Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Mei 2019

Inilah 5 Tempat Unik Pemakaman Di Dunia, Amerika Serikat Salah Satunya!

Setiap daerah mempunyai keunikannya tersendiri, termasuk keunikan saat menghormati dan menguburkan orang yang sudah meninggal.
Pemakaman biasanya berupa gundukan tanah yang diberi nisan. Ada juga yang dikremasi lalu abunya disimpan di tempat khusus, dikuburkan, atau ditebarkan di laut.
Namun, di berbagai negara rupanya ada kompleks pemakaman yang berbeda dari biasanya. Ada yang cara memakamkannya dengan digantung, ada pula yang berada di bawah laut.
Dirangkum oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, inilah 5 kompleks pemakaman paling unik di dunia.
1. Pemakaman Sagada, Filipina
Selama berabad-abad, masyarakat pegunungan Sagada di Filipina punya tradisi tidak mengubur mayat. Mereka justru menggantungnya sampai kering.
Pemakaman unik ini berada di sisi tebing. Jasad orang yang sudah meninggal dimasukkan ke dalam peti mati yang lebarnya hanya 1 meter. Kemudian peti mati itu dipakukan di sisi tebing.
Semakin tinggi letak peti matinya, semakin tinggi pula derajat orang itu semasa hidup. Mereka percaya peti mati yang ditempatkan di tempat yang tinggi akan membawa mendiang lebih dekat dengan roh leluhur mereka.
Namun, tidak semua orang dalam suku dimakamkan dalam peti mati gantung. Kebanyakan yang dimakamkan dengan cara ini hanyalah para tetua suku. Pasalnya, mereka yang mati muda dianggap bernasib buruk.
2. Neptune Memorial Reef, Amerika Serikat
Terletak 5 km dari lepas pantai Florida, Neptune Memorial Reef dibangun sekitar 12 meter di bawah laut. Di sana terdapat patung bergaya klasik dengan nuansa Atlantis.
Selain itu, dibangun karang-karang buatan untuk melestarikan kehidupan laut sekaligus untuk menampung abu kremasi bagi mereka yang ingin dimakamkan di laut.
Diharapkan abu kremasi itu akan memberi makan terumbu karang dan membantunya berkembang. Meski jasad yang tidak dikremasi lebih "bernutrisi", hal itu belum diizinkan untuk saat ini.
3. Cimitirul Vesel, Rumania
Sapanta adalah kota kecil di Rumania Utara yang hanya berpenduduk sekitar 3 ribu orang. Kebanyakan penduduk kotanya miskin, tetapi terdapat pemakaman yang unik di sana.
Sejak tahun 1935, mereka yang meninggalkan dimakamkan di Cimitirul Vesel atau pemakaman Merry. Setiap makam diberi nisan bersalib dengan warna biru dan dihiasi ilustrasi gambar kehidupan mendiang.
Lucunya di nisan itu terdapat sajak-sajak menggelikan. Sajak itu pun ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama, jadi seakan-akan membaca langsung ungkapan hati mendiang.
Misalnya saja, ada yang menuliskan "Satu lagi yang sangat kusuka, duduk di meja sebuah bar, di samping istri orang lain".
Ada juga ungkapan kemarahan bocah 3 tahun yang tewas tertabrak taksi, seperti "Pergilah ke neraka, dasar taksi yang datang dari Sibiu. Di Rumania yang besar, Anda bisa berhenti di tempat lainnya. Namun, mengapa lewat di depan rumahku untuk membunuhku?"
4. Pemakaman Amerika Oisne-Aisne, Prancis
Pemakaman ini adalah pemakaman militer untuk tentara yang tewas dalam Perang Dunia I. Uniknya, tak hanya didedikasikan untuk tentara yang berjasa, ada satu blok khusus untuk memakamkan tentara yang dieksekusi karena kejahatan perang.
Mereka dituduh membunuh 26 tentara Amerika Serikat, memperkosa, dan membunuh 71 warga sipil dari negara lain. Blok itu pun ditetapkan sebagai pemakaman bagi orang-orang yang tidak terhormat.
Tak ada nisan yang menunjukkan nama mendiang. Setiap makam hanya ditandai dengan nomor. Bendera Amerika Serikat juga dilarang dikibarkan di blok ini.
5. Fag el-Gamous, Mesir
Fag el-Gamous berarti "jalan kerbau". Di makam ini para arkeolog menemukan jutaan mumi. Uniknya mumi-mumi tersebut tidak dimakamkan dalam peti. Kebanyakan dari mumi ini pun adalah warga kalangan rendahan di Mesir saat dikuasai Kekaisaran Roma.
Meski tak sanggup membiayai ritual pemakaman mewah, biasanya rakyat pada zaman itu tetap berhati-hati menguburkan orang mati. Para ilmuwan pun belum menemukan alasan banyaknya mumi itu. Pasalnya, tidak mungkin mereka semua adalah penduduk lokal.
Dari hasil penggalian, ditemukan beberapa mumi yang mengejutkan. Salah satunya adalah mumi yang tingginya lebih dari 213 cm sehingga harus ditekuk agar muat dalam makam. Ada juga mumi berambut pirang dan berambut merah.
Diduga otoritas makam menguburkan orang-orang sesuai warna rambutnya. Pasalnya ditemukan kelompok mumi berambut merah dan berambut pirang di lokasi yang terpisah. Selain itu, terdapat keluarga yang dimakamkan bersama.

