Tampilkan postingan dengan label Jabodetabek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jabodetabek. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Juni 2019
Asap Kendaraan Bukan Satu-satunya Yang Mencemari Udara di Jakarta!
Salah satu penyebab tercemarnya udara di Jakarta adalah asap dari kendaraan, polusi udara juga menjadi salah satu ancaman lain yang mematikan dari kerasnya kehidupan di ibukota. Kualitas udara yang ada di Jakarta semakin hari semakin memburuk.
Tingkat polusi udara di kawasan Jakarta dan beberapa daerah sekitarnya sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Angka polusi udara yang dicatat begitu tinggi, melebihi standar baku mutu nasional yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, KLHK menetapkan bahwa partikulat debu halus PM 2.5 dalam durasi waktu 24 jam adalah 65 ug/m3. Sedangkan di Jakarta angka itu hanya sekadar standarisasi formalitas belaka.
Sebab selama 196 hari dalam satu tahun pada 2018 kondisi udara di Jakarta tidak sehat, melebihi jauh dari angka 65 ug/m3.
"Dari data tahun 2018, dalam setahun itu udara tidak sehat di Jakarta ada sebanyak 196 hari, selama 123 hari tingkat udara cukup dan hanya 34 hari baik. Standar PM 2.5 kita 65 mg/m3, tapi keseringan dari udara tidak sehat itu bisa sampai 2 kali lipat. Bahkan pada Kamis, (13/6) kemarin kita catat angka PM 2.5 nya mencapai 180 mg/m3 ini udah makin parah," ungkap juru kampanye Iklim dan Energi LSM Greepeace, Bondan Andriyanu, dalam media briefing 'Bersihkan Udaraku' yang dihadiri AkuratHealth di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, (18/6).
Dan yang menjadi persoalan besar lainnya adalah sumber polusi udara di Jakarta bukan lagi hanya dari asap kendaraan saja. Sebab, pada periode H-1 Lebaran Idul Fitri 1440 H kemarin, udara di Jakarta angkanya masih melebihi ambang batas.
"Jadi di Jakarta pas H-1 Lebaran menyentuh angka 70,8 g/m3, angka ini berarti masuk kategori tidak sehat. Padahal Jakarta sudah ditinggal orang-orang mudik, jalanan lowong, sedikit kendaraan, tapi masa udaranya masih tidak sehat? Berarti ada sumber polutan lain selain transportasi yang harus dicari tahu benar-benar itu apa," duga Bondan.
Bondan tak menampik bahwa kehadiran industri pabrik dengan cerobong asapnya, pembakaran sampah dan pembangkit listrik tenaga batubara bisa saja menjadi biang keladi polusi udara yang besar lainnya.
Lebih lanjut, Bondan berharap pemerintah harus benar-benar melek menghadapi persoalan yang membahayakan kesehatan ini. Ia pun juga meminta Pemprov DKI dapat bekerjasama dengan pihak KLHK untuk melakukan pemantauan kualitas udara di ibukota lebih aktif dan serius lagi.
Sumber: Akurat.co
Parahnya Polusi di Jakarta, Udara di Jakarta Sehat Hanya 34 Hari dalam Setahun
Memang bukan menjadi hal yang tabu lagi jika menyebut Jakarta sebagai kota dengan permasalahan polusi nomor 1 di Indonesia.
Polusi udara di Jakarta memang bukan menjadi permasalahan baru yang dihadapi oleh warga ibukota dan sekitarnya. Permasalahan ini telah begitu lawas, tapi seolah-olah masih dianggap hal sepele.
Padahal, ancaman kesehatan pernafasan dan lainnya menjadi taruhan orang banyak. Berdasarkan penelitian ilmiah, polusi udara menjadi penyebab utama beberapa penyakit berbahaya seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, bahkan kanker paru.
