Tampilkan postingan dengan label Bulan Suci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulan Suci. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2019

Tetap Berolahraga DiBulan Ramadhan, Inilah 5 Cara Berolahraga Versi "Low Budget"

Berolahraga adalah aktifitas yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, setelah terlalu lama duduk bekerja, berolahraga mampu membuat kita bugar kembali.
Puasa bukanlah suatu alasan untuk kita bermalas-malasan dan berolahraga.
Beberapa olahraga memang memerlukan alat dan fasilitas tertentu. Tetapi sebenarnya kamu juga bisa berolahraga dengan memanfaatkan daerah sekitarmu.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO merekomendasikan olahraga yang dapat dilakukan tanpa mengeluarkan biaya sekaligus membuat tubuh tetap bugar.
1. Skipping atau lompat tali menunggu berbuka

Yang kamu perlukan hanya tali skipping dan tempat yang cukup. Tidak hanya membuat badan lebih bugar, lompat tali juga bisa dilakukan bersama-sama. Sambil menunggu berbuka tiba, berolahraga bersama teman-teman pasti lebih seru.

2. Jalan kaki sambil ngabuburit


Daripada kamu menghabiskan waktu dengan belanja berbagai jenis makanan, lebih baik kamu berjalan-jalan sekitar komplek. Tidak hanya olahraga dengan hemat, jalan kaki juga dapat memperlancar sirkulasi darah sehingga badan pun tetap terasa segar dan bugar.

3. Jogging setelah sahur


Kalau sore kamu pergunakan untuk jalan kaki atau lompat tali, kamu bisa isi pagi harimu untuk jogging. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah sesaat setelah shalat subuh. Kalau kebanyakan orang berpendapat bahwa jogging dapat membuat lemas dan lelah, kenyataannya, jogging malah bisa membuat tubuh lebih bugar dan segar sepanjang hari.

4. Pemanasan atau stretching sederhana ketika di kantor

Ketika sedang berkuliah atau bekerja, waktu yang paling krusial adalah siang hari. Di mana lesu dan letih berada pada puncaknya. Jika kamu sudah merasakannya, lebih baik langsung lakukan pemanasan sederhana seperti push-up, sit-up, atau berjalan-jalan di sekitar kantor.
5. Yoga setelah tarawih atau menjelang tidur
Olahraga ini sangat cocok untuk relaksasi tubuh. Setelah seharian duduk di depan laptop, otot mulai kaku dan terkadang pegal-pegal. Yoga dapat menghilangkannya sekaligus dapat menambah kualitas tidur dan membuat badan lebih tenang.
Nah, gampang kan menjaga kesehatan di bulan Ramadan? Minim biaya, maksimal bugarnya.


Sumber: Akurat.co


Sabtu, 04 Mei 2019

Jangan Langsung Makan Saat Berbuka Puasa

Saat bulan suci ramadhan atau lebih tepatnya saat kita berbuka, sering kali kita merasa kalap dan menyantap banyak makanan saat berbuka puasa. Padahal sudah dianjurkan oleh agama atau dunia kesehatan untuk tidak makan terlalu banyak dan terlalu buru-buru.
Ketua PERGIZI Pangan Indonesia, Prof dr Hardinsyah, MS, PhD, mengatakan bahaya dampak makan terlalu banyak saat berbuka. Ia menyarankan sebaiknya tidak buru-buru atau tergesa-gesa. Dia bilang lebih baik makan yang bertekstur lembut.
"Prisipnya jangan tergesa-gesa. Karena, lambung kita masih lemah. Intinya, harus dimulai dengan makanan yang lembut, kalau sunah cari makanan yang manis. Misalnya, kurma. Atau bisa dengan pepaya. Karena manis dan kaya akan zat gizi," katanya di acara Mylanta Lanjutkan Gerakan Sosial #MakanBijak di Fx Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (3/5).
Setelah makan yang manis dan lembut. Prof Hardiansyah menganjurkan untuk istirahat dulu sebelum makan besar dan dibarengi dengan minum air putih. Tapi, jangan langsung kopi atau teh karena akan berdampak pada lambung.
"Istirahat, kemudian beri jeda 15 menit untuk salat kemudian baru makan," timpalnya.
Lebih lanjut, Prof Hardiansyah menjelaskan setelah istirahat 15 menit bisa dilanjutkan buka puasa yang sesungguhnya. Tapi jangan langsung kalap. Semuanya harus dicerna secara pelan-pelan. Sebab, akibat makan terlalu cepat dan tidak dikunyah dengan lembut, perut akan sakit.
Kemudian, ia juga menyarankan untuk menimbang kandungan makanan yang akan dikonsumsi seperti kadar gula, karbohidrat hingga gizi. Jangan sampai karena terlalu asik makan, tidak memperhatikan kandungan yang ada di makanan saking lapar dan kalapnya. Dampaknya akan berakibat fatal di tubuh.
"Kalau kelebihan gula, nanti akan cepat ngantuk. Bukankan kita di bulan puasa ingin cari sesuatu? Kalau ingin lancar ibadahnya atur tata puasa dan jangan berlebihan. Sementara efek jangka panjangnya akan berdampak pada lambung yang akan terasa sakit yang berdampak pada tekanan darah," paparnya.


Sumber: Akurat.co