Sumber: Akurat.co

"Jars of The Dead" di Laos Ditemukan Oleh Arkeolog

Setiap daerah mempunyai keunikannya tersendiri, termasuk keunikan saat menghormati dan menguburkan orang yang sudah meninggal.
Metode penguburan atau upeti kepada individu yang sudah meninggal sering sangat bervariasi dari satu budaya ke yang lain, dan para arkeolog belajar lebih banyak tentang salah satu kebiasaan kuno yang lebih misterius yang berasal dari Laos saat ini.
Para peneliti dari Universitas Nasional Australia baru-baru ini menemukan  lebih dari selusin lokasi baru di Laos di mana stoples berusia ribuan tahun pernah digunakan dalam semacam ritual kematian yang masih kurang dipahami. 
Tim ini mendokumentasikan keberadaan lebih dari seratus yang disebut "toples of the Dead," tetapi penemuan itu pada akhirnya menciptakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa guci itu digunakan dalam semacam kebiasaan akhir kehidupan, meskipun peran apa yang mungkin mereka mainkan dalam penguburan atau pembuangan jenazah manusia masih belum diketahui.
“Situs-situs baru ini benar-benar hanya dikunjungi oleh pemburu harimau sesekali. Sekarang kami telah menemukan kembali mereka, kami berharap dapat membangun gambaran yang jelas tentang budaya ini dan bagaimana budaya itu mati,” Nicholas Skopal, Ph.D.mahasiswa di universitas yang membantu menemukan toples. 
Melansir BGR, diyakini bahwa guci-guci itu dibangun dari batu-batu besar tunggal, diukir ke dalam mangkuk mereka yang berjarak beberapa mil jauhnya dan kemudian dibawa ke berbagai lokasi hutan terpencil tempat mereka digunakan dan kemudian hilang selama berabad-abad sebelum ditemukan   oleh para ilmuwan.
Bersamaan dengan guci, cakram berukir yang menggambarkan berbagai gambar juga ditemukan di dekat lokasi yang sama, dan tim percaya bahwa itu adalah penanda penguburan. Sisi dekoratif cakram batu diletakkan menghadap ke bawah, hanya menambah misteri adat atau tradisi apa pun yang sedang dilakukan.
Menjelaskan apa yang terjadi di lokasi-lokasi ini akan sulit, tetapi karena semakin banyak artefak ditemukan, para arkeolog mungkin dapat secara perlahan menyatukan ritual yang telah lama hilang yang sekarang hilang karena waktu.


