi komunikasi.
Itulah berbagai perusahaan yang memiliki inovasi hingga akhirnya mengubah cara kerja dunia.


Sumber: Akurat.co

Kamis, 11 Juli 2019

Merasa Di Diskriminasi, AS Akan Selidiki Rencana Prancis untuk Perusahaan Teknologi Pajak

Amerika Serikat memang dikenal aware dengan teknologinya terlebih lagi soal perusahaan teknologi asal negara mereka, jadi tak heran jika Amerika Serikat melindungi privasi sampai pajak perusahaan teknologi di negara lain sekalipun.
Administrasi Trump mengatakan bahwa mereka akan menyelidiki apakah pajak yang direncanakan Prancis pada perusahaan teknologi sama dengan praktik perdagangan yang tidak adil dengan mendiskriminasi perusahaan AS. Beberapa perusahaan yang dapat terpengaruh termasuk Apple, Facebook, dan Google.  
Penyelidikan, yang akan dilakukan oleh perwakilan perdagangan AS, datang setelah Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengusulkan pajak 3 persen pada pendapatan tertentu, yang dapat diperoleh perusahaan teknologi besar menyediakan layanan digital kepada pengguna di Prancis.Investigasi 301, jenis penyelidikan yang sama yang menyebabkan tarif pada Cina tahun lalu, meningkatkan kemungkinan AS memberlakukan tarif baru.
"Amerika Serikat sangat khawatir bahwa pajak layanan digital yang diperkirakan akan melewati Senat Prancis besok secara tidak adil menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika," kata Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer seperti mengutip Cnet.
Robert menambahkan, presiden telah mengarahkan agar menyelidiki dampak undang-undang ini dan menentukan apakah itu diskriminatif atau tidak masuk akal dan membebani atau membatasi perdagangan Amerika Serikat.
Proposal, yang hampir melewati kedua majelis parlemen Perancis, akan mempengaruhi perusahaan dengan setidaknya 750 juta euro (845 juta dolar AS) dalam pendapatan di seluruh dunia dan penjualan digital total 25 juta euro di Perancis. Anggota parlemen Prancis menyebut proposal itu sebagai Les GAFA, singkatan untuk Google,Amazon, Facebook dan perusahaan Apple yang dituduh Perancis tidak membayar ongkos pajak pendapatan.
Apple dilaporkan mencapai kesepakatan tahun lalu dengan otoritas Prancis untuk membayar kembali pajak 500 juta euro (571 juta dolar AS). Le Maire memperingatkan pada bulan Desember bahwa negaranya akan mulai mengenakan pajak atas raksasa teknologi di tingkat nasional jika negara-negara Uni Eropa tidak dapat menyetujui pajak gabungan  atas pendapatan digital. 
Kelompok perdagangan Asosiasi Internet, yang mewakili Google, Facebook, Amazon, Microsoft dan perusahaan teknologi besar lainnya, memuji penyelidikan.
"Langkah hari ini oleh USTR adalah langkah penting dalam menjalankan kepemimpinan Amerika untuk membendung gelombang pajak diskriminatif baru di Eropa," jelas Jordan Haas, Direktur Kebijakan Perdagangan untuk Asosiasi Internet.


