Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2019

Citra Satelit Temukan Danau Lava Di Dalam Kawah Gunung

Dunia memang menyimpan segudang misteri, entah itu penemuan fosil dari makhluk-makhluk terdahulu, sampai kepada penemuan tempat-tempat yang tak pernah diketahui oleh manusia sebelumnya, salah satunya adalah penemuan danau lava.
Citra satelit telah mengkonfirmasi keberadaan danau lava yang persisten di dalam kawah Gunung Michael, gunung berapi aktif yang terletak di pulau terpencil di Samudra Selatan.
Meskipun sering muncul dalam film dan video game, danau lava sebenarnya cukup langka. Dari sekitar 1.500  gunung berapi yang berpotensi aktif di bumi, hanya delapan yang memiliki danau lava persisten, termasuk yang baru. Sebuah tim peneliti dari survei Antartika Inggris dan University College London mengkonfirmasi keberadaan danau lava menggunakan data satelit yang dikumpulkan selama tiga dekade terakhir. Rincian penemuan dipublikasikan  dalam edisi terbaru Journal of Volcanology and Geothermal Research.
Kolam lava Gunung Michael selebar dua lapangan sepak bola, dan suhunya mencapai hampir 1.280 derajat Celcius (2.335 derajat Fahrenheit).
Citra satelit dari tahun 1990-an menunjuk ke sebuah danau lava yang persisten, sebagaimana dibuktikan oleh anomali termal dan tanda-tanda magma yang keluar dari kawah.Tetapi resolusi buruk dari gambar-gambar ini membuatnya tidak mungkin untuk dikonfirmasi. Lokasi terpencil gunung berapi ini di Pulau Saunders tidak membantu, membuat pengamatan jarak dekat menjadi sulit. Pulau ini terletak di antara Kepulauan Sandwich Selatan Britania sekitar 1.550 kilometer (963 mil) timur Kepulauan Falkland.
"Gunung Michael adalah gunung berapi di sebuah pulau terpencil di Samudra Selatan," kata Ketua Penelitian Danielle Gray dari University College London seperti mengutip Gizmodo.
Citra resolusi tinggi mengungkapkan sebuah danau lava berukuran antara 90 hingga 215 meter dengan diameter, dan suhu lava lelehan berkisar antara 989 hingga 1.279 derajat Celcius (1.812 hingga 2.344 derajat Fahrenheit).
"Kami sangat senang telah menemukan fitur geologi yang luar biasa di Wilayah Luar Negeri Inggris," kata ahli geologi BAS dan rekan penulis studi, Alex Burton-Johnson.
Alex menambahkan, mengidentifikasi danau lava telah meningkatkan pemahaman kita tentang aktivitas gunung berapi dan bahaya di pulau terpencil ini, dan memberi tahu kita lebih banyak tentang fitur langka ini, dan akhirnya, itu telah membantu kita mengembangkan teknik untuk memantau gunung berapi dari luar angkasa.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 10 April 2019

Raja Ampat Digadang-gadang Akan Jadi Wisata Halal

Indonesia memang dikenal dengan destinasi alamnya, hampir semua daerah mempunyai destinasi-destinasi alam yang bisa di bilang tiap daerah banggakan, mulai dari pegunungan hingga alam bawah lautnya.
Indonesia juga baru saja memenangkan destinasi halal dunia yang dirilis oleh Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Tentu hal ini sangat membanggakan sebab, Indonesia duduk di posisi teratas bersama dengan Malaysia.
Sebelumnya, Indonesia juga mempunyai 10 Destinasi Halal di berbagai provinsi yaitu, Lombok (NTB), Aceh, Jakarta, Sumatera Barat, Jogja, Riau & Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
Riyanto Sofyan, Pengarah Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata mengatakan Kemenpar selalu mendukung provinsi di Indonesia untuk dijadikan destinasi halal selain ke 10 destinasi tersebut.
"Bisa lebih dari 10. Kita terbuka dan jangan ragu. Misalnya untuk membranding menjadi destinasi wisata halal. Justru itu akan memperluas pasar bukan mempersempit pasar," katanya saat ditemui AkuratTravel di acara Global Muslim Travel Index (GMTI) di Pullman, Jakarta Pusat baru-baru ini.
Lanjut Riyanto, menurutnya selain 10 Destinasi Wisata Halal yang sudah dicanangkan tersebut, adalah provinsi di Papua Barat yang memiliki potensi dan siap dijadikan destinasi wisata halal berikutnya.
"Di luar dari 10 destinasi wisata hal yang berpotensi kita bisa melihat Raja Ampat sebenarnya masuk juga. Raja Ampat salah satu yang berpotensi," tuturnya.
Menurutnya wilayah Raja Ampat ini selain keindahan alamnya yang menakjubkan yang setara dengan Maldive, ternyata di sana masyarakatnya mayoritasnya menganut agama Islam.
"Raja Ampat yang termasuk berpotensi. Karena di sana juga kan indah sekali. Saya pikir. Maldive kan juga termasuk destinasi wisata halal. Raja Ampat jauh lebih indah. Dan, pada waktu Rakernas tahun lalu itu kan di Raja Ampat dan saya kebetulan hadir di sana. Jangan lupa di Raja Ampat ternyata juga mayoritasnya Muslim di sana. Jadi, environmentnya sudah halal lifestyle," tutupnya.


