Tampilkan postingan dengan label Kamera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kamera. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2019

Asus Hadirkan ZenFone 6 Dengan Fitur Flip Camera

Fitur kamera memang tidak begitu menjadi perhatian khusus untuk membeli smartphone pada saat ini, tetapi Asus tetap mengeluarkan produk dengan fitur terbaru pada kameranya.
Yap, Asus telah menghadirkan secara resmi ponsel ZenFone 6 di Valencia, Spanyol. Smartphone premium terbaru ini hadir  fitur Flip Camera, sebuah inovasi terbaru Asus yang menandakan era baru fotografi mobile. 
FlipCamera merupakan sebuah solusi demi menghadirkan layar penuh tanpa notch.
Modul kamera yang digunakan di ZenFone 6 sendiri terdiri dari sensor kamera utama Sony IMX586 dengan resolusi 48MP serta sensor kamera ultrawide beresolusi 13MP yang mampu mengambil gambar hingga 125 derajat.
Berdasarkanketerangan resminya, Jumat (17/5) Flip Camera pada ZenFone 6 ditenagai oleh motor elektrik khusus yang dapat membalikkan modul kamera utama sejauh 180 derajat.Motor elektrik yang digunakan memiliki gerakan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Selain dapat berfungsi sebagai kamera selfie, pengguna juga bisa mengambil gambar dari berbagai sudut posisi modul kamera di ZenFone 6. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar secara lebih kreatif dan profesional.
ZenFone 6 hadir dengan layar berukuran 6,4 inci berteknologi NanoEdge Display yang memiliki screen-to-body ratio hingga 92%. Layarnya pun sudah dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 6 yang tahan gores. 
ZenFone6 ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 855. Dikombinasikan dengan RAM sebesar 8GB, ZenFone 6 diklaim mampu menghadirkan performa yang sangat kencang dan dipastikan dapat menjalankan aplikasi Android paling berat tanpa masalah.
Kemudian, ia Didukung dengan baterai berkapasitas besar 5.000mAh, ZenFone 6 dapat menemani penggunanya selama dua hari non-stop.
Selain itu, ZenFone 6 menggunakan sistem antarmuka ZenUI 6 yang berjalan pada Android Pie. ZenUI 6 hadir dengan tampilan yang lebih simpel dan mudah digunakan. ZenUI 6 mengedepankan konsep tampilan yang hanya dibutuhkan oleh pengguna, serta telah dilengkapi dengan Dark Mode, yaitu mode tampilan gelap yang membantu penglihatan pengguna agar tidak cepat lelah ketika menggunakan ZenFone 6 dalam kondisi gelap.
Soal harga,  ZenFone 6 saat peluncuran adalah 499 euro (Rp 8,1 jutaan) untuk model RAM 6 GB/64 GB, dan harga 559 euro (Rp 9,1 jutaan) untuk model RAM 6 GB/ 128 GB, serta harga 599 euro (Rp 9,7 jutaan) untuk model RAM 8 GB/128 GB.
Asus ZenFone 6 akan mulai tersedia di pasar AS dan Eropa mulai 25 Mei mendatang.


Sumber: Akurat.co

Kamis, 16 Mei 2019

Pria London Ini Ditangkap Karena Hindari Kamera Facial Recognition

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali manfaat dari kamera facial recognition di ruang publik, tapi terkadang, kita juga sering merasa tidak nyaman dengan adanya itu. tapi apa jadinya jika kita menghindari kamera itu? Bahkan, baru-baru ini kota San Francisco telah resmi melarang sistem pengenalan wajah ini karena alasan privasi.
Lain halnya dengan London, pihak kepolisian setempat telah melakukan uji coba penerapan teknologi pengenalan wajah. Mengutip laporan The Independent, Kamis (16/5), seorang pria ditangkap karena berusaha menutupi wajahnya saat berjalan melewati kamera facial recognition.
Seorang saksi mengatakan bahwa pria tersebut menarik bagian atas jaketnya untuk menutupi sebagian wajahnya, lalu berjalan melewati kamera. Tidak ada yang mencurigakan dari tindakannya yang hanya berusaha menjaga privasinya. Namun, tidak dengan polisi yang tampaknya tidak senang dengan hal tersebut.
Pria yang ditangkap dan dimintai identitas tersebut jelas tidak senang dengan tindakan polisi itu. Marah, si pria bertindak agresif yang menyebabkan dirinya dijatuhi denda sebesar 90 euro atau sekitar Rp1,4 juta.
“Petugas menghentikan seorang pria yang terlihat bertindak mencurigakan di pusat kota Romford. Setelah dihentikan, pria itu menjadi agresif dan mengancam petugas," kata juru bicara kepolisian setempat.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 08 Mei 2019

