Tampilkan postingan dengan label Infotek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infotek. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2019

Dampak Dari Pemboikotan Huawaei, FedEx Tolak Pengiriman Paket Ponsel Huawei Ke Amerika Serikat

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Amerika Serikat serta beberapa perusahaan teknologi skala besar memboikot Huawei beserta produknya, boikot dari Amerika Serikat tersebut rupanya berdampak serius pada penjualan produk Huawei itu sendiri.
Sanksi perdagangan Amerika Serikat terhadap perusahaan Tiongkok berdampak luas di berbagai sektor. Selain dari penjualan produk, kini Perusahaan jasa pengiriman FedEx dikabarkan menolak untuk mengirimkan produk ponsel Huawei.
Dilansir dari The Verge, Minggu (23/6), majalah gadget ternama PC Magazine mencoba mengirimkan paket berisi ponsel Huawei P30 dari kantornya yang berbasis di London ke Amerika Serikat.
Namun paket tersebut dikembalikan beberapa hari kemudian dengan alasan adanya larangan pengiriman dari pemerintah AS.
Menurut laporan, pihak jasa pengiriman mengidentifikasi nomor IMEI dari ponsel tersebut dan mengetahui bahwa paket tersebut berisi perangkat Huawei.
Pihak PC Magazine mengungkapkan ponsel yang dikirimkan itu bukan untuk didagangkan, tetapi untuk kebutuhan kantor majalah yang bertempat di New York.
Huawei pun segera menanggapi kabar tersebut. Pihaknya mengungkapkan bahwa FedEx telah salah menafsirkan keputusan pemerintah dan juga daftar hitam Amerika Serikat.
Jenama asal Tiongkok itu mengatakan tidak ada alasan hukum bagi FedEx untuk tidak mengirimkan paket ponsel Huawei.
Terkait hal itu, FedEx merilis klarifikasi yang menyebut bahwa perusahaannya telah melakukan kesalahan.
"Paket tersebut keliru dikembalikan ke pengirim, dan kami mohon maaf atas kesalahan operasional ini," ungkap juru bicara FedEx.
FedEx mengklaim sebagai perusahaan global pihaknya hanya berupaya mematuhi semua aturan dan regulasi sekaligus meminimalkan dampak terhadap pelanggan, ketika perusahaan menyesuaikan peraturan di wilayah AS.
Kini perusahaan pengiriman tersebut telah menyatakan dapat menerima dan mengangkut semua produk Huawei.


Sumber: Akurat.co

Senin, 17 Juni 2019

Pemasok Chop Asal Amerika Serikat Diam-diam Lobi Pemerintah Untuk Meringankan Larangan Terhadap Huawei

Selepas pemboikotan terhadap Huawei yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat beserta beberapa perusahaan besar teknologi asal Amerika Serikat, ternyata diam-diam pemasok chip asal Amerika Serikat, termasuk Qualcomm dan Intel melobi pemerintahnya untuk meringankan larangan penjualan untuk Huawei.
Eksekutif Intel dan Xilinx Inc telah melakukan pertemuan dengan Departemen perdagangan AS pada akhir Mei lalu untuk memberikan tanggapan terkait penempatan Huawei dalam daftar hitam.
Selain kedua perusahaan itu, Qualcomm juga telah mendesak Departemen Perdagangan atas permasalahan larangan perusahaan AS untuk memasok perangkat ke perusahaan Tiongkok dengan alasan keamanan nasional.
Para pemasok chip berpendapat bahwa unit yang dijual Huawei seperti ponsel pintar atau server komputer, menggunakan suku cadang yang umum tersedia.
Sehingga tidak mungkin menghadirkan masalah keamanan yang sama dengan perangkat jaringan 5G perusahaan Tiongkok.
“Ini bukan tentang membantu Huawei. Ini tentang mencegah kehancuran (bisnis) perusahaan Amerika," ujar salah seorang narasumber, seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/6/2019).
Dari 70 miliar dolar AS yang dihabiskan Huawei untuk membeli komponen pada 2018, sekitar 11 miliar dolar-nya jatuh ke perusahaan AS, termasuk Qualcomm, Intel dan Micron Technology.
Salah seorang narasumber mencontohkan, Qualcomm yang ingin melanjutkan pengiriman chip ke Huawei untuk perangkat umum seperti ponsel dan jangan tangan pintar.
kelompok perdagangan bernama Asosiasi Industri Semikonduktor (SIA), mengakui pihaknya telah mengatur konsultasi dengan pemerintah AS dan memberikan pengarahan singkat kepada pejabat tentang dampak larangan terhadap perusahaan.
Wakil Presiden Kebijakan Global SIA, Jimmy Goodrich mengatakan teknologi yang tidak terkait dengan keamanan nasional tidak boleh berada dalam cakupan ordo.
"Dan kami telah menyampaikan perspektif ini kepada pemerintah," tegasnya.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 11 Juni 2019

Pemboikotan Terhadap Huawei Semakin Luas, Kali Ini Perusahaan Asal Jepang Yang Ikut Memboikot Huawei

Pemboikotan terhadap Huawei tampaknya semakin melebar, sebelumnya Huawei diboikot oleh beberapa perushaan besar teknologi Amerika Serikat dan juga Pemerintah Amerika Serikat, kali ini Perusahaan teknologi asal Tiongkok itu di boikot oleh salah satu perusahaan asal Jepang.
Perusahaan pembuat chip dan pemasok peralatan semi konduktor asal Jepang, Tokyo Electron menyatakan bakal menghormati Amerika Serikat tentang daftar hitam perusahaan-perusahaan Cina. Produsen chip nomor 3 di dunia itu tidak akan memasok produknya ke klien asal Cina yang masuk daftar hitam AS.
"Sangat penting bagi kami bahwa pemerintah dan industri AS melihat kami sebagai perusahaan yang adil," kata salah seorang eksekutif senior Tokyo Electron yang tidak mau disebutkan namanya mengingat sensitivitas masalah ini, melansir Reuters, Selasa (11/6).
Hal itu mengingat kemitraan panjang Tokyo Electron dengan AS yang telah dimulai sejak 1960-an sebagai importir peralatan. Pemasok peralatan chip asal Jepang lainnya juga mempertimbangkan untuk menghentikan pengiriman ke perusahaan Cina yang masuk daftar hitam.
Eksekutif yang juga tidak mau disebutkan namanya menyatakan pihaknya intens berkomunikasi dengan kementerian industri Jepang. Ia mengaku belum menerima instruksi khusus dari kementerian.
"Kami menyadari bahwa kami dapat berada dalam masalah besar jika kami mengambil keuntungan dari larangan ekspor AS untuk memperluas bisnis dengan Cina," tandasnya.
Seperti diketahui, Washington berupaya melarang penjualan teknologi ke perusahaan-perusahaan Cina, termasuk Huawei Technologies. Cina yang terkunci dalam perang dagang dengan AS lantas sedang mendorong untuk membangun industri semi konduktornya untuk mengurangi ketergantungan mesin pembuat chip pada pemasok AS, Jepang, dan Eropa.


Sumber: Akurat.co