Tampilkan postingan dengan label Jaringan 5G. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan 5G. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juli 2019

Apple Dikabarkan akan Luncurkan 3 Iphone 5G Pada 2020 Mendatang

Pemberitaan terkait jaringan 5G memang belakangan sedang santer terdengar, banyak sekali media-media menyorot dan memberitakan tentang jaringan 5G.
Perusahaan-perusahaan teknologi juga terus berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama meluncurkan teknologi, salah satunya adalah Apple yang saat ini dikabarkan akan meluncurkan 3 IPhone baru pada 2020 mendatang. 
Menurut Ming-Chi Kuo, selaku spesialis analisis Apple, seperti yang dikutip dari Digital Trends, Senin (29/7), mengatakan ketiga smartphone tersebut akan dilengkapi dengan jaringan 5G.
Selain konektivitas yang lebih cepat, ketiga IPhone tersebut akan dirancang ulang dengan layar 6,7 inci, 5,4 inci, dan 6,1 inci serta memiliki layar OLED.
Menurut Kuo, alasan Apple akan produksi IPhone berkuatan 5G ialah karena mereka sudah mengakusisi Intel, yang itu artinya Apple telah memiliki sumber daya untuk menciptakan koneksi jaringan 5G pada 2020 mendatang.
Selain itu, sebelum diakusisi Apple, Intel juga berencana akan membuat modem dengan jaringan 5G pada 2020, sehingga diharapkan, produksi IPhone 5G akan segera terlaksana dengan cepat.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 11 Juli 2019

Diprediksi Tahun 2024 Coverage Area Jaringan 5G Meluas Hingga 65 Persen!

Berita soal Jaringan 5G saat ini memang sedang hangat, pasalnya selain di klaim lebih cepat dibanding terdahulunya, Jaringan 5G juga diklaim lebih stabil ketimbang seri terdahulunya.
Menyusul penyebaran layanan serta beralihnya pengguna perangkat Jaringan ke 5G, kabarnya pada tahun 2024 mendatang akan diprediksi sebanyak 1,9 milliar pelanggan akan menggunakan Jaringan telekomunikasi 5G.
"Jaringan 5G benar-benar telah hadir dan berkembang pesat, hal tersebut mendorong antusiasme operator dan konsumen terhadap teknologi itu," ujar Kepala Ericsson Indonesia, Jerry Soper, Kamis (11/7).
Menurut laporan Ericsson jumlah pelanggan pada tahun 2024 tersebut merupakan sebuah peningkatan sebesar 27 persen dibanding November tahun lalu sebesar 1,5 miliar pelanggan.
Selain itu, pada tahun 2024 akan terjadi perluasan jangkauan Jaringan 5G sekitar 45-65 persen, dibanding tahun 2018 lalu. Hal tersebut karena penggunaan teknologi spectrum sharing yang memungkinkan implementasi 5G pada pita Frekuensi LTE.
Akan tetapi, pemanfaatan jangkauan Jaringan 5G tersebut harus didukung oleh sistem yang solid termasuk keamanan, peraturan dan keterlibatan lebih mendalam dari seluru pelaku mitra industri.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 10 Juli 2019

