Tampilkan postingan dengan label JAringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAringan. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juli 2019

Apple Dikabarkan akan Luncurkan 3 Iphone 5G Pada 2020 Mendatang

Pemberitaan terkait jaringan 5G memang belakangan sedang santer terdengar, banyak sekali media-media menyorot dan memberitakan tentang jaringan 5G.
Perusahaan-perusahaan teknologi juga terus berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama meluncurkan teknologi, salah satunya adalah Apple yang saat ini dikabarkan akan meluncurkan 3 IPhone baru pada 2020 mendatang. 
Menurut Ming-Chi Kuo, selaku spesialis analisis Apple, seperti yang dikutip dari Digital Trends, Senin (29/7), mengatakan ketiga smartphone tersebut akan dilengkapi dengan jaringan 5G.
Selain konektivitas yang lebih cepat, ketiga IPhone tersebut akan dirancang ulang dengan layar 6,7 inci, 5,4 inci, dan 6,1 inci serta memiliki layar OLED.
Menurut Kuo, alasan Apple akan produksi IPhone berkuatan 5G ialah karena mereka sudah mengakusisi Intel, yang itu artinya Apple telah memiliki sumber daya untuk menciptakan koneksi jaringan 5G pada 2020 mendatang.
Selain itu, sebelum diakusisi Apple, Intel juga berencana akan membuat modem dengan jaringan 5G pada 2020, sehingga diharapkan, produksi IPhone 5G akan segera terlaksana dengan cepat.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 11 Juli 2019

Diprediksi Tahun 2024 Coverage Area Jaringan 5G Meluas Hingga 65 Persen!

Berita soal Jaringan 5G saat ini memang sedang hangat, pasalnya selain di klaim lebih cepat dibanding terdahulunya, Jaringan 5G juga diklaim lebih stabil ketimbang seri terdahulunya.
Menyusul penyebaran layanan serta beralihnya pengguna perangkat Jaringan ke 5G, kabarnya pada tahun 2024 mendatang akan diprediksi sebanyak 1,9 milliar pelanggan akan menggunakan Jaringan telekomunikasi 5G.
"Jaringan 5G benar-benar telah hadir dan berkembang pesat, hal tersebut mendorong antusiasme operator dan konsumen terhadap teknologi itu," ujar Kepala Ericsson Indonesia, Jerry Soper, Kamis (11/7).
Menurut laporan Ericsson jumlah pelanggan pada tahun 2024 tersebut merupakan sebuah peningkatan sebesar 27 persen dibanding November tahun lalu sebesar 1,5 miliar pelanggan.
Selain itu, pada tahun 2024 akan terjadi perluasan jangkauan Jaringan 5G sekitar 45-65 persen, dibanding tahun 2018 lalu. Hal tersebut karena penggunaan teknologi spectrum sharing yang memungkinkan implementasi 5G pada pita Frekuensi LTE.
Akan tetapi, pemanfaatan jangkauan Jaringan 5G tersebut harus didukung oleh sistem yang solid termasuk keamanan, peraturan dan keterlibatan lebih mendalam dari seluru pelaku mitra industri.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 10 Juli 2019

Menurut Prediksi Ericsson, 5G Baru Bisa Digunakan Pada Tahun 2024

Rumor terkait realisasi jaringan 5G memang saat ini santer terdengar, banyak media yang memberitakan terkait jaringan 5G ini. Tapi nampaknya 5G tidak akan terealisasi dalam waktu dekat ini.
Hal ini di pertegas oleh statement dari Perusahaan telekomunikasi Ericsson yang menyebut implementasi 5G secara global lebih cepat dari perkiraan. Pihaknya memprediksi adanya peningkatan jumlah pelanggan broadband seluler sebesar 400 juta pada 2024.
Head of Network Ericsson Indonesia dan Timor-Leste Ronni Nurmal, mengatakan hal tersebut seiring dengan pengembangan dan implementasi jaringan 5G yang kian marak.
Berdasarkan Ericsson Mobility Report semester pertama 2019 menunjukkan bahwa langganan 5G secara global bisa mencapai 1,9 miliar.
"Mengalami peningkatan sebesar 27 persen dari 1,5 miliar, perkiraan pada November 2018," ujarnya saat pemaparan Ericsson Mobility Report edisi Juni 2019, Rabu (10/7/2019), di Jakarta.
Jangkauan 5G secara global, kata Ronni, diperkirakan mencapai 45 persen dari populasi dunia pada akhir 2024. Angka tersebut diklaim dapat bertambah menjadi 65 persen.
Pasalnya jaringan generasi terbaru itu sudah bisa diimplementasikan pada pita frekuensi LTE dengan adanya teknologi spektrum sharing.
Salah satu yang menjadi faktor utama pesatnya adopsi 5G ialah operator telekomunikasi yang kini telah menyediakan layanan 5G. Sejalan dengan kehadiran ponsel pintar yang mendukung jaringan tersebut. 
"Ini yang secara global kita lihat pada 2024, (sebanyak) 76 persen mobile subscription itu akan sudah berbasiskan mobile broadband, jadi yang feature phone, 2G only dan sebagainya cuma 24 persen," ungkap Ronni.
Dari sisi penggunaan data seluler di Asia Tenggara dan Osenia, Ericsson memprediksi akan ada peningkatan dari 2,3 exabyte pada 2018 menjadi 16 exabyte pada 2024. 
Adapun pada Q1 2019, total pengguna data seluler terus meningkat hingga 82 persen secara year-on-year. Sementara untuk penggunaan data per ponsel setiap bulannya tumbuh dari 3,6 gigabyte menjadi 17 gigabyte.
Menurutnya Ericsson, sebanyak 12 persen pelanggan di Asia Tenggara dan Osenia akan beralih atau menggunakan 5G pada 2024. Jaringan super cepat itu pun diklaim akan membawa 35 persen trafik data seluler secara global.