Ancaman kesehatan pun semakin nyata, pasalnya lebih dari hitungan setengah tahun, dalam satu tahun udara di Jakarta jauh dari kata sehat. Hal itu disampaikan juru kampanye Iklim dan Energi LSM Greepeace, Bondan Andriyanu, dalam media briefing "Bersihkan Udaraku" di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, (18/6).
"Dari data kita pada tahun 2018, dalam setahun itu udara tidak sehat di Jakarta ada sebanyak 196 hari, selama 123 hari tingkat udara cukup dan hanya 34 hari baik," ungkapnya.
Ambang batas baku mutu nasional rata-rata harian PM 2.5 (particulate matter/partikel cair dan padat di udara) secara nasional adalah 65 mg/m3. Sayangnya, keseringan kualitas udara di Jakarta lebih dari angka itu.
"Standar PM 2.5 kita tahu 65 mg/m3, tapi keseringan dari udara tidak sehat itu bisa sampai 2 kali lipat. Bahkan pada Kamis, (13/6) kemarin kita mencatat angka PM 2.5 nya mencapai 180 mg/m3 ini udah makin parah," tambahnya.
Begitu dominannya udara tidak sehat dalam satu tahun membuktikan bahwa polusi udara bukan hal biasa lagi.
"Kondisi ini sudah menunjukkan betapa polusi udara Jakarta sudah sangat parah, membahayakan kesehatan orang-orang. Sumber polusi gak cuma dari kendaraan bermotor, sumber pencemaran di sekeliling Jakarta juga makin banyak pembakaran sampah, asap industri segala macam," lanjutnya.
Kerena permasalahan besar ini masih diabaikan, Greenpeace Indonesia bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyatakan penyampaian gugatan warga negara kepada sejumlah institusi pemerintah.
Hal itu dilakukan untuk menuntut pemenuhan hak menikmati udara bersih di ibukota dengan melibatkan lebih dari 50 orang calon penggugat yang merasa dirugikan oleh udara yang buruk. Gugatan akan dilayangkan kepada Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Banten.
Sumber: Akurat.co
Minggu, 26 Mei 2019
Tekan Angka Kecelakaan Sepeda Motor, Pengamat Transportasi Sarankan Program Mudik Gratis
Sebentar lagi kita akan memasuki libur lebaran dan cuti bersama, hal ini sangat tepat untuk dijadikan momen kembali kekampung halaman atau mudik.
Survey yang dilakukan Kementerian Perhubungan pada wilayah Jabodetabek memperkirakan bakal ada 942.621 orang yang mudik menggunakan sepeda motor. Di sisi lain, data Korlantas Polri menyatakan kecelakaan semasa mudik masih didominasi sepeda motor.
Tahun 2017, tercatat 2.731 kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Pada 2018, jumlahnya menurun menjadi 1.666 kecelakaan seiring dengan bertambahnya kuota mudik gratis sepeda motor.
Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno lantas mengatakan salah satu cara mencegah kecelakaan lalu lintas adalah dengan memanfaatkan program mudik gratis sepeda motor.
"Semakin banyak pemudik sepeda motor menggunakan mudik gratis, semakin banyak pula kecelakaan dapat dicegah," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima AkuratOtomotif, Minggu (26/5).
Mudik gratis tersebut diantaranya menggunakan truk, kereta api dan kapal laut.
Djoko yang juga Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai untuk kapal laut, masih perlu disosialisasikan agar masyarakat lebih tertarik.
Hal itu berangkat dari mudik gratis tahun 2018, dimana banyak ruang kapal yang masih kosong dan tidak terpakai.
"Minat mudik gratis menggunakan kapal laut lebih rendah ketimbang mudik gratis sepeda motor dengan KA dan truk," tukas Djoko.
Total kuota mudik gratis untuk sepeda motor yakni 4.000 unit dengan 8.000 penumpang. Kapasitas per kapal 2.000 penumpang.
Lebih lanjut, Djoko menegaskan perlu adanya imbauan agar pemudik motor yang ke Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur memanfaatkan kapal laut.
"Tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, melanjutkan perjalanan bisa lebih pendek dan waktu istirahat bisa lebih lama," pungkasnya.
Sumber: Akurat.co
Senin, 01 April 2019
Tidak Hanya Di Jabodetabek, Warung Pintar Sudah Hadir Di Banyuwangi
Startup Warung Pintar merupakan terobosan dan modernisasi dari warung-warung pinggir jalan dengan menggunakan teknologi masa kini.
Tidak hanya di Jabodetabek, startup Warung Pintar sekarang hadir di Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menghubungkan petani dengan toko-toko kelontong dan penjual sayur di daerah ini melalui platform digital.
Ekspansi Warung Pintar ini didorong oleh kesamaan visinya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk memaksimalkan potensi bisnis mikro dan sektor pariwisata dengan memanfaatkan teknologi.
Kehadiran Warung Pintar di Banyuwangi mendapatkan respons antusias dari para pelaku ekonomi daerah yang dijuluki “Sunrise of Java” ini, terbukti sejak sebulan sebelum diresmikan sudah ada 101 warung yang bergabung dengan Warung Pintar.
“Tahun 2020 kami optimis ekonomi daerah Banyuwangi akan tumbuh di kisaran 5,5 - 5,7 persen, di atas prediksi ekonomi nasional yang hanya berkisar 5,1 - 55 persen,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar, mengutip siaran pers Warung Pintar, Sabtu.
Warung Pintar dan Pemkab Banyuwangi menerapkan strategi hyperlocal berupa pemberdayaan UMKM setempat untuk berjualan di Warung Pintar dan menjadikan platform ini sebagai pusat informasi pariwisata juga.
Dengan begitu, UMKM yang bekerja sama dengan Warung Pintar dari berbagai kota dapat saling terhubung dan meningkatkan kapabilitas bisnisnya.
“Tak hanya berjualan produk kebutuhan sehari-hari, masyarakat dapat memperoleh produk UMKM setempat seperti kopi, sale pisang, keripik singkong, dan produk olahan lainnya di Warung Pintar Banyuwangi,” ujar Harya Putra, COO & Co-founder Warung Pintar.
Menurut Harya, Kolaborasi antara Warung Pintar dan Banyuwangi ini hanyalah langkah pembuka dari rencana besar Warung Pintar dalam menghubungkan UMKM lokal di tiap daerah di Indonesia.
Tidak berhenti di siklus hubungan petani dan pemilik warung lokal, Warung Pintar juga berencana untuk membangun infrastruktur sehingga tercipta akses yang lebih baik untuk pendistribusian barang.
Sesuai dengan visinya, Warung Pintar ingin menciptakan golden standard untuk bisnis mikro di Indonesia dengan memberikan dampak yang lebih besar tiap tahunnya untuk ekonomi masyarakat.
Untuk merayakan kehadiran Warung Pintar di Banyuwangi, pada hari ini juga digelar Festival Juragan Pintar di Gesibu Banyuwangi dari jam 10 pagi hingga 10 malam. Bertemakan “pesta rakyat”, rangkaian acara ini bertujuan untuk mengedukasi mengenai pintarnya Warung Pintar dan mengingatkan kembali kehangatan warung dari zaman dulu dikemas dengan cara yang menyenangkan.
Terdapat festival Game Pintar, cerita Juragan Pintar, UMKM, kuliner pintar, dan kompetisi e-sport dengan total hadiah Rp10 juta. Festival Juragan Pintar menargetkan sebanyak 2.000 pengunjung.
Pemkab Banyuwangi dan Warung Pintar juga berkolaborasi menyelenggarakan kompetisi Hackathon Pintar sebagai pra-acara pada 29--30 Maret 2019. Hackathon Pintar adalah kompetisi kolaboratif antara talenta lokal terbaik dari seluruh Indonesia untuk menciptakan produk digital dalam waktu 24 jam untuk Kota Banyuwangi.
Sumber: Akurat.co
Langganan:
Postingan (Atom)