Menurut Prediksi Ericsson, 5G Baru Bisa Digunakan Pada Tahun 2024

Rumor terkait realisasi jaringan 5G memang saat ini santer terdengar, banyak media yang memberitakan terkait jaringan 5G ini. Tapi nampaknya 5G tidak akan terealisasi dalam waktu dekat ini.
Hal ini di pertegas oleh statement dari Perusahaan telekomunikasi Ericsson yang menyebut implementasi 5G secara global lebih cepat dari perkiraan. Pihaknya memprediksi adanya peningkatan jumlah pelanggan broadband seluler sebesar 400 juta pada 2024.
Head of Network Ericsson Indonesia dan Timor-Leste Ronni Nurmal, mengatakan hal tersebut seiring dengan pengembangan dan implementasi jaringan 5G yang kian marak.
Berdasarkan Ericsson Mobility Report semester pertama 2019 menunjukkan bahwa langganan 5G secara global bisa mencapai 1,9 miliar.
"Mengalami peningkatan sebesar 27 persen dari 1,5 miliar, perkiraan pada November 2018," ujarnya saat pemaparan Ericsson Mobility Report edisi Juni 2019, Rabu (10/7/2019), di Jakarta.
Jangkauan 5G secara global, kata Ronni, diperkirakan mencapai 45 persen dari populasi dunia pada akhir 2024. Angka tersebut diklaim dapat bertambah menjadi 65 persen.
Pasalnya jaringan generasi terbaru itu sudah bisa diimplementasikan pada pita frekuensi LTE dengan adanya teknologi spektrum sharing.
Salah satu yang menjadi faktor utama pesatnya adopsi 5G ialah operator telekomunikasi yang kini telah menyediakan layanan 5G. Sejalan dengan kehadiran ponsel pintar yang mendukung jaringan tersebut. 
"Ini yang secara global kita lihat pada 2024, (sebanyak) 76 persen mobile subscription itu akan sudah berbasiskan mobile broadband, jadi yang feature phone, 2G only dan sebagainya cuma 24 persen," ungkap Ronni.
Dari sisi penggunaan data seluler di Asia Tenggara dan Osenia, Ericsson memprediksi akan ada peningkatan dari 2,3 exabyte pada 2018 menjadi 16 exabyte pada 2024. 
Adapun pada Q1 2019, total pengguna data seluler terus meningkat hingga 82 persen secara year-on-year. Sementara untuk penggunaan data per ponsel setiap bulannya tumbuh dari 3,6 gigabyte menjadi 17 gigabyte.
Menurutnya Ericsson, sebanyak 12 persen pelanggan di Asia Tenggara dan Osenia akan beralih atau menggunakan 5G pada 2024. Jaringan super cepat itu pun diklaim akan membawa 35 persen trafik data seluler secara global.

Sumber: Akurat.co

Kamis, 04 Juli 2019

Vodafone Telah Mengaktifkan Jaringan 5G Di 7 Kota di Inggris

Pemberitaan tentang Jaringan 5G memang sedang hangat-hangatnya, selain digadang-gadang memiliki kestabilan jaringan, 5G juga lebih cepat dalam speed dibandingkan dengan pendahulunya yaitu 4G.
Bicara soal 5G, Operator seluler Vodafone rupanya telah mengaktifkan jaringan 5G-nya pada tujuh kota di Inggris. Kota-kota itu di antaranya Cardiff, London, Manchester dan Glasgow. Kemudian Birmingham, Bristol dan Liverpool.
Melalui layanan 5G, perusahaan berambisi membuat kesuksesan setelah mengalami kerugian finansial dan keluhan pelanggan dalam beberapa tahun terakhir. Vodafone sendiri menjadi operator selular asal Inggris kedua yang menyediakan jaringan 5G.
Vodafone juga menjadi penyedia asal Inggris pertama yang menawarkan roaming 5G di Jerman, Spanyol dan Italia. Jaringan 5G menawarkan kecepatan luar biasa.
Melebihi 4G, jaringan ini memiliki kecepatan hingga 100 kali lebih cepat. Jaringan 5G juga dapat mendukung teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), internet, robot, kota yang terhubung dan mobil yang dapat mengemudi sendiri alias otonom.
Direktur Bisnis Vodafone, Anne Sheehan mengatakan 5G adalah game-changer untuk ekonomi dan bisnis Inggris.
"Kami berkomitmen untuk membantu pelanggan kami memanfaatkan teknologi ini dengan membuatnya tersedia secara luas di Inggris dan melalui roaming," ujarnya melansir BBC, Rabu (3/7/2019).
"Kami ingin membantu bisnis Inggris menjadi pemimpin global dan 5G akan memainkan peran penting dalam mencapai tujuan itu," tambah dia.
Dua belas kota lain yang akan menyusul di akhir tahun ini adalah Birkenhead, Blackpool, Bournemouth, Guildford, Newbury, Portsmouth dan Plymouth. Juga Reading, Southampton, Stoke-on-Trent, Warrington dan Wolverhampton.
Saat ini, semua operator selular di Inggris masih menggunakan peralatan milik Huawei meskipun ada sanksi yang ditetapkan Amerika Serikat. Jika pemerintah Inggris memutuskan tidak lagi aman sebagai bagian dari jaringan, operator akan dipaksa untuk menggantinya.