Sumber: Akurat.co

Kamis, 04 April 2019

Danau Toba Kembangkan 'The Kaldera Toba Nomadic Escape'

Indonesia memang terkenal dengan wisata alamnya, mulai dari destinasi alam bawah airnya sampai daerah pegunungannya.
Destinasi wisata Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) adalah salah satunya, wisata Danau Toba masuk kedalam 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia. Destinasi wisata Danau Toba mengembangkan amenitas dan atraksi baru untuk wisatawan dengan tajuk 'The Kaldera Toba Nomadic Escape'.
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, saat meluncurkan The Kaldera Toba Nomadic Escape di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis, (4/4), mengatakan, konsep nomadic tourism sebagai solusi sementara untuk selamanya.
Hal itu lantaran konsep nomadic tourism ini menjadi solusi yang murah, mudah, dan cepat. Serta, solusi yang ramah milenial, berkelanjutan, dan ramah kaum pengembara zaman now atau wisatawan minat khusus.
“Solusi nomadic ini jadi jawaban untuk mengakselerasi pengembangan 10 Bali Baru. Telah di-kick-off pengembangannya di Borobudur, Bajo, dan sekarang di Toba,” kata Menpar Arief Yahya, dalam siaran pers yang diterima AkuratTravel, Kamis, (4/4).
The Kaldera Toba Nomadic Escape sendiri, kata Arief Yahya, merupakan sebuah proyek perintisan wisata nomadik yang diharapkan menjadi barometer pengembangan nomadic tourism di kawasan regional.
Fasilitas yang ada di The Kaldera sendiri adalah amenitas berupa 15 bell tent, 2 cabin, 2 tenda bubble, dan area parkir untuk campervan/caravan. Fasilitas lain yang ada di The Kaldera adalah Kaldera Ampiteathre, dengan kapasitas 250 orang, Kaldera Plaza, Kaldera Stage, hingga Kaldera Hil.
Untuk konsep nomadic akses, wisatawan juga bisa menikmati helitour keliling Geopark Toba dan destinasi lainnya. Wisatawan juga bisa menikmati hub untuk overland tour keliling Danau Toba, geopark tour, hingga coffee trail tour.
“Segmen utama wisatawan adalah para nomad, milenial, dan family. Selain wisatawan Nusantara, wisatawan mancanegara (wisman) yang menjadi target adalah wisman dari Malaysia, Singapura, dan Eropa,” katanya.
Sementara dari sisi lokasi, The Kaldera sangat strategis posisinya atau hanya 20 menit dari Parapat, dan sekitar 1 jam 30 menit dari Balige. The Kaldera juga berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Bandara Silangit, dan hanya 10 menit dari Bandara Sibisa.
“Ini sangat mudah dicapai, terlebih maskapai berbiaya murah AirAsia juga akan terbang langsung dari Kuala Lumpur ke Silangit. Dengan tiket seharga Rp200.000-an, wisatawan dari Malaysia bisa berkunjung ke Danau Toba,” kata Menpar.


Sumber: Akurat.co

Rabu, 03 April 2019

Ingin Bulan Madu Tapi "Low Budget"? Yuk Kunjungi Tempat-Tempat Ini!

