Tampilkan postingan dengan label Teh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juli 2019

Menjamurnya Kedai Kopi, Bagaimana Perkembangan Teh di Indonesia

Saat ini, kopi memang lebih digandrungi oleh berbagai kalangan ketimbang teh, tak jarang banyak sekali kedai kopi pada saat ini, mulai dari yang skala kecil, hingga yang besar, tapi bagaimana dengan Teh?
Selain penghasil Kopi ternikmat, Indonesia ternyata juga negara penghasil Teh beraneka ragam jenis dengan kualitas premium. Tidak heran kalau Teh dari Indonesia memiliki cita rasa dan aroma yang begitu nikmat saat diminum. 
Tapi sayang, walau sebagai penghasil Teh jenis premium, ternyata angka peminum Teh di Indonesia masih kurang jika dibandingkan dengan penikmat Kopi yang kian meningkat. 
Indonesian Tea Specialist, Oza Sudewo, mengatakan, sebenarnya perkembangan Teh di Indonesia sangat menjanjikan. Cuma, kurang apresiasi. Padahal, penikmat Teh di Indonesia secara jumlah, cukup banyak.

"Karena di Indonesia negara peminum Teh. Misalnya Jawa Tengah di Tegal, Jawa Timur minum Teh melati, apalagi Jawa Barat. Sumatera juga minum Teh, dan Teh Indonesia adalah nomor satu terlaris setelah air putih. Jadi, sebenarnya menjanjikan walaupun angka minum Tehdi Indonesia masih kecil," jelasnya di Tea Masters Cup di Food & Hotel Indonesia, Jiexpo, Jakarta Utara, Rabu, (24/7). 

Jadi bagaimana cara memperkenalkan Teh Indonesia ke ranah internasional? Oza menuturkan, caranya bisa melalui kompetisi yang diselenggarakan di Indonesia. Juga, mengikuti kompetisi internasional. Hal lain yang disayangkan adalah, jarak antara produsen dan konsumen Teh di Indonesia masih jauh.

"Sebenarnya konsumen belum tersampaikan informasi dan mereka juga sangat aktif. Karena mereka sangat terbuka. Karena kita ini punya produk yang berharga," katanya lagi. 
Maka dari itu, Oza juga membuka kelas Teh di Bandung untuk memperkenalkan Teh lebih luas lagi. 
 
Dengan harapan, perkembangan Teh bisa setara dengan Kopi Indonesia.
"Animo masyarakat tentang Teh mulai terbangun. Kalau dibandingkan dengan Kopi, masih jauh memang. Tapi alasan mereka ikut kelas ini karena penasaran tata cara bikin Teh dan mengenal jenis Teh di Indonesia apalagi Bandung yang surganya," pungkasnya.


Sumber: Akurat.co

Rabu, 24 April 2019

Sakit Kepala/Migrain? Coba Redakan Dengan Teh Atau Coklat

Sekarang, usia tua ataupun muda sudah bisa terserang sakit kepala / migrain, bahkan jutaan orang mengalami penyakit migrain. Itu akan membuat sakit kepala yang sangat nyeri. 
Sebenarnya, tidak ada obat yang pasti untuk menyembuhkan migrain. Apalagi, penyakit itu dialami satu dari lima perempuan, dan satu di antara 15 lelaki. 
Nah, ini ada beberapa cara untuk bisa mengatasi migrain. Namun, teknik ini hanya mengurangi rasa sakit dan bukan menyembuhkan secara total.
Teh yang mengandung kunir bisa mengurangi rasa nyeri akibat sakit migrain. Banyak penelitian menyatakan kunir mengandung anti-peradangan dan anti-oksidan. Perpaduan teh dan kunir itu akan memberikan dampak nyata bagi penyakit migrain. 
Pijat leher
Cara paling sederhana dan kuno untuk mengatasi migrain adalah menutup mata. Atur posisi tubuhmu seperti orang tidur. Kemudian, cobalah pijat leher dengan pelan-pelan. Jika ada saudara atau suami, kamu bisa meminta bantuan mereka untuk memijat lehermu dengan rileks dan santai. 
Sampo dengan bahan coklat
Mandi dengan air hangat dan mengkeramas rambut bisa menjadi solusi untuk mengruangi rasa migrain yang kamu alami. Apalagi cobalah sampo yang mengandung coklat. Itu bisa menetralisir rasa nyeri di kepala, selain kamu mendapatkan rambut yang sehat. 
Krim coklat
Kini sudah ada di pasaran krim yang mengandung coklat. Itu bisa digunakankan sambil dengan memijat-mijat wajah atau bagian tubuh tertentu. Paling penting gunakan krim yang menggunakan bahan organik.
Minum minuman probiotik
Cobalah mengonsumsi minuman probiotik seperti yogurt. Itu bisa membantu mengurangi rasa nyeri penderita migrain. Pasalnya, minuman olahan fermentasi susuk itu mengandung magnesium dan vitamin B6 yang bisa mengurangi stres dan kelelahan. Bakteri hidup di dalam probiotik juga bisa mengurangi inflamasi di perut.


Sumber: Akurat.co