Tampilkan postingan dengan label Hoak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hoak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2019

Peneliti Dari Universitas Cambridge Ciptakan Game Berbasis Browser Dengan Nama "Bad News"

Mengikuti perkembangan berita saat ini memang sangat penting, selain menambah wawasan, kita akan tau tentang apa yang sedang terjadi dibelahan dunia lainnya.
Banyak dari kita yang mengandalkan internet untuk mencari dan menemukan berita terbaru. Masalahnya, hoaks atau berita palsu semakin marak dan tak sedikit yang termakan oleh informasi menyesatkan.
Para peneliti di Universitas Cambridge baru-baru ini telah menciptakan permainan berbasis browser yang disebut "Bad News". Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat tentang cara menemukan berita palsu dengan lebih baik.
Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (3/7) gim ini pada dasarnya memposisikan pemain melalui simulasi. Pemain diminta untuk menilai seberapa andal mereka dalam menemukan serangkaian tweet dan berita utama.
Sepanjang permainan, gim ini akan mendidik pengguna tentang cara mengidentifikasi berbagai unggahan yang mungkin salah informasi atau berasal dari akun yang meniru seseorang yang penting. 
"Jika orang tahu bahwa mereka ditakdirkan untuk mencari contoh penipuan, mereka akan membayar lebih banyak perhatian di lingkungan seperti permainan ini daripada yang biasanya mereka lakukan," kata Jon Roozenbeek, salah satu tim peneliti.
Sebelumnya, pada awal tahun ini Google juga telah menciptakan gim serupa. Berbasis online dalam bentuk kuis, gim tersebut mengajari pengguna cara untuk menghindari dicurinya informasi pribadi seperti kata sandi dan data-data sensitif lainnya.

Sumber: Akurat.co

Minggu, 28 April 2019

Selama Pemilu 2019, Ada 1.645 Konten Hoaks Yang Telah Dicata Kominfo

Pasca Pemilu kemarin, memang sangat banyak sekali hoaks-hoaks bertaburan di berbagai macam jejaring sosial.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menilai penyebaran informasi hoaks selama Pemilu Serentak 2019 meningkat tajam. Kominfo bahkan mencatat telah terdapat 1.645 konten hoaks sejak Agustus 2018 hingga 25 April 2019.
“Hoaks yang kami identifikasi, kami klasifikasi dan validasi menangkal 1.645 hoaks dari bulan Agustus tahun lalu,” kata Menteri  Kominfo Rudiantara dikutip dari keterangan resminya, Jum’at (26/4).
Menteri Rudiantara memaparkan, jumlah hoaks setiap bulannya, khususnya yang berkaitan seputar pemilu 2019, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Pada bulan Agustus 2018, Kementerian Kominfo mengidentifikasi 25 hoaks, sementara di bulan Desember meningkat tiga kali lipat menjadi 75 hoaks, bulan Januari 2019 naik 175, Febuari 353, serta bulan Maret ditemukan 453, dan per tanggal 25 April 2019, ditemukan hoaks sebanyak 421. 
“Kalau hoaks bertambah banyak, berarti kan kita ini betul-betul hidup di era yang kurang etis, kurang beradab (hanya karena hoaks),” cetusnya. 
Sepanjang masa kampanye Capres-Cawapres sejak Agustus 2018, Kominfo juga telah mengais konten hoaks yang ditujukan kepada Calon Presiden (Capres) Joko Widodo maupun Prabowo Subianto. 
Pria yang akrab disapa Chief RA juga menjelaskan hoaks tentang kedua Capres, terhitung sejak masa kampanye awal di bulan Agustus 2018 sampai April 2019 ditemukan berjumlah 341 konten.
"Terakhir bulan April meningkat, padahal udah lewat capresnya itu (hari pencoblosan), tapi hoaks masih saja terjadi lebih kepada capresnya," katanya.
Menurut Menteri Rudiantara, motif hoaks yang dilakukan kepada kedua capres berbeda-beda. Bahkan, momentumnya lebih dikaitkan dengan jiwa kepemimpinan.  Sementara hoaks yang ditujukan kepada cawapres KH. Ma'ruf Amin maupun Sandiaga Uno, nyaris nihil. 
"Ya pokoknya dibikin hoaks lah, dibikin seolah-olah jelek bahwa tidak layak dipilih lah kurang lebih kayak begitu," ujarnya.
Jelang waktu penghitungan suara dan pengumuman secara resmi dari KPU, pada tanggal 22 Mei nanti, Menteri Rudiantara berharap masyarakat tidak lagi menyebarkan hoaks. 
“Saya berharap sebetulnya setelah Pilpres, jumlah hoaks menurun, tapi perkiraan saya justru bulan April ini lebih tinggi. Udahlah bulan April ini terakhir kita perang hoaks, kepada semua, siapapun. Karena gak bagus,” ucapnya usah menghadiri pameran foto Kilas Balik 2018 di Jakarta.


Sumber: Akurat.co