Sumber: Akurat.co

Rabu, 03 Juli 2019

Huawei Mate 30 5G "Akan" Diluncurkan Pada Bulan Desember

Elektronik memang salah satu alat yang paling cepat berkembangnya dengan mengikuti teknologi terbaru, salah satunya adalah ponsel pintar.
Banyak sekali produk-produk ponsel pada saat ini, mulai dari besutan pemain lama seperti Samsung, sampai dengan pemain baru seperti Huawei.
Bicara soal Huawei, banyak yang ingin tahu tentang seri Mate 30 Huawei mengingat masalahnya dengan pemerintah Amerika Serikat. Menurut laporan baru, perangkat ini sangat banyak dan sedang diatur untuk memiliki varian 5G juga.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Huawei Mate 30 5G kemungkinan akan dirilis pada bulan Desember tahun ini. Laporan itu juga mengatakan Huawei berbagi beberapa informasi tentang perangkat yang akan datang pada konferensi 5G di Rusia.
Perusahaan menunjukkan slide yang menyebutkan bahwa Mate 30 5G akan tiba pada bulan Desember.
Garis waktu itu kemungkinan besar akan untuk pasar Rusia tetapi setidaknya itu menunjukkan bahwa Mate 30 5G memang akan menekan pasar akhir tahun ini. Varian 4G mungkin datang lebih awal, mungkin pada bulan November, yang juga akan sejalan dengan jangka waktu rilis konvensional untuk seri Mate.
Huawei juga menegaskan dengan slide ini bahwa ia akan merilis Mate X, smartphone yang dapat dilipat sendiri, pada bulan September. Huawei telah mengkonfirmasi hal ini kembali ketika mengumumkan bahwa perilisannya ditunda hingga September.
Itu memutuskan mengambil waktu ekstra untuk benar-benar yakin bahwa smartphone yang dilipat tidak mengalami masalah ketika dirilis untuk pelanggan.

Sumber: Akurat.co

Senin, 24 Juni 2019

Huawei Tak Khawatir Dengan Proyek 5G-nya Walaupun Sedang Diboikot AS

Terkait pemboikotan dari Pemerintah Amerika Serikat beserta beberapa perusahaan besar di bidang teknologi terhadap Huawei, Huawei menyatakan bahwa masa depan 5G yang dikembangkannya tetap berada di jalur positif dan tak akan berpengaruh terhadap proyek tersebut.
Kesepakatan 5G yang berhasil dilakukan dengan perusahaan-perusahaan besar jadi alasannya. Perusahaan teknologi negeri tirai bambu itu dalam waktu dekat segera melakukan penandatanganan dengan Inggris dan Rusia.
Pabrikan smartphone terbesar kedua di dunia yang berhasil menjual lebih dari 205 juta unit pada tahun 2018 itu juga mengklarifikasi bahwa WhatsApp, Facebook, Instagram, dan semua aplikasi lainnya akan terus bekerja pada perangkat mereks sebagaimana mestinya.
"Semua ini adalah aplikasi pihak ketiga, dan dapat diinstal dan digunakan tanpa masalah pada perangkat Huawei," kata juru bicara perusahaan, dikutip dari Times Now, Sabtu (22/6).
Huawei mengatakan bahwa mereka memiliki hubungan damai dengan banyak perusahaan dan mitra yang berbasis di AS. Sebagian besar perusahaan yang menyediakan layanan konsultasi untuk Huawei juga berbasis di AS, termasuk IBM dan Accenture.
Perlu diketahui bahwa Huawei merupakan perusahaan terbesar kedua yang menggunakan platform Android dari Googledan mencakup 470 juta pelanggan di seluruh dunia, dengan seluruh portofolio produk dan layanan mereka.
Perusahaan ini juga menawarkan kemitraan yang kuat dengan raksasa teknologi AS seperti Intel, Qualcomm, dan banyak produsen peralatan asli komponen lainnya.
"Kami akan terus melindungi kepentingan pelanggan, menjaga ketertiban di pasar, dan memastikan perkembangan industri yang sehat," pungkas juru bicara Huawei.

