Tampilkan postingan dengan label Pantai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 April 2019

Bupati Pesawaran Usulkan Teluk Pandan, Lampung Menjadi KEK Pariwisata

Sebelumnya, apakah kalian tau ada destinasi wisata di Provinsi Lampung yang bernama Teluk Pandan? Tidak begitu familiar bukan?
Yap, berita terbaru datang dari Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Daerah tersebut rupanya diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus(KEK) Pariwisata.
Usulan KEK tersebut disampaikan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, dalam rapat dengan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dadang Rizki Ratman, di Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar, Selasa, (23/4).
Dendi Ramadhona menjelaskan, pasca-tsunami di Selat Sunda, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pesawaran menurun.
“Maka, usulan KEK Teluk Pandan ini sebagai salah satu langkah membangkitkan pariwisata daerah Pesawaran,” kata Dendi.
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran, kata Dendi, telah menyiapkan lahan seluas 301 hektare dalam kondisi clean and clear serta bersertifikat.
“Lahan ini sudah eksisting untuk usaha pariwisata. Kami mengusulkan nantinya pengelola KEK Teluk Pandan Pesawaranadalah konsorsium badan usaha,” katanha.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar,Dadang Rizki Ratman, menjelaskan, dalam pengusulan KEK harus ada 3 poin penting yaitu ada pengusul (badan usaha/swasta), lahan clean and clear, dan komitmen pemerintah daerah.
“Dalam pariwisata berlaku ungkapan ‘infrastructure lead then tourism support’ dan ‘industry lead then tourism support’. Kami sarankan dalam penjajakan pengembangan KEK Teluk Pandan Pesawaran agar pihak pengusul maupun Pemkab Pesawaran melakukan pendekatan dengan PT ITDC (PT Indonesia Tourism Development Corporation) sebagai badan usaha yang sukses dalam mengembangkan KEK pariwisata,” kata Dadang Rizki Ratman.
Ia menyarankan agar pengusulan sebuah KEK bisa berjalan lancar, pihak pengusul/pemda harus bekerjasama dengan badan usaha yang sukses dalam proses dan pengembangan KEK.
“Selain itu, pengusul diharapkan tidak hanya fokus dengan KEK untuk pengembangan pariwisata, tapi mengembangan 3A (aksesibilitas, atraksi, dan amenitas). Kami siap membantu melakukan asistensi ke Dewan Nasional KEK,” kata Dadang.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, menegaskan bahwa konsep dasar KEK adalah pemberian fasilitas pada penyiapan kawasan yang lokasinya mempunyai aksesibilitas ke pasar global (terutama akses pelabuhan dan bandara).
Kawasan tersebut akan diberikan insentif untuk meningkatkan daya saing agar menarik para investor untuk berinvestasi di kawasan tersebut. Kemenpar menargetkan 100 KEK pariwisata yang tersebar di seluruh Indonesia dapat terbentuk.
Dengan jumlah itu di 34 provinsi masing-masing memiliki 2-3 KEK pariwisata. Selama ini, Kecamatan Teluk Pandan sebagai Lokasi KEK Teluk Pandan Pesawaran memiliki sejumlah obyek wisata menarik antara lain pulau-pulau kecil, Pantai Klara dan Pantai Batu Mandi, air terjun Lubuk Law; Kakia, dan Way Harum, dan Pulau Tangkil dan Pantai Queen Artha.