Sumber: Akurat.co

Senin, 24 Juni 2019

Amazon Siap Kembangkan Teknologi Drone Untuk Jasa Pengawasan

Teknologi sejatinya dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia, selain dinilai lebih ekonomis dalam pembiayaan, teknologi juga biasa dikenal lebih efektif dalam masalah waktu.
Amazon adalah salah satu perusahaan perdagangan elektronik multinasional yang berada di Seattle, Amerika Serikat. Amazon dikabarkan sedang mengeksplorasi penggunaan teknologi pesawat nirawak untuk jasa pengawasan. Sebelumnya, perusahaan tersebut berupaya memanfaatkan teknologi tersebut untuk pengiriman paketnya ke konsumen.
Melansir Reuters, Minggu (23/6), jasa pengawasan Amazon dengan drone tersebut terungkap dari paten yang diberikan oleh kantor merek dagang Amerika Serikat.
Paten tersebut menjelaskan pesawat nirawak pengiriman Amazon dapat digunakan untuk merekam video terhadap properti atas izin pemiliknya.
Nantiya data yang didapat akan dikumpulkan dan dianalisis untuk memberi pengawasan jika ada jendela yang rusak, kebakaran atau garasi yang lupa ditutup.
Kendati demikian, fungsi pengawasan dari tersebut dapat dibatasi melalui Geo-Fencing, sebuah teknologi yang digunakan untuk memberikan batas virtual dari tampilan di sekitar properti yang diawasi.
Gambar atau data apapun yang terekam drone diluar batas virtual Geo-Fence akan diburamkan atau dihapus.
Adapun paten untuk drone tersebut telah diajukan rakasa e-commerce itu sejak pada 2015 dan telah diberikan pada 4 Juni 2019.
Pihaknya mengatakan pengiriman paket dengan pesawat nirawak akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang. Dengan memanfaatkan drone, Amazon mengklaim pengiriman paket ke pelanggan hanya akan memakan waktu sekitar 30 menit.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 11 Juni 2019

FedEx Express Tidak Perbarui Kontrak Domestiknya Dengan Amazon

Alibaba, Amazon, Ebay adalah tiga perusahaan e-commerce terbesar didunia, dimana sekarang perusahaan-perusahaan e-commerce sangat bergantung pada perusahaan logistik, begitupun sebaliknya.
Amazon adalah perusahaan e-commerce paling dominan di Amerika Serikat dan menyumbang banyak bisnis untuk perusahaan logistik seperti FedEx dan UPS di samping Layanan Pos Amerika Serikat.
Amazon telah meningkatkan upayanya untuk memiliki seluruh rantai logistiknya. Hal ini memberi perusahaan logistik alasan untuk mengevaluasi hubungan mereka dengan raksasa e-commerce tersebut.
Salah satunya, FedEx telah membuat keputusan untuk tidak memperbarui kontrak domestiknya dengan Amazon. Keputusan ini terbatas pada kontrak FedEx Express untuk Amazon yang melibatkan transportasi udara paket dan itu tidak melibatkan pengiriman jarak jauh di darat.
Oleh karena itu, sebagian besar pengiriman untuk Amazon Prime saat ini ditangani oleh UPS. Beruntungnya, karena keputusan FedEx untuk tidak memperpanjang kontrak tidak akan memengaruhi hubungan bisnis perusahaan lainnya dengan Amazon.
FedEx juga menghilangkan kesan bahwa keputusan ini akan menimbulkan biaya besar bagi perusahaan. Dikatakan bahwa Amazon mewakili kurang dari 1,3 persen dari total pendapatannya tahun lalu dan bahwa Amazon bukan pelanggan FedEx terbesar.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 04 April 2019

Amazon Diketahui Akan Meluncurkan 3.000unit Satelit

Siapa yang tidak kenal dengan perusahaan Amazon? Perusahaan Amazon adalah perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan elektronik multinasional yang berada di Amerika Serikat.
Amazon mengumumkan tengah berencana membangun jaringan internet cepat dengan meluncurkan sekitar 3.000 satelit melalui program bernama Project Kuiper.
Amazon menjelaskan, proyek tersebut akan meluncurkan satelit orbit rendah bumi yang akan menyediakan konektivitas broadband kepada masyarakat secara global yang tidak memiliki akses internet.
Detil dari proyek, kata Amazon telah diajukan kepada persatuan telekomunikasi internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Maret silam.
Kendati demikian, proyek satelit besutan Amazon harus menghadapi perusahaan dengan bisnis serupa, yakni SpaceXmilik miliarder Elon Musk dan OneWeb yang didukung AirBus.
Diketahui OneWeb telah meluncurkan enam satelit pada Februari 2019.
Selain itu, perusahaan seperti SpaceX, LeoSat Enterprises, dan Telesat Kanada yang telah lebih dulu berkecimpung, menyelenggarakan jaringan internet dengan perangkat yang mengorbit lebih dekat dengan Bumi dibanding satelit konvensional.
Amazon tidak menjelaskan secara rinci apa kelebihan yang ditawarkan serta strategi yabg dipersiapkan, agar bisa bersaing di bisnis internet cepat menggunakan satelit telekomunikasi.


Sumber: Akurat.co