Sumber: Akurat.co

Minggu, 16 Juni 2019

Berbeda Dengan Yang Lain, Spanyol Justru Gandeng Huawei Untuk Luncurkan 5G

Berbeda dengan Amerika Serikat dan beberapa negara di Asia dan Eropa yang memboikot Huawei, Spanyol malah menggandeng perusahaan besar asal Tiongkok itu untuk meluncurkan jaringan 5G.
Spanyol menjadi negara Eropa keempat yang meluncurkan jaringan 5G. Dalam peluncurannya, Spanyol menggandeng raksasa smartphone asal Cina, Huawei.
Vodafone Spanyol secara komersial meluncurkan jaringan 5G di 15 kota, termasuk Madrid dan Barcelona. Selain ibukota Spanyol dan ibukota wilayah otonom negara itu, layanan juga akan tersedia di Valencia, Malaga, Seville, Zaragoza, San Sebastian, Bilbao, Vitoria, La Coruna, Vigo, Gijon, Pamplona, ??Santander dan Logrono.
Vodafone membawa jaringan ponsel super cepat yang menjanjikan kecepatan pengunduhan hingga satu gigabit per detik. Selain Huawei, operator seluler terbesar kedua di dunia itu juga menggunakan peralatan dari pabrikan asal Swedia, Ericsson.
Sebelum Spanyol, tiga negara Eropa telah lebih dulu mengkomersialkan 5G, yakni Swiss, Inggris dan Italia. Peluncuran ini sendiri terjadi di tengah larangan Amerika Serikat (AS) terhadap para sekutunya untuk berbisnis dengan perusahaan yang masuk dalam daftar hitam, termasuk Huawei.
CEO Vodafone, Nick Read sebelumnya memperingatkan bahwa melarang Huawei dalam pengembangan jaringan 5GEropa akan berbahaya bagi operator dan konsumen.
Ia juga mengatakan pelarangan hanya akan menunda peluncuran 5G selama dua tahun.
"Ini secara struktural merugikan Eropa. Tentu saja, AS tidak memiliki masalah itu karena mereka tidak memasukkan peralatan Huawei," ujarnya melansir Russia Today, Sabtu (15/6/2019).
Anggota parlemen Inggris belum melarang Huawei untuk berpartisipasi dalam jaringan generasi kelima sampai saat ini. Sementara itu, perusahaan telekomunikasi Sunrise telah mengumumkan smartphone 5G pertama di Swiss dalam kemitraan dengan Huawei.

Sumber: Akurat.co

Minggu, 09 Juni 2019

Lama Tak Terdengar Kabar, HTC Akan Segera Luncurkan Smartphone Terbarunya

Industri smartphone saat ini memang hanya dihuni oleh beberapa pemain besar, dari beberapa pemain besar tersebut hanya ada beberapa nama yang memang dari dulu telah bergelut diindustri smartphone.
Tapi sebelum itu, apakah anda familiar dengan HTC? atau mungkin produk smartphone dari HTC?
Beberapa tahun terakhir, HTC memang bukan salah satu dari pemain besar di industri smartphone dunia lagi. Namun, fakta tersebut tidak membuat pabrikan asal Taiwan itu berhenti membuat perangkat.
Menurut laporan terbaru yang diketahui dari unggahan di halaman Facebook resminya, HTC mengisyaratkan segera mengumumkan smartphone anyarnya pada tanggal 11 Juni 2019 mendatang.
Dilansir dari Ubergizmo, Minggu (9/6), selain waktu pengumuman, belum banyak informasi tentang smartphone ini yang bisa diungkap. Mengingat HTC belum meluncurkan smartphone flagship di tahun ini, spekulasi menyebut bahwa gawai bisa lebih dari sekadar mid-ranger.
Berdasarkan bocoran dan dari benchmarks yang beredar, ponsel ini dibekali chipset Qualcomm Snapdragon 710 dengan RAM 6GB. Selain itu, tidak ada informasi lebih rinci lagi tentang smartphone yang rumornya diberi nama HTC U19e.
Sementara itu, saat ini sudah ada banyak smartphone kelas menengah di pasar. Pixel 3a yang baru diluncurkan contohnya, HTC harus menghadapi persaingan yang ketat.
HTC sendiri sebenarnya sudah lebih dulu diisukan bakal meluncurkan smartphone flagship 5G pada paruh kedua tahun ini. Selain itu, HTC juga telah mengonfirmasi sedang mengerjakan smartphone blockchain keduanya.