Kamera Bukan Lagi "Prioritas" Dalam Membeli Smartphone Saat ini

Saat ini, fitur kamera pada handphone ataupun smartphone tidak sepenting pada tahun 2010 kebawah lalu, banyak dari pengguna smartphone sekarang tidak terlalu mementingkan kamera pada smartphone yang akan mereka beli.
Hal ini juga diungkapkan oleh survei dari Google yang menunjukan konsumen ponsel pintar tidak lagi membeli perangkat berdasarkan fitur kamera, melainkan dari sisi performa yang tinggi untuk mobilitas penggunanya.
"Bukan berarti kamera gak penting, yang aku mau bilang adalah kamera itu sekarang masih penting karena secara persentasi masih di angka 71 persen," ujar Senior Tech and Telco Industry Analyst Google Indonesia, Yudistira Adi Nugroho, pada acara Tech and Telco Talk, Rabu (8/5), di Kantor Google Indonesia.
Dirinya mengungkapkan 87 persen pembeli ponsel pintar saat ini menjadikan kecepatan perangkat sebagai faktor utama dalam membeli smartphone.

"Kecepatan itu kan bukan hanya (kinerja) handphone-nya doang yang cepat, cuma providernya juga musti cepat," ujarnya.
Selain itu, sebanyak 83 persen konsumen juga mencari ponsel yang memiliki daya tahan lama. Hal tersebut karena sebagian besar aktivitasnya ditunjang oleh perangkat ponsel pintar.
Dirinya menyebut, penggunaan smartphone di Indonesia bisa mencapai lima jam sehari. Pada jangka waktu tersebut pengguna juga mengabadikan momen dengan mengambil foto ataupun video.
Berdasarkan survei Google, sebanyak 81 persen konsumen membeli ponsel pintar berdasarkan besar kapasitas memori penyimpanannya.
Hal tersebut menunjukan bahwa fitur kamera bukan lagi menjadi faktor utama konsumen dalam menentukan ponsel pilihannya.
"Ketiga hal ini bahkan sudah menggeser kamera," jelasnya.
Kendati demikian, Corporate Marketing Director Samsung Indonesia, Elvira Jakub, menjelaskan dari sisi pasar masih banyak konsumen yang menanyakan spesifikasi kamera pada perangkat yang ingin dibelinya.
Menurutnya, pengguna smartphone di Indonesia masih bergantung pada kamera ponsel yang digunakannya, terutama konsumen yang memiliki hobi traveling.
“Behavior orang-orang Indonesia yang makin banyak traveling, males bawa kamera yang besar, punya kamera bagus di smartphone ini sangat penting banget,” jelasnya.


Sumber: Akurat.co

Senin, 06 Mei 2019

Samsung Kembangkan Fitur Terbaru Soal Layar Depan

Rata-rata pada saat ini, kamera ponsel umumnya berada pada sisi belakang ponsel, dan kalau memakai dual kamera pastinya ada diatas layar depan yang membuat layar depan tidak penuh sempurna.
Satu-satunya cara bagi ponsel untuk menampilkan tampilan layar penuh adalah dengan menggunakan popup atau slideout kamera yang menghadap ke depan.
Kalau tidak, alternatifnya adalah dengan menggunakan notch yang menaungi komponen, atau dengan menggunakan tampilan hole-punch. Namun, kabar baiknya adalah bahwa Samsung dapat segera meluncurkan ponsel dengan tampilan layar penuh sempurna.
Dalam laporan dari MyDrivers, tampaknya Samsung telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang bekerja mengembangkan teknologi yang memungkinkan kamera beroperasi saat berada di bawah layar. Ini akan memungkinkan mereka untuk membuat ponsel dengan tampilan layar penuh yang tidak bergantung pada opsi desain yang disebutkan di atas.
Sekarang, ini bukan pertama kalinya Samsung mengungkapkan bahwa mereka sedang mengerjakan teknologi semacam itu. Sebelumnya dilaporkan bahwa perusahaan sedang mengeksplorasi ide semacam itu, dan laporan ini menegaskan kembali hal tersebut.
Sayangnya, masih belum ada kabar kapan teknologi ini mulai hadir ke smartphone, tapi itu pasti sesuatu yang dinanti-nantikan.