Bulan madu tampaknya adalah keharusan setelah acara pernikahan, banyak sekali pasangan yang mengidolakan untuk pergi ke bali sehabis menikah dan merasakan bulan madu disana, tapi hal yang cukup meresahkan adalah "dana-nya"
Sebenarnya bulan madu tak melulu soal Bali, tempat-tempat ini juga indah dan bagus untuk dikunjungi, dimana saja? yuk simak!
Jika ingin menikmati alam bawah laut, pulau Karimunjawa akan sangat memanjakan mata dengan aneka ragam biota lautnya.  Kamu juga akan menikmati hamparan pasir putih yang menawan. Disini juga terdapat Bukit Love yang konon katanya jika pasangan yang datang ke sana, cintanya akan abadi selamanya
Pulau Samosir dan keindahan Danau Toba
Pulau Samosir dengan udaranya yang dingin, sejuk dan segar, akan menemani kamu selama berada di pulau ini. Pulau yang terletak di tengah-tengah Danau Toba itu keindahannya tak diragukan lagi. Suasana yang ramah pasti bikin kamu dan pasanganmu betah berlama-lama di salah satu kabupaten di Sumatera Utara ini.
Selain menikmati danau Toba yang sangat legendaris itu, kalian bersama wisatawan lainnya akan disuguhkan wisata sejarah yang masih sangat kental dengan nuansa budayanya seperti pertunjukan sigale-gale di Tomok, berkeliling Museum Hutabolon, mengunjungi makam Raja Sidabutar serta kamu juga bisa melihat proses pembuatan tenunan ulos Batak.
Gunung Bromo
Bagi kalangan pendaki gunung, Gunung Bromo tentu sudah populer. Tapi, honeymoon di Gunung Bromo akan menjadi kenangan yang sangat manis buatmu. Coba bayangkan betapa romantisnya melihat matahari terbit dari atas Gunung Bromo bersama pasangan, duduk bersama menikmati kopi sambil menunggu terbitnya sang surya.  Pasti ini bisa menjadi momen terbaikmu. Nah kalau sudah puas berduaan melihat matahari terbit, jangan lewatkan Bukit Teletubbies. Bukit ini adalah salah satu spot foto favorit bagi para pengunjung di sana.
Jogja
Banyak orang yang percaya bahwa Jogja adalah kota yang sangat romantis dan penuh kenangan. Tidak heran bagi yang pernah ke sini, pasti akan rindu kembali lagi. Nah, Kalau honeymoon backpacker ke sini, seru loh!  Biayanya juga gak mahal.  Di sini juga ada beragam tempat wisata yang dapat kamu kunjungi bersama pasanganmu. Mulai dari pantai, gunung, waduk, bukit, candi dan tempat bersejarah lainnya. Lengkap!
Gili Trawangan
Salah satu pantai yang memiliki pesona luar biasa adalah pantai di Lombok dan yang paling terkenal di sini adalah Gili Trawangan yang memiliki pasir putih yang lembut juga air biru jernih. Tempat ini menjadi pilihan bagi pasangan yang ingin menikmati romantisme matahari terbenam. Kalau sudah tiba di sini, jangan lupa juga untuk menikmati keindahan bawah lautnya yang luar biasa.


Sumber: Akurat.co

Senin, 25 Maret 2019

3 Gunung Ini Akan Kamu Lihat Dari Atas Tebing Keraton

Bandung memang selalu memikat untuk menjadi destinasi wisata disaat berlibur sekolah maupun cuti kerja.
Jika ke Bandung, kurang rasanya kalau tidak ke Tebing Keraton sama seperti halnya ke Jogja tetapi tidak mencicipi gudegnya, and u will feeling guilty cause that. Destinasi wisata alam yang kekinian itu menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan lokal atau asing untuk menikmati kendahan alam Bumi Pasundan yang begitu indah.
Tebing Keraton adalah sebuah tebing yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H.  Djuanda yang terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat.
Kali ini, AkuratTravel berkesempatan berkunjung ke destinasi wisata alam yang hits sekaligus tempat swafoto unggulan di Bandung ini.
Untuk menuju ke sini, jaraknya yang lumayan jauh, sekitar 2 kilometer dari tempat parkir. Jadi, kamu harus menyewa ojek pangkalan setempat untuk mengantarmu. Biayanya untuk satu kali naik sebesar Rp30 ribu. Tapi jika ditunggu sampai kamu pulang, biayanya Rp50 ribu.
Perjalanan menuju atas tebing menggunakan ojek dari tempat parkir, memakan waktu sekitar 10 menit. Selama perjalanan, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah. Dari perbukitan yang ditanamani sayur-sayuran oleh warga sekitar, pepohonan yang rindang hingga permukiman warga tersaji untukmu.
Sampai di sana, untuk biaya tiket masuk seharga Rp15 ribu untuk hari biasa maupun libur. Sementara untuk turis asing dikenankan biaya Rp55 ribu. 

"Ada tiga gunung yang bisa dilihat, neng. Ada Gunung Bukit Unggul, Tangkuban Perahu dan Barurangrang," kata Pak Usman, lelaki yang membawa kami di atas motor ojeknya, pada Senin, (25/3).

Sampai di sana, kami berjalan sedikit menuju Tebing Keraton. Dan benar saja, memang kawasan ini benar-benar menakjubkan.

Ini sangat indah. Hawanya tetap sejuk walaupun pada saat itu matahari sedang terik-teriknya. Kami tetap semangat berswafoto bersama wisatawan lainnya.

Tebing Keraton kini sudah tak seperti dulu yang tidak ada pagar pembatasnya. Sekarang, di sisi kanan kiri dan depan tebing dipagari dengan kayu yang kokoh.

Jadi, tidak perlu merasa takut untuk berfoto dengan latar belakang gunung, hutan, perbukitan dan juga pepohonan. Di sana berjejer Gunung Bukit Unggul, Tangkuban Perahu dan Barurangrang. Terlihat jelas dari sini.

Jadi, kapan kesini?


Sumber: Akurat.co