Sumber: Akurat.co

Senin, 24 Juni 2019

Huawei Tak Khawatir Dengan Proyek 5G-nya Walaupun Sedang Diboikot AS

Terkait pemboikotan dari Pemerintah Amerika Serikat beserta beberapa perusahaan besar di bidang teknologi terhadap Huawei, Huawei menyatakan bahwa masa depan 5G yang dikembangkannya tetap berada di jalur positif dan tak akan berpengaruh terhadap proyek tersebut.
Kesepakatan 5G yang berhasil dilakukan dengan perusahaan-perusahaan besar jadi alasannya. Perusahaan teknologi negeri tirai bambu itu dalam waktu dekat segera melakukan penandatanganan dengan Inggris dan Rusia.
Pabrikan smartphone terbesar kedua di dunia yang berhasil menjual lebih dari 205 juta unit pada tahun 2018 itu juga mengklarifikasi bahwa WhatsApp, Facebook, Instagram, dan semua aplikasi lainnya akan terus bekerja pada perangkat mereks sebagaimana mestinya.
"Semua ini adalah aplikasi pihak ketiga, dan dapat diinstal dan digunakan tanpa masalah pada perangkat Huawei," kata juru bicara perusahaan, dikutip dari Times Now, Sabtu (22/6).
Huawei mengatakan bahwa mereka memiliki hubungan damai dengan banyak perusahaan dan mitra yang berbasis di AS. Sebagian besar perusahaan yang menyediakan layanan konsultasi untuk Huawei juga berbasis di AS, termasuk IBM dan Accenture.
Perlu diketahui bahwa Huawei merupakan perusahaan terbesar kedua yang menggunakan platform Android dari Googledan mencakup 470 juta pelanggan di seluruh dunia, dengan seluruh portofolio produk dan layanan mereka.
Perusahaan ini juga menawarkan kemitraan yang kuat dengan raksasa teknologi AS seperti Intel, Qualcomm, dan banyak produsen peralatan asli komponen lainnya.
"Kami akan terus melindungi kepentingan pelanggan, menjaga ketertiban di pasar, dan memastikan perkembangan industri yang sehat," pungkas juru bicara Huawei.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 21 Mei 2019

Pada 1 Oktober, Jaringan 5G Secara Komersial Resmi Beroperasi di Cina

Cina memang menjadi salah satu negara yang berada dibarisan paling depan untuk mengaplikasikan jaringan 5G di negaranya, dan baru-baru ini, Cina Daily melaporkan bahwa Pemerintah Cina akan mengomersilkan jaringan 5G secara nasional pada 1 Oktober 2019. Stasiun induk Cina akan dibantu sepenuhnya oleh Huawei, ZTE dan Ericsson. Menurut laporan Wakil Manajer Umum ZTE, Michael Wen Wenhao, Cina telah memiliki kesiapan infrastruktur dan suprastrukturnya.
"Cina kemungkinan akan memulai jaringan 5G komersial di seluruh negeri pada tanggal 1 Oktober," katanya pada konferensi 5G yang diadakan di Hong Kong beberap hari lalu.

