Tampilkan postingan dengan label Startup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Startup. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2019

AIDENT, Aplikasi pendeteksi Kejahatan Real-Time Dari Startup Lokal

Pada saat ini, banyak sekali perusahaan-perusahaan startup, salah satunya adalah Perusahaan rintisan lokal, yaitu Patrons yang mengembangkan aplikasi bernama AIDENT yang diklaim dapat menjadi solusi untuk mendeteksi tindak kriminal secara real-time melalui kamera baik CCTV maupun ponsel.
Aplikasi itu membaca pola dan perilaku dari objek yang terdeteksi kamera dan menganilisnya menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan Machine Learning.
Seorang perwakilan Patrons, Fakhri Syihab mengklaim AIDENT dapat secara efektif menggunakan kamera untuk melacak aktivitas mencurigakan dan meneruskannya kepada otoritas terkait.

Selain itu, pelaku kejahatan yang tercatat dalam daftar pencarian orang kepolisian juga dapat diidentifikasi oleh kamera.

Hal ini disebut Fakhri memungkinkan pihak keamanan baik pemerintah maupun swasta untuk segara mengambil tindakan yang diperlukan.

Dirinya mengungkapkan, AIDENT dikembangkan sebagai salah satu cara mewujudkan smart city sekaligus solusi untuk menurunkan angka kejahatan di indonesia.
Dalam pengembangan aplikasi dan layanannya, Patrons menggunakan solusi teknologi komputasi awan milik Amazon Web Services (AWS), mulai dari recognition hingga kinesis data streams.


Sumber: Akurat.co

Senin, 15 April 2019

Perkembangan Teknologi, Inilah 3 Profesi Pekerjaan Yang Mengikuti Perkembangan Teknologi

Zaman semakin maju, banyak impact yang tercipta akibat perkembangan jaman ini, pekerjaan dan profesi baru mulai bermunculan, adanya tertinggal, ada juga yang mampu berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.
Perkembangan digital sangat mempengaruhi perkembangan karir yang lebih meluas. Pekerjaan menjanjikan pun di depan mata. 
Nah, di sinilah peluang kamu yang ingin berprofesi dalam bidang teknologi digital semakin besar. Apa saja profesinya? Berikut ulasannya dari Unika Atma Jaya dalam siaran pers, Senin (15/4)
Profesi ini banyak dicari oleh perusahaan terutama perusahaan yang mengumpulkan data dalam operasional bisnisnya. Misalnya, e-commerce yang mempunyai data transaksi pelanggan. Data tersebut akan diolah menjadi suatu informasi seperti tingkah laku berbelanja pelanggan.
Kalau kamu memilih profesi ini, kamu perlu mengasah kemampuan menganalisa yang mendalam dan berpikir kritis. Kemampuan ini akan didapat di jenjang perguruan tinggi dengan memilih peminatan Business Intelligence pada jurusan Sistem Informasi. 
Application Developer
Saat ini sudah banyak aplikasi pada smartphone yang dapat memudahkan kegiatan sehari-hari kita. Mulai dari berbelanja, kegiatan perbankan, hingga hiburan. Aplikasi-aplikasi tersebut merupakan hasil rancangan dari seorang Application Developer.
Application developer pun terbagi menjadi, Android developer dan iOS developer yang mempunyai karakteristiknya masing-masing.
Dalam merancang dan memprogram sebuah aplikasi, kamu harus mempunyai kemampuan algoritma dan logika yang kuat. Biasanya seorang Application Developer merupakan lulusan dari jurusan Sistem Informasi dengan peminatan Software Engineering.
Pendiri Startup 
Nadiem Makariem, CEO Gojek, dan Achmad Zacky, CEO Bukalapak adalah contoh pendiri startup digital yang sukses di Indonesia. Pemerintah Indonesia pun ikut mendukung pembangunan start up dengan Gerakan 1000 Startup Digital yang ingin dicapai di tahun 2020.
Dalam membangun startup digital, kemampuan berbisnis dan kemampuan akan teknologi digital disatukan. Kamu bisa mempelajari lebih dalam kompetensi yang dibutuhkan seorang pendiri startup  dapat diperoleh dari peminatan IT in Business.