Sumber: Akurat.co

Minggu, 14 April 2019

Bangka Belitung Genjot Ekonomi Dari Sektor Pariwisata

Indonesia penuh dengan destinasi-destinasi wisatanya yang menyejukkan mata, ditiap daerah, terdapat tempat-tempat wisata yang unik, Salah satunya adalah Pulau Bangka Belitung.
Yap, pulau yang terkenal dari laskar pelangi ini menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Bukan hanya pemandangan di daratannya saja, air laut disekitar pantai yang jernih dan bersih membuat kita betah untuk berlama-lama disana menikmatinya, selain menikmati alam, para pengunjung juga bisa meningkatkan ekonomi dari masyarakat sekitar sana.
Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, fokus mengembangkan sektor pariwisata guna mendorong percepatan ekonomi masyarakat.
Bupati Bangka, Mulkan, mengatakan di Sungailiat, Sabtu, (13/4), pengembangan sektor pariwisata kedepannya dianggap meningkatkan ekonomi masyarakat sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.
"Dengan bertumbuhnya ekonomi melalui kegiatan sektor pariwisata, sudah dipastikan mampu mengurangi angka kemiskinan," kata bupati.
Ia mengatakan, dengan terbentuknya pariwisata seperti yang direncanakan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata dipastikan akan menyerap ribuan tenaga kerja.
Bupati mengatakan, secara umum angka kemiskinan di Kabupaten Bangka cukup kecil hanya lima persen dari 300 ribu lebih jumlah penduduk.
"Saya optimistis angka kemiskinan yang kecil itu dapat segera dientaskan dengan salah satunya mengembangkan sektor pariwisata yang dimiliki daerah," jelasnya.
Menurutnya, potensi pariwisata di Kabupaten Bangka cukup banyak hampir terdapat di wilayah kecamatan, hanya saja masih perlu pengelolaan dengan baik.
"Saya berkeyakinan, sektor pariwisata di Kabupaten Bangka yang didukung dengan keindahan serta budayanya mampu menarik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bangka, kata dia, melalui dinas terkait terus melakukan inovasi kegiatan yang dapat menarik wisatawan dalam dan luar negeri.
"Seperti agenda Triathlon 2019 yang dijadwalkan pada 15 Juni 2019 mendatang, di kawasan wisata Pantai Tanjung Pesona, Sungailiat," katanya.


Sumber: Akurat.co

Kamis, 11 April 2019

Sepanjang 2019 Kemenpar Targetkan 1 Juta Paket Wisata Hot Deals Kepri Terjual

Indonesia dikenal dengan view dari wisatanya yang sangat indah, bahkan bisa dibilang menakjubkan, hampir semua tempat di Indonesia bisa dinikmati, dari mulai Gunung, Hingga Dunia dalam Air-nya.
Paket wisata 'Hot Deals' Kepri ditargetkan terjual hingga sejuta paket sepanjang 2019, upaya untuk menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) dari kawasan perbatasan semakin optimal.
Pada 2018, paket wisata Hot Deals Kepri tercatat berhasil terjual 700 ribu paket. Tahun ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali meluncurkan Hot Deals Kepri 2019 yang diharapkan bisa terjual mencapai sejuta paket.
Program hot deals menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata pada 2019. Untuk itu, pelaku industri pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau diharapkan turut mendukung program tersebut.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, saat Rapat Sinkronisasi Dukungan Stakeholder Melalui Program Hot Deals di Radisson Hotel, Batam, (11/4) menjelaskan, program border tourism yang paling besar ada di Kepri dengan 32 event untuk menggaet wisman dan anggaran untuk hot deals mencapai Rp26 miliar. Anggaran tersebut tercatat paling besar untuk program crossborder di Indonesia.
"Saya mengajak semua pelaku industri di Batam, Bintan, dan Kepri untuk mendukung program Hot Deals, dengan memberikan potongan harga kepada wisatawan mancanegara, terutama saat musim rendah kunjungan (low season),”kata Arief Yahya, dalam keterangan tertulis yang diterima AkuratTravel, Kamis, (11/4).
Menpar Arief memaparkan programnya di hadapan sekitar 260 pelaku industri pariwisata di Kepri yang hadir. Arief Yahya juga mengajak para pelaku industri untuk memberikan insentif berupa potongan harga. Menurut dia, para pelaku wisata tidak akan merugi karena program itu ditawarkan pada musim rendah kunjungan.
"Hot Deals pada dasarnya menjual paket wisata pada saat 'low season'. Menjual sesuatu yang kurang laku. Misal, hotel di Batam okupansi tinggi saat weekend, saat weekdays, drop. Daripada tidak laku, biaya operasional tetap harus dibayar ’fix cost' tetap jalan, maka weekdays dijual dengan paket hot deals” katanya.
Menpar Arief Yahya menjelaskan, paket hot deals diterapkan dengan konsep sharing economy yaitu menjual barang atau jasa yang tidak laku atau excess capacity dengan memberikan diskon yang besar. Arief Yahya juga mengarahkan program hot deals ke segmen milenial.
Program ini akan mendorong wisman berkunjung atau memancing minat wisman yang bila semula calon wisman tidak ada rencana. Terlebih bila menggarap untuk millennials traveller.
"Sekitar 26 persen dari jumlah wisman ke Kepri adalah milenial. Target itu belum cukup, minimal 50 persen adalah milenial dari jumlah kunjungan. Dengan adanya tawaran diskon besar, mereka terdorong untuk melakukan perjalanan wisata ke Indonesia," ujar Arief.
Arief Yahya mengapresiasi keberhasilan di Kepri pada tahun lalu dalam menjaring wisman, dengan melibatkan komponen pelaku usaha yang bergerak di unsur 3A (aksesibilitas, atraksi, dan amenitas).
Hal itu didukung penyelenggara transportasi (pengusaha fery), akomodasi (hotel dan restoran), dan atraksi (spa, golf, dan atraksi lainnya). Program tersebut dianggap berjalan sukses terjual sebanyak 700 ribu hot deals.
"Kunci sukses uji coba hot deals di Kepri adalah dengan memberikan diskon besar. Untuk tiket fery hingga 60 persen, atraksi hingga 50 persen, dan akomodasi hotel 8 persen. Maka tahun ini harus kita tingkatkan akselerasinya menjadi 1 juta paket,” katanya.