ZTE secara resmi merespons laporan ini. Perusahaan mengklaim bahwa ada sedikit kesalahpahaman dalam penyebaran informasi. ZTE belum menyatakan pandangannya tentang komersialisasi 5G Cina. Dengan kata lain, ZTE secara teknis menyangkal pernyataan Michael.
Lu Qianhao, salah satu petinggi  ZTE, mengatakan bahwa ponsel 5G diperkirakan berjalan efektif pada tahun 2021. Lalu-lintas per pengguna per bulan dapat mencapai 200GB. Selain itu, Xu Feng, CEO bisnis terminal ZTE, mengatakan bahwa pengembangan 5G Cina akan menjadi yang tercepat dan ponsel 5G akan memiliki market 2% dari pasar tahun ini. 


Sumber: Akurat.co

Selasa, 14 Mei 2019

Inggris Akan Luncurkan Layanan Seluler 5G Pertama Tanggal 3 Juli 2019

Jaringan 5G memang sudah menjadi perbincangan dari beberapa tahun lalu, hal tersebut juga membuat beberapa negara mencoba untuk mengembangkannya, salah satunya adalah Inggris.
Inggris segera bergabung ke jajaran dari sedikitnya negara-negara yang menyediakan layanan seluler 5G secara komersil. Negeri Ratu Elizabeth itu menyusul Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (15/5), Vodafone dikonfirmasi akan menjadi jaringan seluler pertama yang menyediakan layanan 5G pertama di Inggris. Vodafone sudah memastikan bahwa layanan seluler 5G-nya akan siap pada tanggal 3 Juli 2019.
Sebagai permulaan, layanan 5G Vodafone hanya akan tersedia untuk tujuh kota. London, Bristol, Birmingham, Cardiff, Glasgow, Manchester, dan Liverpool. Kedepannya, layanan 5G akan diperluas ke lebih banyak kota di Inggris.
Kota-kota seperti Blackpool, Guildford, Newbury, Plymouth, Southampton, Stoke-on-Trent, dan lainnya akan menerima layanan 5G tersebut pada akhir tahun ini.
Sementara untuk informasi tarifnya, Vodafone mengatakan bahwa harga layanan 5G mereka sama seperti layanan 4G. Dipastikannya ketersediaan 5G secara komersi di Inggris, diprediksi akan membuat penjualan smartphone 5G meningkat di negara ini.
Mulai pekan depan, smartphone dan router 5G dilaporkan akan segera menyerbu pasar Inggris raya.


Sumber: Akurat.co

Senin, 22 April 2019

Huawei Prediksi Akan Ada 2,8 Miliar Orang Adopsi 5G Pada 2025

Pemberitaan tentang jaringan 5G saat ini memang sedang ramai sekali, media asing maupun lokal berbondong-bondong untuk memberitakan hal ini.
Perusahaan yang dikenal sangat dominan tentang jaringan 5G yaitu Teknologi Huawei menilai implementasi teknologi jaringan 5G akan berlansgung cepat. Pihaknya memprediksi akan ada sekitar 2,8 miliar pengguna pada 2025.
"Industri TIK hari ini dihadapkan dengan berbagai peluang perkembangan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Teknologi 5G hadir lebih cepat dari yang kita kira, dan perkembangan perangkat (5G) kini sudah sama cepatnya dengan permbangan jaringan 5G," ujar Deputi Chairman Huawei, Ken Hu, dalam acara Huawei Global Analyst Summit ke-16 di Shenzhen, Tiongkok.
Melihat perkembangan teknologi jaringan sebelumnya, lanjut Hu, 5G diprediksi akan marak selama tiga tahun kedepan. Dirinya mengklaim, Huawei sendiri telah mempersiapkan sejumlah langkah  seperti mengantongi 40 kontrak komersial 5G dan membangun sekitar 60.000 situs pemancar jaringan (BTS) diseluruh di dunia.
Hu memperkirakan, implementasi 5G akan sejalan dengan dengan meningkatnya penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan juga sistem komputasi awan (Cloud). Hal ini karena jaringan generasi baru tersebut dinilai sangat mendukung untuk mengadopsi teknologi tesebut diberbagai sektor.
Dirinya mengatakan, Huawei akan terus melakukan inovasi dan menjalankan investasi strategis dalam bidang AI agar bisa menjadi pemimpin pasar di sektor cloud.
Pada kesempatan lain, Direktur Institut Riset Strategis Huawei, Wiliam Xu menuturkan perusahaannya akan fokus kepada riset dan penemuan teknologi mutakhir dalam lima tahun kedepan.
"Setiap tahun kami menginvestasikan 300 juta dolar AS untuk mendanai riset akademis tentang keilmuan dasar dan teknologi, serta inovasi," ungkap Xu.
Xu menambahkan, Huawei akan tersebut berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti universitas dan institusi riset guna mendorong inovasi teknolgi, sehingga bisa mendorong riset di industri dan dunia secara menyeluruh.


Sumber: Akurat.co