Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2019

Raja Ampat Digadang-gadang Akan Jadi Wisata Halal

Indonesia memang dikenal dengan destinasi alamnya, hampir semua daerah mempunyai destinasi-destinasi alam yang bisa di bilang tiap daerah banggakan, mulai dari pegunungan hingga alam bawah lautnya.
Indonesia juga baru saja memenangkan destinasi halal dunia yang dirilis oleh Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Tentu hal ini sangat membanggakan sebab, Indonesia duduk di posisi teratas bersama dengan Malaysia.
Sebelumnya, Indonesia juga mempunyai 10 Destinasi Halal di berbagai provinsi yaitu, Lombok (NTB), Aceh, Jakarta, Sumatera Barat, Jogja, Riau & Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
Riyanto Sofyan, Pengarah Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata mengatakan Kemenpar selalu mendukung provinsi di Indonesia untuk dijadikan destinasi halal selain ke 10 destinasi tersebut.
"Bisa lebih dari 10. Kita terbuka dan jangan ragu. Misalnya untuk membranding menjadi destinasi wisata halal. Justru itu akan memperluas pasar bukan mempersempit pasar," katanya saat ditemui AkuratTravel di acara Global Muslim Travel Index (GMTI) di Pullman, Jakarta Pusat baru-baru ini.
Lanjut Riyanto, menurutnya selain 10 Destinasi Wisata Halal yang sudah dicanangkan tersebut, adalah provinsi di Papua Barat yang memiliki potensi dan siap dijadikan destinasi wisata halal berikutnya.
"Di luar dari 10 destinasi wisata hal yang berpotensi kita bisa melihat Raja Ampat sebenarnya masuk juga. Raja Ampat salah satu yang berpotensi," tuturnya.
Menurutnya wilayah Raja Ampat ini selain keindahan alamnya yang menakjubkan yang setara dengan Maldive, ternyata di sana masyarakatnya mayoritasnya menganut agama Islam.
"Raja Ampat yang termasuk berpotensi. Karena di sana juga kan indah sekali. Saya pikir. Maldive kan juga termasuk destinasi wisata halal. Raja Ampat jauh lebih indah. Dan, pada waktu Rakernas tahun lalu itu kan di Raja Ampat dan saya kebetulan hadir di sana. Jangan lupa di Raja Ampat ternyata juga mayoritasnya Muslim di sana. Jadi, environmentnya sudah halal lifestyle," tutupnya.


Sumber: Akurat.co

Kamis, 04 April 2019

Danau Toba Kembangkan 'The Kaldera Toba Nomadic Escape'

Indonesia memang terkenal dengan wisata alamnya, mulai dari destinasi alam bawah airnya sampai daerah pegunungannya.
Destinasi wisata Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) adalah salah satunya, wisata Danau Toba masuk kedalam 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia. Destinasi wisata Danau Toba mengembangkan amenitas dan atraksi baru untuk wisatawan dengan tajuk 'The Kaldera Toba Nomadic Escape'.
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, saat meluncurkan The Kaldera Toba Nomadic Escape di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis, (4/4), mengatakan, konsep nomadic tourism sebagai solusi sementara untuk selamanya.
Hal itu lantaran konsep nomadic tourism ini menjadi solusi yang murah, mudah, dan cepat. Serta, solusi yang ramah milenial, berkelanjutan, dan ramah kaum pengembara zaman now atau wisatawan minat khusus.
“Solusi nomadic ini jadi jawaban untuk mengakselerasi pengembangan 10 Bali Baru. Telah di-kick-off pengembangannya di Borobudur, Bajo, dan sekarang di Toba,” kata Menpar Arief Yahya, dalam siaran pers yang diterima AkuratTravel, Kamis, (4/4).
The Kaldera Toba Nomadic Escape sendiri, kata Arief Yahya, merupakan sebuah proyek perintisan wisata nomadik yang diharapkan menjadi barometer pengembangan nomadic tourism di kawasan regional.
Fasilitas yang ada di The Kaldera sendiri adalah amenitas berupa 15 bell tent, 2 cabin, 2 tenda bubble, dan area parkir untuk campervan/caravan. Fasilitas lain yang ada di The Kaldera adalah Kaldera Ampiteathre, dengan kapasitas 250 orang, Kaldera Plaza, Kaldera Stage, hingga Kaldera Hil.
Untuk konsep nomadic akses, wisatawan juga bisa menikmati helitour keliling Geopark Toba dan destinasi lainnya. Wisatawan juga bisa menikmati hub untuk overland tour keliling Danau Toba, geopark tour, hingga coffee trail tour.
“Segmen utama wisatawan adalah para nomad, milenial, dan family. Selain wisatawan Nusantara, wisatawan mancanegara (wisman) yang menjadi target adalah wisman dari Malaysia, Singapura, dan Eropa,” katanya.
Sementara dari sisi lokasi, The Kaldera sangat strategis posisinya atau hanya 20 menit dari Parapat, dan sekitar 1 jam 30 menit dari Balige. The Kaldera juga berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Bandara Silangit, dan hanya 10 menit dari Bandara Sibisa.
“Ini sangat mudah dicapai, terlebih maskapai berbiaya murah AirAsia juga akan terbang langsung dari Kuala Lumpur ke Silangit. Dengan tiket seharga Rp200.000-an, wisatawan dari Malaysia bisa berkunjung ke Danau Toba,” kata Menpar.


Sumber: Akurat.co