Sumber: Akurat.co

Selasa, 09 April 2019

Ternyata Berenang di Laut Bisa Mengatasi Migrain, Lho!

Liburan kepantai memang sangat menyenangkan, apalagi kalau kita bisa berenang di laut yang pantainya kita kunjungi, tentu sangat menyenangkan. Tapi tahu tidak, kalau ternyata berenang di laut bisa menyembuhkan migrain?
Hal ini di ungkapkan oleh Beth Francis dan Andrew Clark yang membuat film dokumen tentang bagaimana cara menyembuhkan migrain. Hal yang dilakukan adalah dengan berenang di laut.
Beth yang mengalami migraine ternyata bisa sembuh setelah berenang secara teratur di lautan yang dingin. Itu dilakukan bukan hanya sehari atau dua hari, tetapi dilakukan selama 100 hari.
Sebenarnya selain berenang, beraktivitas di luar ruangan juga bisa membantu menyembuhkan migrain. Dia pun selalu berenang di Laut Anglesey, Inggris, setelah membaca penelitian kalau berenang di laut bisa menyehatkan.
Beth dan Andrew, 29, mulai mempublikan pengalaman berenangnya ke media sosial. Mereka memberikan nama, 100 Days of Vitamin Sea.
Proyek itu mendapatkan perhatian dari banyak pihak, terutama penderita migraine lainnya. Aksi itu dilaksanakan sejak Oktober 2017 dan terus berlanjut.
“Program itu sepertinya menyentuh perhatian banyak orang,” kata Beth dilansir BBC pada Minggu (7/4). “Itu menjadi pengalaman yang menakjubkan,” tuturnya. 
Dia pun bekerja sama dengan sebuah universitas untuk penelitian lebih lanjut mengenai penyembuhan migrain.
Sementara itu, juru bicara lembaga Migraine Action, memuji langkah Beth menemukan cara terbaik untuk menyembuhkan penyakit migrainnya.
“Jika itu berhasil bagi dia, itu merupakan hal yang sangat positif,” tuturnya.


Sumber: Akurat.co

Kamis, 04 April 2019

Danau Toba Kembangkan 'The Kaldera Toba Nomadic Escape'

Indonesia memang terkenal dengan wisata alamnya, mulai dari destinasi alam bawah airnya sampai daerah pegunungannya.
Destinasi wisata Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) adalah salah satunya, wisata Danau Toba masuk kedalam 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia. Destinasi wisata Danau Toba mengembangkan amenitas dan atraksi baru untuk wisatawan dengan tajuk 'The Kaldera Toba Nomadic Escape'.
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, saat meluncurkan The Kaldera Toba Nomadic Escape di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis, (4/4), mengatakan, konsep nomadic tourism sebagai solusi sementara untuk selamanya.
Hal itu lantaran konsep nomadic tourism ini menjadi solusi yang murah, mudah, dan cepat. Serta, solusi yang ramah milenial, berkelanjutan, dan ramah kaum pengembara zaman now atau wisatawan minat khusus.
“Solusi nomadic ini jadi jawaban untuk mengakselerasi pengembangan 10 Bali Baru. Telah di-kick-off pengembangannya di Borobudur, Bajo, dan sekarang di Toba,” kata Menpar Arief Yahya, dalam siaran pers yang diterima AkuratTravel, Kamis, (4/4).
The Kaldera Toba Nomadic Escape sendiri, kata Arief Yahya, merupakan sebuah proyek perintisan wisata nomadik yang diharapkan menjadi barometer pengembangan nomadic tourism di kawasan regional.
Fasilitas yang ada di The Kaldera sendiri adalah amenitas berupa 15 bell tent, 2 cabin, 2 tenda bubble, dan area parkir untuk campervan/caravan. Fasilitas lain yang ada di The Kaldera adalah Kaldera Ampiteathre, dengan kapasitas 250 orang, Kaldera Plaza, Kaldera Stage, hingga Kaldera Hil.
Untuk konsep nomadic akses, wisatawan juga bisa menikmati helitour keliling Geopark Toba dan destinasi lainnya. Wisatawan juga bisa menikmati hub untuk overland tour keliling Danau Toba, geopark tour, hingga coffee trail tour.
“Segmen utama wisatawan adalah para nomad, milenial, dan family. Selain wisatawan Nusantara, wisatawan mancanegara (wisman) yang menjadi target adalah wisman dari Malaysia, Singapura, dan Eropa,” katanya.
Sementara dari sisi lokasi, The Kaldera sangat strategis posisinya atau hanya 20 menit dari Parapat, dan sekitar 1 jam 30 menit dari Balige. The Kaldera juga berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Bandara Silangit, dan hanya 10 menit dari Bandara Sibisa.
“Ini sangat mudah dicapai, terlebih maskapai berbiaya murah AirAsia juga akan terbang langsung dari Kuala Lumpur ke Silangit. Dengan tiket seharga Rp200.000-an, wisatawan dari Malaysia bisa berkunjung ke Danau Toba,” kata Menpar.