Sumber: Akurat.co

Selasa, 21 Mei 2019

Pada 1 Oktober, Jaringan 5G Secara Komersial Resmi Beroperasi di Cina

Cina memang menjadi salah satu negara yang berada dibarisan paling depan untuk mengaplikasikan jaringan 5G di negaranya, dan baru-baru ini, Cina Daily melaporkan bahwa Pemerintah Cina akan mengomersilkan jaringan 5G secara nasional pada 1 Oktober 2019. Stasiun induk Cina akan dibantu sepenuhnya oleh Huawei, ZTE dan Ericsson. Menurut laporan Wakil Manajer Umum ZTE, Michael Wen Wenhao, Cina telah memiliki kesiapan infrastruktur dan suprastrukturnya.
"Cina kemungkinan akan memulai jaringan 5G komersial di seluruh negeri pada tanggal 1 Oktober," katanya pada konferensi 5G yang diadakan di Hong Kong beberap hari lalu.

ZTE secara resmi merespons laporan ini. Perusahaan mengklaim bahwa ada sedikit kesalahpahaman dalam penyebaran informasi. ZTE belum menyatakan pandangannya tentang komersialisasi 5G Cina. Dengan kata lain, ZTE secara teknis menyangkal pernyataan Michael.
Lu Qianhao, salah satu petinggi  ZTE, mengatakan bahwa ponsel 5G diperkirakan berjalan efektif pada tahun 2021. Lalu-lintas per pengguna per bulan dapat mencapai 200GB. Selain itu, Xu Feng, CEO bisnis terminal ZTE, mengatakan bahwa pengembangan 5G Cina akan menjadi yang tercepat dan ponsel 5G akan memiliki market 2% dari pasar tahun ini. 


Sumber: Akurat.co

Selasa, 14 Mei 2019

Inggris Akan Luncurkan Layanan Seluler 5G Pertama Tanggal 3 Juli 2019

Jaringan 5G memang sudah menjadi perbincangan dari beberapa tahun lalu, hal tersebut juga membuat beberapa negara mencoba untuk mengembangkannya, salah satunya adalah Inggris.
Inggris segera bergabung ke jajaran dari sedikitnya negara-negara yang menyediakan layanan seluler 5G secara komersil. Negeri Ratu Elizabeth itu menyusul Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (15/5), Vodafone dikonfirmasi akan menjadi jaringan seluler pertama yang menyediakan layanan 5G pertama di Inggris. Vodafone sudah memastikan bahwa layanan seluler 5G-nya akan siap pada tanggal 3 Juli 2019.
Sebagai permulaan, layanan 5G Vodafone hanya akan tersedia untuk tujuh kota. London, Bristol, Birmingham, Cardiff, Glasgow, Manchester, dan Liverpool. Kedepannya, layanan 5G akan diperluas ke lebih banyak kota di Inggris.
Kota-kota seperti Blackpool, Guildford, Newbury, Plymouth, Southampton, Stoke-on-Trent, dan lainnya akan menerima layanan 5G tersebut pada akhir tahun ini.
Sementara untuk informasi tarifnya, Vodafone mengatakan bahwa harga layanan 5G mereka sama seperti layanan 4G. Dipastikannya ketersediaan 5G secara komersi di Inggris, diprediksi akan membuat penjualan smartphone 5G meningkat di negara ini.
Mulai pekan depan, smartphone dan router 5G dilaporkan akan segera menyerbu pasar Inggris raya.


Sumber: Akurat.co

Kamis, 09 Mei 2019

Menkominfo Prioritaskan Sulawesi Tengah Yang Akan Menikmati 5G Pertama Kali Di Indonesia