Sumber: Akurat.co

Senin, 01 April 2019

Tidak Hanya Di Jabodetabek, Warung Pintar Sudah Hadir Di Banyuwangi

Startup Warung Pintar merupakan terobosan dan modernisasi dari warung-warung pinggir jalan dengan menggunakan teknologi masa kini.
Tidak hanya di Jabodetabek, startup Warung Pintar sekarang hadir di Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menghubungkan petani dengan toko-toko kelontong dan penjual sayur di daerah ini melalui platform digital.
Ekspansi Warung Pintar ini didorong oleh kesamaan visinya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk memaksimalkan potensi bisnis mikro dan sektor pariwisata dengan memanfaatkan teknologi.
Kehadiran Warung Pintar di Banyuwangi mendapatkan respons antusias dari para pelaku ekonomi daerah yang dijuluki “Sunrise of Java” ini, terbukti sejak sebulan sebelum diresmikan sudah ada 101 warung yang bergabung dengan Warung Pintar.
“Tahun 2020 kami optimis ekonomi daerah Banyuwangi akan tumbuh di kisaran 5,5 - 5,7 persen, di atas prediksi ekonomi nasional yang hanya berkisar 5,1 - 55 persen,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar, mengutip siaran pers Warung Pintar, Sabtu.
Warung Pintar dan Pemkab Banyuwangi menerapkan strategi hyperlocal berupa pemberdayaan UMKM setempat untuk berjualan di Warung Pintar dan menjadikan platform ini sebagai pusat informasi pariwisata juga.
Dengan begitu, UMKM yang bekerja sama dengan Warung Pintar dari berbagai kota dapat saling terhubung dan meningkatkan kapabilitas bisnisnya.
“Tak hanya berjualan produk kebutuhan sehari-hari, masyarakat dapat memperoleh produk UMKM setempat seperti kopi, sale pisang, keripik singkong, dan produk olahan lainnya di Warung Pintar Banyuwangi,” ujar Harya Putra, COO & Co-founder Warung Pintar.
Menurut Harya, Kolaborasi antara Warung Pintar dan Banyuwangi ini hanyalah langkah pembuka dari rencana besar Warung Pintar dalam menghubungkan UMKM lokal di tiap daerah di Indonesia.
Tidak berhenti di siklus hubungan petani dan pemilik warung lokal, Warung Pintar juga berencana untuk membangun infrastruktur sehingga tercipta akses yang lebih baik untuk pendistribusian barang.
Sesuai dengan visinya, Warung Pintar ingin menciptakan golden standard untuk bisnis mikro di Indonesia dengan memberikan dampak yang lebih besar tiap tahunnya untuk ekonomi masyarakat.
Untuk merayakan kehadiran Warung Pintar di Banyuwangi, pada hari ini juga digelar Festival Juragan Pintar di Gesibu Banyuwangi dari jam 10 pagi hingga 10 malam. Bertemakan “pesta rakyat”, rangkaian acara ini bertujuan untuk mengedukasi mengenai pintarnya Warung Pintar dan mengingatkan kembali kehangatan warung dari zaman dulu dikemas dengan cara yang menyenangkan.
Terdapat festival Game Pintar, cerita Juragan Pintar, UMKM, kuliner pintar, dan kompetisi e-sport dengan total hadiah Rp10 juta. Festival Juragan Pintar menargetkan sebanyak 2.000 pengunjung.
Pemkab Banyuwangi dan Warung Pintar juga berkolaborasi menyelenggarakan kompetisi Hackathon Pintar sebagai pra-acara pada 29--30 Maret 2019. Hackathon Pintar adalah kompetisi kolaboratif antara talenta lokal terbaik dari seluruh Indonesia untuk menciptakan produk digital dalam waktu 24 jam untuk Kota Banyuwangi.


Sumber: Akurat.co