Sumber: Akurat.co

Rabu, 03 April 2019

Ingin Bulan Madu Tapi "Low Budget"? Yuk Kunjungi Tempat-Tempat Ini!

Bulan madu tampaknya adalah keharusan setelah acara pernikahan, banyak sekali pasangan yang mengidolakan untuk pergi ke bali sehabis menikah dan merasakan bulan madu disana, tapi hal yang cukup meresahkan adalah "dana-nya"
Sebenarnya bulan madu tak melulu soal Bali, tempat-tempat ini juga indah dan bagus untuk dikunjungi, dimana saja? yuk simak!
Jika ingin menikmati alam bawah laut, pulau Karimunjawa akan sangat memanjakan mata dengan aneka ragam biota lautnya.  Kamu juga akan menikmati hamparan pasir putih yang menawan. Disini juga terdapat Bukit Love yang konon katanya jika pasangan yang datang ke sana, cintanya akan abadi selamanya
Pulau Samosir dan keindahan Danau Toba
Pulau Samosir dengan udaranya yang dingin, sejuk dan segar, akan menemani kamu selama berada di pulau ini. Pulau yang terletak di tengah-tengah Danau Toba itu keindahannya tak diragukan lagi. Suasana yang ramah pasti bikin kamu dan pasanganmu betah berlama-lama di salah satu kabupaten di Sumatera Utara ini.
Selain menikmati danau Toba yang sangat legendaris itu, kalian bersama wisatawan lainnya akan disuguhkan wisata sejarah yang masih sangat kental dengan nuansa budayanya seperti pertunjukan sigale-gale di Tomok, berkeliling Museum Hutabolon, mengunjungi makam Raja Sidabutar serta kamu juga bisa melihat proses pembuatan tenunan ulos Batak.
Gunung Bromo
Bagi kalangan pendaki gunung, Gunung Bromo tentu sudah populer. Tapi, honeymoon di Gunung Bromo akan menjadi kenangan yang sangat manis buatmu. Coba bayangkan betapa romantisnya melihat matahari terbit dari atas Gunung Bromo bersama pasangan, duduk bersama menikmati kopi sambil menunggu terbitnya sang surya.  Pasti ini bisa menjadi momen terbaikmu. Nah kalau sudah puas berduaan melihat matahari terbit, jangan lewatkan Bukit Teletubbies. Bukit ini adalah salah satu spot foto favorit bagi para pengunjung di sana.
Jogja
Banyak orang yang percaya bahwa Jogja adalah kota yang sangat romantis dan penuh kenangan. Tidak heran bagi yang pernah ke sini, pasti akan rindu kembali lagi. Nah, Kalau honeymoon backpacker ke sini, seru loh!  Biayanya juga gak mahal.  Di sini juga ada beragam tempat wisata yang dapat kamu kunjungi bersama pasanganmu. Mulai dari pantai, gunung, waduk, bukit, candi dan tempat bersejarah lainnya. Lengkap!
Gili Trawangan
Salah satu pantai yang memiliki pesona luar biasa adalah pantai di Lombok dan yang paling terkenal di sini adalah Gili Trawangan yang memiliki pasir putih yang lembut juga air biru jernih. Tempat ini menjadi pilihan bagi pasangan yang ingin menikmati romantisme matahari terbenam. Kalau sudah tiba di sini, jangan lupa juga untuk menikmati keindahan bawah lautnya yang luar biasa.


Sumber: Akurat.co