Sumber: Akurat.co

Rabu, 15 Mei 2019

3 Tradisi Kuno Yang Masih Dilestarikan Di Semarang

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi disetiap daerahnya, tetapi apakah masih ada yang mempertahankan itu? jawabannya adalah ada!
Semarang merupakan salah satu daerah di Nusantara yang masih melestarikan tradisi nenek moyang dengan baik. Kota ini memang memiliki keragaman adat dan budaya yang melimpah. Berbagai usaha pelestarian pun dilakukan, salah satunya dengan rutin menyelenggarakan tradisi tersebut.
Selain mempertahankan sekaligus mengenalkan tradisi pada generasi muda, pengadaan ritual-ritual adat ini dapat menarik wisatawan untuk datang ke Semarang.
Penasaran ritual adat atau tradisi apa saja yang populer di Semarang? Berikut ini rangkumannya.
Dugderan merupakan sebuah tradisi yang diadakan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1881, sejak masa penjajahan kolonial. Untuk memeriahkan dugderan, biasanya muncul pasar tiban. Pasar ini menawarkan berbagai kuliner, pakaian, mainan, termasuk kerajinan tradisional selama seminggu sebelum bulan suci dimulai.
Tepat sehari sebelum umat Muslim menjalankan ibadah puasa, sebuah karnaval akan diadakan. Karnaval dimeriahkan dengan kirab, arak-arakan pasukan berpakaian tradisional, drumband, dan kesenian tradisional lainnya.
Ada juga arak-arakan Warak Ngendok yang merepresentasikan keberagaman suku, budaya, dan agama di Semarang. Warak Ngendok sendiri merupakan perwujudan tiga unsur binatang; kepala naga, badan unta, dan kaki kambing.
Mulainya acara dugderan ditandai dengan pemukulan beduk oleh pejabat setempat dan dilanjutkan dengan penyalaan meriam. Suara beduk 'dug dug dug' dan diakhiri dentuman meriam 'der der der' itulah yang mendasari penamaan tradisi tahunan Semarang tersebut.
Popokan: Melempar lumpur untuk menolak bala dan kejahatan
Di Sendang, Bringin, Semarang, ada sebuah tradisi unik yang diadakan pada hari Jumat Kliwon di bulan Agustus setiap tahunnya. Tradisi ini disebut popokan yang dipercaya sebagai penolak bala dan kejahatan. Popokan juga diselenggarakan sebagai wujud syukur atas berkah panen yang melimpah.
Dalam tradisi popokan, warga laki-laki—mulai dari anak-anak sampai orang dewasa—akan saling melempar lumpur di jalan utama desa. Lumpur ini diambil dari sawah setempat. Tubuh kotor karena terkena lumpur bukan masalah. Tidak ada emosi, hanya ada sukacita semata selama popokan. Warga justru percaya bahwa terkena lumpur menandakan mereka mendapat berkah.
Sebelum acara lempar lumpur, masyarakat akan membersihkan sendang, berdoa bersama, dan mengadakan berbagai kesenian serta hiburan. Gunungan hasil bumi dan sesaji akan diarak dan selanjutnya diperebutkan oleh warga. Ada juga arak-arakan dekorasi berwujud macan yang menjadi maskot tradisi popokan.
Nyadran: Mendoakan leluhur dengan ziarah kubur
Tradisi nyadran bukanlah ritual yang asing bagi masyarakat Jawa, termasuk Semarang. Nyadran biasanya dilakukan sebelum ibadah puasa dimulai, yaitu di bulan Ruwah. Umat muslim akan berziarah ke makam keluarga atau leluhur lalu membersihkan kuburan. Selanjutnya, mereka akan memanjatkan doa bagi sanak saudara yang telah meninggal, sekaligus meminta pada Tuhan supaya ibadah puasa bisa berjalan baik.
Umumnya, nyadran dilakukan secara pribadi atau bersama keluarga besar. Namun, beberapa daerah masih menggelar tradisi ini bersama seluruh warga satu dusun atau desa. Biasanya, setelah ziarah kubur, masyarakat akan mengadakan makan bersama.
Beberapa ritual di atas adalah sebagian tradisi terkenal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Semarang. Masih ada tradisi-tradisi lain seperti mantenan, aqiqah, padusan, siraman, dan juga magengan.
Jika Anda berencana mengunjungi Kota Lumpia dalam waktu dekat, baik untuk perjalanan bisnis maupun liburan, jangan lupa segera memesan tiket pesawat tujuan Semarang lewat aplikasi Airy. Dapatkan tiket Citilink dan penerbangan laindengan penawaran harga terbaik di Airy.
Nah, jangan khawatir tertipu atau kecewa karena Airy selalu memberikan pelayanan terbaik untuk kenyamanan perjalanan Anda. Jika ada masalah terkait perjalanan, segera hubungi pihak Airy untuk mengurus refund atau reschedule, ya. Dijamin tidak ribet!

Sumber: Akurat.co