Kita memang dikabarkan akan tertinggal soal jaringan 5G ketimbang negara-negara lainnya, pasalnya kita dikabarkan baru bisa menikmatinya pada tahun 2020 atau 2021.
Kali ini Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara membahas soal 5G yang  memprioritaskan frekuensi jaringan internet generasi kelima atau 5G ini untuk pasar bisnis atau korporasi, ketimbang pasar ritel jika frekuensi itu benar-benar diterapkan di Indonesia.
"Kalaupun (5G) ada nanti di Indonesia, itu untuk pasar korporasi dahulu. Ini juga sama dengan negara lain, bahkan di Jepang," ujar dia usai menghadiri acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar & Mitra Kerja Kominfo di Jakarta, Rabu (8/5) malam. 
Rudiantara menilai pasar bisnis lebih siap menerima hadirnya 5G terutama dari sisi pengeluaran biaya. Kemudian, jika nantinya rencana itu terwujud, maka wilayah yang menjadi prioritas berada di luar pulau Jawa seperti Sulawesi.
"Saya sudah bicara dengan Menperin, kawasan industri khusus. Kalau bisa jangan di Jawa, Cikampek, tetapi di Sulawesi, Sulawesi Tengah, karena di sana ada potensi untuk kompleks industri baru," kata dia.
Sementara itu, dari sisi teknis, penerapan 5G masih menghadapi kendala, yakni frekuensi yang masih terpakai satelit.
Rudiantara belum bisa memastikan waktu penerapan 5G di tanah air. Namun menurut dia, uji coba akan terus berjalan seiring kebutuhan tetap terhubung dengan teknologi terkini.
"Kalau uji coba kita harus jalan terus. Kita harus keep up dengan perkembangan teknologi itu sendiri. 5G kan ada berbagai versi, makin ke sini versinya makin tinggi," tutur dia.
Sebelumnya, Kominfo memperkirakan penerapan frekuensi 5G pada tahun 2020. Agar hal itu terwujud, mereka menggandeng berbagai pihak yang berkepentingan dalam dunia telekomunikasi di Indonesia untuk mengkaji implementasi jaringan 5G. Namun, sebelum frekuensi itu diterapkan, diperlukan kepastian ekosistem perangkat sudah baik.

Sumber: Akurat.co

Sabtu, 04 Mei 2019

3 Produsen Smartphone Kompak Luncurkan Smartphone 5G di Swiss Pekan Ini

Bicara soal smartphpone sekarang pasti tidak akan lepas dari rumor adanya jaringan 5G, bukan, jaringan 5G nampaknya akan terelalisasi dalam waktu dekat ini.
Pasalnya, awal pekan ini operator telekomunikasi Swiss, Sunrise mengumumkan bahwa mereka akan mulai menjual smartphone 5G baru dari berbagai pabrikan asal Tiongkok mulai minggu ini.
Dilansir dari Times Now, Jumat (3/5), Oppo Reno 5G telah diluncurkan lebih dulu di negara ini, bertahap selanjutnya Huawei Mate 20 X 5G dan Xiaomi Mi Mix 3 5G yang mulai dipasarkan pada 2 Mei kemarin.
Oppo Reno 5G diluncurkan pada awal bulan ini di Zurich. Smartphone ini dibekali prosessor Snapdragon 855, dengan RAM 8GB dan memori internal 256GB. Fitur utama dari gawai ini yang paling ditonjolkan adalah kamera zoom 10x.
Sementara Huawei Mate 20 X 5G merupakan smartphone yang paling diunggulkan dari produsen Tiongkok sejak tahun lalu. Gawai yang pertama kali diluncurkan di London ini hadir dengan baterai 4200 mAh dan sudah dilengkapi teknologi Super Charge 40W.
Terakhir ada Xiaomi dengan Mi Mix 3 5G-nya. Diumumkan pertama kali pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 Februari lalu di Barcelona. Gawai ini disokong oleh spek kelas atas seperti Snapdragon 855 SoC untuk mendukung modem Qualcomm X50 5G.