Sumber: Akurat.co

Minggu, 05 Mei 2019

VIVO S1 Pro 'Andalkan' Kamera Selfie 32MP

Sekarang produsen smartphone saling berlomba-lomba untuk merilis smartphone terbaru mereka dengan fitur-fitur canggih yang mereka kembangkan, salah satunya yang akan merilis smartphone terbarunya adalah VIVO.
VIVO baru saja memperluas jajaran ponsel pintarnya dengan merilis VIVO S1 Pro, sekuel dari VIVO S1 yang diluncurkan awal tahun ini. Perangkat yang sangat mirip dengan VIVO S1 ini adalah perangkat midrange dengan desain yang mirip dengan V15.

'Jualan' utama perangkat ini adalah tiga kamera belakangnya yang memiliki sensor utama 48MP dengan apertur f/1.78 + sensor ultrawide 8MP dengan apertur f/2.2 + sensor kedalaman 5MP dengan apertur f/2.4. Plus, di depan ada kamera selfie beresolusi 32MP pop-up dengan aperture f / 2.0.
Berbeda dengan S1, VIVO S1 Pro mendapatkan pemindai sidik jari dalam layar dan ditenagai Snapdragon 675 SoC dengan 6GB RAM + 256GB penyimpanan atau 8GB RAM + 128GB combo penyimpanan. Perangkat ini juga digawangi oleh layar yang sama dengan pendahulunya, 6,39 inci dengan resolusi 2340 x 1080. Bedanya adapa pada panelnya yang kini menggunakan AMOLED.
Didukung oleh baterai 3.700 mAh yang bisa diisi melalui port microUSB. Sudah disematkan Android 9 Pie dengan Funtouch OS 9. VIVI S1 Pro akan mulai dijual pada 9 Mei 2019 dalam pilihan warna Love Blue dan Coral Red. Kedua varian ini dibanderol dengan harga US $400 atau Rp5,7 jutaan.


Sumber: Akurat.co

Senin, 15 April 2019

Afidus ATL-200, Kamera Yang Dibuat Kusus Untuk Video Time Lapse

Salah satu penunjang untuk travelling dan mengabadikan momen-momen khusus adalah kamera. Ada banyak fitur dari masing-masing produk kamera.
Salah satunya adalah Kamera buatan dari pabrikan asal Taiwan ini yang diciptakan secara khusus untuk mengambil video time lapse.
Kamera bernama lengkap Afidus ATL-200 ini mengemas sensor bikinan Sony, dengan dukungan resolusi maksimum 1080p, dan didampingi oleh lensa 16-35mm bersudut pandang 110°. 
Semua itu dikemas dalam bodi weather resistant dengan sertifikasi IPX 64.
Melansir Daily Social, letak keistimewaan utama kamera ini ada pada ketahanan baterainya. Berbekal empat baterai AA saja, ia bisa beroperasi selama 45 hari penuh, dengan catatan interval pengambilan gambarnya tidak kurang dari 1 menit. Daya tahannya bahkan masih bisa diperpanjang lagi hingga menjadi 80 hari, tapi dengan interval pengambilan gambar 5 menit.
ATL-200 juga menawarkan sejumlah mode pengambilan gambar di samping time lapse biasa, semisal mode motion detection dan stop motion. Kamera ini dibekali sensor internal yang dapat mendeteksi pergerakan objek yang jaraknya tidak lebih dari 7,6 meter.
Lalu bagaimana dengan storage? Di sini Afidus telah membekalinya dengan slot microSD yang mampu mengatasi kapasitas maksimum 128 GB. Video time lapse-nya sendiri akan disimpan dalam format MP4.
Afidus ATL-200 rencananya bakal dipasarkan mulai akhir bulan April. Untuk sekarang, konsumen yang tertarik bisa membelinya lewat Timelapsecameras.Com seharga 389 dolar AS (Rp 5,47 juta).


Sumber: Akurat.co

Rabu, 03 April 2019

Rusia Ciptakan Drone Yang Dilengkapi Dengan Shotgun

Rusia memang dikenal dengan persenjataannya yang lengkap dan teknologi-teknologi yang mendukung setiap tentaranya.
Termasuk juga pada Drone canggih asal Rusia ini. Drone kini, tidak hanya digunakan untuk menangkap gambar, tapi juga dapat disematkan senjata api.
Melansir Engadget, drone yang dilengkapi senjata api atau shotgun ini berasal dari Almaz Antey, kontraktor pertahanan Rusia. 
Drone ini mampu terbang seperti pesawat untuk efisiensi yang lebih besar, memberikan jarak 40 menit sambil mengemas senapan Vepr-12 yang sepenuhnya otomatis dengan 10-round magazine.
Drone itu dibangun oleh "Student Design Bureau of Aviation Modeling" di Moscow Aviation Institute for Almaz Antey. 
Operator menggunakan tautan video langsung untuk menerbangkan drone dan mengarahkan senjata, yang terselip di hidung pesawat.

Sumber: Akurat.co