Sumber: Akurat.co

Senin, 22 April 2019

Huawei Prediksi Akan Ada 2,8 Miliar Orang Adopsi 5G Pada 2025

Pemberitaan tentang jaringan 5G saat ini memang sedang ramai sekali, media asing maupun lokal berbondong-bondong untuk memberitakan hal ini.
Perusahaan yang dikenal sangat dominan tentang jaringan 5G yaitu Teknologi Huawei menilai implementasi teknologi jaringan 5G akan berlansgung cepat. Pihaknya memprediksi akan ada sekitar 2,8 miliar pengguna pada 2025.
"Industri TIK hari ini dihadapkan dengan berbagai peluang perkembangan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Teknologi 5G hadir lebih cepat dari yang kita kira, dan perkembangan perangkat (5G) kini sudah sama cepatnya dengan permbangan jaringan 5G," ujar Deputi Chairman Huawei, Ken Hu, dalam acara Huawei Global Analyst Summit ke-16 di Shenzhen, Tiongkok.
Melihat perkembangan teknologi jaringan sebelumnya, lanjut Hu, 5G diprediksi akan marak selama tiga tahun kedepan. Dirinya mengklaim, Huawei sendiri telah mempersiapkan sejumlah langkah  seperti mengantongi 40 kontrak komersial 5G dan membangun sekitar 60.000 situs pemancar jaringan (BTS) diseluruh di dunia.
Hu memperkirakan, implementasi 5G akan sejalan dengan dengan meningkatnya penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan juga sistem komputasi awan (Cloud). Hal ini karena jaringan generasi baru tersebut dinilai sangat mendukung untuk mengadopsi teknologi tesebut diberbagai sektor.
Dirinya mengatakan, Huawei akan terus melakukan inovasi dan menjalankan investasi strategis dalam bidang AI agar bisa menjadi pemimpin pasar di sektor cloud.
Pada kesempatan lain, Direktur Institut Riset Strategis Huawei, Wiliam Xu menuturkan perusahaannya akan fokus kepada riset dan penemuan teknologi mutakhir dalam lima tahun kedepan.
"Setiap tahun kami menginvestasikan 300 juta dolar AS untuk mendanai riset akademis tentang keilmuan dasar dan teknologi, serta inovasi," ungkap Xu.
Xu menambahkan, Huawei akan tersebut berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti universitas dan institusi riset guna mendorong inovasi teknolgi, sehingga bisa mendorong riset di industri dan dunia secara menyeluruh.


Sumber: Akurat.co

Kamis, 04 April 2019

Korsel Salip Tiongkok Dan Amerika Serikat Soal Jaringan 5G

Berita soal jaringan 5G nampaknya akan terus berlanjut sampai 5G-nya itu sendiri resmi di release, setelah menjadi perbincangan hangat dan menimbulkan pergesekan antara Tiongkok dan "Negeri Paman Sam", kali ini berita mengenai 5G muncul dari Korea Selatan.
Korea Selatan akan menjadi negara pertama yang meluncurkan layanan internet generasi kelima (5G) secara komersial. Bersamaan dengan peluncuran smartphone Samsung S10 versi 5G pada 5 April besok, jaringan 5G di negeri gingseng itu pun siap tersedia secara merata.
Sebagai salah satu negara dengan tingkat penetrasi smartphone teratas dunia, Korea Selatan berpacu dengan Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang untuk memasarkan 5G. Teknologi ini diharapkan akan memacu terobosan di bidang-bidang seperti kota pintar dan mobil otonom sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Sangat berarti bahwa perusahaan-perusahaan telekomunikasi Korea Selatan menyediakan layanan dan jaringan yang memenuhi standar tinggi pelanggan Korea Selatan dalam kecepatan dan kualitas gambar," kata Ryu Young-sang, wakil presiden eksekutif SK Telecom, dikutip dari Times Now, Kamis (4/4).
Ryu juga menambahkan bahwa 5G akan mengubah lanskap industri gim. Hal itu karena 5G bisa meminimalisir delay saat  gim dijalankan pada perangkat smartphone.
Teknologi ini pun dapat menawarkan kecepatan data 20 kali lebih cepat daripada jaringan 4G jangka panjang (LTE) dan dukungan yang lebih baik untuk kecerdasan buatan dan realitas virtual dengan latensi rendah. Bahkan untuk kondisi tertentu dapat kecepatannya bisa mencapai 100 kali lebih cepat.
Sementara itu 5G yg diisukan memiliki kerentanan terhadap keamanan siber yang lebih besar telah membuat cukup khawatir negara-negara di dunia. Meski begitu, perusahaan telekomunikasi Korea Selatan sepertinya tak mau ambil pusing perihal itu.
"Saya kira kita tidak memiliki masalah keamanan di Korea Selatan," kata Park Jin-hyo, kepala pusat penelitian teknologi informasi dan komunikasi SK Telecom.
Park Jin-hyo juga menambahkan bahwa perusahaan menggunakan teknologi canggih untuk memblokir penyadapan atau peretasan terhadap jaringan 5G.


Sumber: Akurat.co